Hadis Qudsi tentang Ahli Dunia, Isa, dan Musa

1. Ahli dunia adalah yang banyak makannya, ketawanya, tidurnya, dan marahnya; tidak memaafkan orang yang bersalah kepadanya; malas untuk taat dan berani untuk maksiat. (Kalimatullah 368) (19-9-’08 ; 09:30:29)
2. Hai, Isa, berikan pada-Ku linangan air matamu dan kekhusyukan kalbumu. Berdirilah di atas kuburan dan berserulah dengan suara keras: Aku akan menyusul kalian. (Kalimatulllah 359) (17-9-’08 ; 09:45:08)
3. Hai Musa, selama kamu tidak lihat dosamu sudah diampuni, janganlah sibuk memperhatikan aib orang lain. Selama kamu tidak melihat perbendaharaanKu habis, janganlah kamu gundah. (Kalimatullah 345) (15-9-’08 ; 09:30:14)

Iklan

NU Jatim Sebut Kuis Ramadhan Haram

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur melarang kuis Ramadhan yang ditayangkan di sejumlah stasiun televisi karena dianggap menodai kesucian Ramadhan dan mengandung unsur judi yang diharamkan oleh Islam.

“Kami mengimbau manajemen tempat hiburan, restoran, televisi dan para politisi juga menghormati momentum Ramadhan,” kata Rais Syuriah PWNU Jatim KH Miftachul Akhyar dikutip Antara, hari Ahad. Baca entri selengkapnya »

LENTERA JIWA: PENGAKUAN MUNDURNYA ANDI F. NOYA DARI PEMRED METRO TV

Salah seorang teman kerja mengirimkan postingan berikut ini. Menarik juga untuk direnungkan

Banyak yang bertanya mengapa saya mengundurkan diri sebagai pemimpin redaksi Metro TV. Memang sulit bagi saya untuk meyakinkan setiap orang yang bertanya bahwa saya keluar bukan karena ¡pecah kongs dengan Surya Paloh, bukan karena sedang marah atau bukan dalam situasi yang tidak menyenangkan. Mungkin terasa aneh pada posisi yang tinggi, dengan power yang luar biasa sebagai pimpinan sebuah stasiun televisi berita, tiba-tiba saya mengundurkan diri. Baca entri selengkapnya »

Simpati kepada Orang Lain

Berikut ini saya kutipkan salah satu pasase dalam buku terjemahan saya yang terbaru, KASIDAH CINTA UNTUK RAMADHAN, yang diterbitkan oleh Tahira (lini dari Madia Publisher) Agustus 2008. Pengarangnya, Jameel Kermali dan kawan-kawan, membahas persoalan puasa dan shalat. Harga Rp 49.500,-

Bulan Ramadhan mengajarkan kita bagaimana perasaan kita terhadap si miskin dan si lapar. Beberapa hadis menjelaskan filosofi atau hikmah dari puasa sebagai suatu berkah dari Yang Mahakuasa agar seorang manusia menjadi sadar tentang penderitaan-penderitaan yang dialami oleh kaum fakir miskin. Seorang yang berpuasa memperoleh keutamaan-keutamaan berupa empati kepada orang-orang lain, ikut merasa ketika mereka mengalami kelaparan dan kesusahan sebagaimana ia juga telah merasakan kepedihannya melalui puasa. Adalah mudah bagi orang-orang yang memiliki persediaan yang melimpah dari segala sesuatu yang mereka butuhkan, untuk mengabaikan dan meremehkan penderitaan-penderitaan mereka yang kurang beruntung. Perihnya kelaparan yang dirasakan oleh orang yang berpuasa merupakan sebuah peringatan. Baca entri selengkapnya »

Hadis Qudsi tentang Balasan Perlakuan hamba kepada Tuhan, Kenikmatan yang Belum Pernah Terbetik, Kabar Gembira bagi Pendosa dst.

1. Begitukah hamba-Ku memperlakukan Aku? Ia berdoa kepada-Ku dan Aku malu untuk menolaknya; dan ia menentang-Ku (dengan maksiat) dan ia tidak malu kepada-Ku. (Kalimatullah 135) (10-9-’08 ; 17:34:58)
2. Aku siapkan bagi hamba-hamba-Ku yang saleh (kenikmatan) yang tak pernah dilihat mata, dan tak pernah terbetik dalam hati manusia. (Kalimatullah 134) (8-9-’08 ; 17:34:31)
3. Hai Dawud, gembirakan pendosa karena Aku menerima taubatnya dan ampuni dosanya; ancam orang saleh supaya tidak bangga (ujub) dengan amalnya (Hadis Qudsi, kalimatullah 53) (5-9-’08 ; 17:36:21)
4. Wahai manusia, setiap hari datang rezekimu dan kau berduka? umurmu berkurang dan kau tak berduka? Kaucari yang mencelakakanmu padahal yang kamu punya cukup bagimu. (Hadis Qudsi) (3-9-’08 ;10:09:14)
5. Orang fakir ialah orang yang tak punya pengayom seperti Aku; orang sakit ialah orang yang tak punya tabib seperti Aku; orang yang kesepian ialah orang yang tak punya kekasih seperti-Ku. (Hadis Qudsi) (1-9-’08 ; 10:09:51)

Ibn ‘Arabi tentang Belajar Memberi


Belajarlah untuk memberi, baik kamu punya banyak atau sedikit, baik saat suka maupun duka. Ini menjadi bukti imanmu kepada Allah. Cobalah memenuhi kebutuhan orang yang membutuhkan. Ini merupakan penegasan bahwa Allah telah menentukan kebutuhan jasmani seseorang dan tidak ada yang akan mengubahnya. Ini merupakan bukti tawakalmu kepada Allah.

Ibn ‘Arabi tentang Pendidikan Anak


Ajarkanlah firman-firman Allah dalam kitab suci-Nya dan perilaku-islami yang baik kepada anak-anakmu. Jaminlah mereka bisa melaksanakan apa yang telah kamu ajarkan kepada mereka. Lakukanlah hal ini dengan tanpa mengharap balasan apa pun dari mereka. Sejak dini, ajari mereka untuk menghadapi kesulitan, untuk bersabar, untuk berpikir.
Jangan letakkan cinta dunia di dalam hati mereka. Ajari mereka untuk tidak mencintai apa pun di dunia ini yang membuat mereka pongah–kemewahan, baju-baju indah, makanan-makanan yang lezat, dampak-dampak ambisi. Sebab, jika semua ini diperoleh, mereka akan dikurangkan dari kebaikan yang merupakan hak mereka di akhirat. Jangan biasakan mereka terbiasa dengan barang-barang yang baik; hentikan kebiasaan mereka.
Berhati-hatilah agar hal ini, yang bisa tampak keras, tidak menimbulkan watak kikir dalam dirimu terhadap anak-anakmu. Lakukanlah hal ini dengan memperhatikan dan mengikuti agamamu.
(Selamat Sampai Tujuan, hal.30-32)

Tentang Celaan Allah, Orang Fakir, Orang Sakit dan Orang yang Kesepian

1. Wahai manusia, setiap hari datang rezekimu, dan kau berduka? Umurmu berkurang dan kau tak berduka? Kaucari yang mencelakakanmu, padahal yang kamu punya cukup bagimu. (3-9-’08 ; 10:09:14)

2. Orang fakir