12 Purnama

Tidak ada sesuatu pun kepada siapa pun kita bisa mengikat diri kita, tak peduli seberapa berat kita mencoba. Dengan lewatnya waktu, keadaan akan berubah dan kondisi-kondisi yang menimbulkan hasrat kita sekarang akan berubah. Kalau begitu mengapa melekat pada hasrat-hasrat itu sekarang?

Ucapan yang aku kutip dari Untaian Mutiara Kebajikan ini, terasa nendang banget bagiku. Setahun silam, aku sempat memimpikan kau ragu dengan keputusanmu sehingga dengan demikian engkau akan kembali kepadaku. Salah satu derita orang “emosional” adalah ketika kita dihadapkan dengan persoalan perpisahan ia tak akan mudah untuk menerima kenyataan itu. Mereka butuh waktu yang cukup lama untuk melupakan segala kenangan silam. Naasnya, aku sedikit terdominasi oleh jiwa semacam itu. Malu sendiri betapa lebaynya aku.

Jadinya, ungkapan yang diambil dari buku di atas menambah kesadaranku betapa keadaan dan hukum-hukumnya akan membawa perubahan kepada seseorang secara bertahap. Kini tugasku adalah memperbaiki dharma setulus mungkin sehingga karma buruk bisa kuhindarkan.

Iklan

The Eternal Song

I Am the aware presence
Everything in existence
is an expression of what I Am,
I Am the clearness in the sky
the infinite in space
the wetness in water
the sweetness in sugar

In what I Am there is no knowledge
of what I Am
I Am beyond the knowledge
of what I Am
Both the known and the unknown
are expressions of what I Am
….

Dua bait puisi ini saya petik dari my Secret is Silence, halaman 128 karya Adyashanti, seorang mistikus Eropa. Buku yang saya dapat dari kawan sekaligus pengajar bahasa Arab saya (dulu) memang berisikan puisi-puisi dan ujaran-ujaran Adyashanti yang berwatak metafisis sepenuhnya. Secara gampangnya, seluruh puisi dan ujaran Adyashanti hanya membicarakan Wujud (saya pinjam istilah Islamnya). Baca entri selengkapnya »

LENTERA JIWA: PENGAKUAN MUNDURNYA ANDI F. NOYA DARI PEMRED METRO TV

Salah seorang teman kerja mengirimkan postingan berikut ini. Menarik juga untuk direnungkan

Banyak yang bertanya mengapa saya mengundurkan diri sebagai pemimpin redaksi Metro TV. Memang sulit bagi saya untuk meyakinkan setiap orang yang bertanya bahwa saya keluar bukan karena ¡pecah kongs dengan Surya Paloh, bukan karena sedang marah atau bukan dalam situasi yang tidak menyenangkan. Mungkin terasa aneh pada posisi yang tinggi, dengan power yang luar biasa sebagai pimpinan sebuah stasiun televisi berita, tiba-tiba saya mengundurkan diri. Baca entri selengkapnya »

Mengenang Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as

Assalamu ‘alayka yaa Amiiral Mu’miniina wassalaamu ‘ala Abii ‘Abdillahil Husain

Salah satu warisan berharga dari Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib atau Imam Ali adalah kitab Nahj al-Balaghah, sebuah kumpulan khotbah, surat, dan aforisme yang disusun oleh Syarif Radhi. Melalui pemetaan Syahid Muthahhari dalam bukunya Tema-tema Pokok Nahj al-Balaghah, saya merasa bahwa pengenalan saya dengan kata-kata Imam Ali ini terlalu lambat, suatu hal yang diakui juga oleh Muthahhari. Baca entri selengkapnya »

ABDUL HADI WM: “KEBUDAYAAN ISLAM ITU BUKAN KEBUDAYAAN ARAB”

Perkembangan Islam di nusantara dengan segala keragaman dan budayanya, tidak bisa dilepaskan dari konteks sejarah masuknya Islam di nusantara. Munculnya Nahdhatul Ulama yang lebih akulturatif terhadap kebudayaan dan Muhammadiyah yang puritan juga tidak bisa lepas dari konteks ini. Tentang bagaimana Islam masuk ke nusantara dan perkembangannya, berikut adalah wawancara Fachrurozi dan Deni Agusta dari Pusat Studi Islam dan Kenegaraan dengan Abdul Hadi WM di Univ. Paramadina, Jum’at, 16 Mei 2008. Berikut pandangannya tentang Cak Nur.

Secara kultural, Islam Indonesia berbeda dengan Islam yang ada di Timur Tengah, juga dengan Islam yang ada di Afrika Utara dan Eropa, apa karakteristik utamanya yang menyebabkan itu berbeda?

Karena faktor-faktor historis perkembangan Islam Indonesia, di sisi lain adalah masa yang berkembang, kemudian corak Islam yang berkembang yang dibawa ke Indonesia pada permulaannya, di mana Islam hanya sebagai proses informasi. Informasi itu kan melalui media juga bisa, melalui dialog, atau juga bisa melalui intergrasi. Dari situ bisa terjadi proses dengan sendirinya. Baca entri selengkapnya »

Akhirnya Soeharto Is Dead!: Bila Farid Gaban Bicara

MINGGU kemarin, 27 Januari 2008, saya tengah menyaksikan acara Sigi 30 Menit mengenai Ahmadiyah di salah satu stasiun tv. Selama acara tersebut, saya membaca pada running text-nya bahwa mantan presiden RI ke-2 Soeharto dalam kondisi sangat kritis. Karena jeda iklan, saya melanjutkan pekerjaan saya sebelumnya. Tiba-tiba istri saya berkata, “Yah, Soeharto meninggal…!”

Saya melihat tayangan langsung tentang berita kematian Soeharto. Sialan! Rupanya hampir seluruh stasiun berita menayangkan berita-berita positif. Oh, ternyata teve-teve tersebut memang satu grup media. Dan media itu kepemilikan sahamnya sebagian besar dipegang oleh orang-orang di Partai Beringin. Baca entri selengkapnya »

Sesobek Catatan Asyura

HARI Sabtu kemarin, 19 Januari 2008, atau 10 Muharam 1429 H, saya dan keluarga menghadiri acara peringatan atas kesyahidan Imam Husain di Karbala tahun 61 H, di sebuah majelis taklim di Jakarta. Tadinya saya ingin mengikuti sebuah acara yang sama di bilangan Kelapa Gading pukul sembilan pagi, tetapi karena malam Asyura-nya saya pulang ke rumah (Ciampea) hampir pkl.03.30 dini hari, keinginan saya pun saya batalkan. Saya tidak bisa membayangkan dalam kondisi tidak segar, saya harus berangkat lagi ke Jakarta dari Bogor pagi-pagi bersama keluarga. Dengan niat cari berkah (!), akhirnya saya pun memutuskan untuk mengikuti acara Asyura-an di majelis taklim tersebut. Baca entri selengkapnya »

Muharam: Benarkah Tahun Baru Muslimin?

ya-husain.jpg
Muharam bulan untuk bersenang senang atau kesadaran sejarah?
Besok, tanggal 10 Januari 2008 lalu adalah bertepatan dengan 1 Muharam 1429 Hijriah yakni Tahun baru Hijriah. Sebagian besar kaum muslimin merayakannya sebagai awal Tahun Baru Muslim dengan penuh rasa suka, yang dibarengi dengan berbagai macam bentuk kegiatan. Apalagi didukung oleh riwayat yang bernuansa kebahagiaan, seperti selamatnya Nuh as dari banjir bandang, selamatnya kaum Musa as dari Fir’aun, dan sebagainya pada tanggal 10 Muharam (hari Asyura). Maka semakin lengkaplah kegembiraan bulan ini. Baca entri selengkapnya »

Pesan Seorang Sahabat (kepada kaum Agamawan)

Seorang bisa belajar dan mempersiapkan revolusi
dengan membuat revolusi
dan bukan dengan mendiskusikan revolusi

(Ali Syari’ati)

Teman-temanku yang punya kepedulian,
Kau tahu di mana kita hidup sekarang ini. Berhimpitan dengan krisis sosial yang terus mencekik dan alpanya peran negara membuat perjuangan menjadi sebuah pilihan. Engkau menyaksikan bagaimana derita bangsa ini seolah tak mau berakhir, menjalarnya wabah penyakit dan derita karena bencana alam…. Caci maki kita terhadap kekejian Orde Baru nyatanya hanya menyentuh asap karena belakangan ini mulai timbul semangat untuk membangkitkan kembali kuasa Orde Baru. Puluhan ulama dengan antusias berdatangan ke rumah cendana untuk membesuk kesehatan mantan presiden, seolah itu sebuah perintah agama untuk tetap berbuat baik.

…Bangsa yang terus dirundung musibah ini tak pernah bisa bersama karena umat beragamanya asyik saling pukul. Untuk saling bertengkar kita tak butuh seorang Yahudi karena kita sendiri seolah punya minat untuk melakukannya. Sangat memalukan orang dengan kalimat-kalimat suci tetapi melakukan pengrusakan pada sesamanya… Preman bukan hanya komplotan tapi jadi budaya keagamaan yang sangat memprihatinkan. Baca entri selengkapnya »

Ban Mobil Nissan X-Trail dan Kambing Qurban

Oleh Jojo Wahyudi

Kuhentikan mobil tepat di ujung kandang tempat berjualan hewan Qurban.
Saat pintu mobil kubuka, bau tak sedap memenuhi rongga hidungku, dengan
spontan aku menutupnya dengan saputangan.

Suasana di tempat itu sangat ramai, dari para penjual yang hanya bersarung
hingga ibu-ibu berkerudung Majelis Taklim, tidak terkecuali anak-anak yang
ikut menemani orang tuanya melihat hewan yang akan di-Qurban-kan pada Idul
Adha nanti, sebuah pembelajaran yang cukup baik bagi anak-anak sejak dini
tentang pengorbanan NabiAllah Ibrahim & Nabi Ismail. Baca entri selengkapnya »

« Older entries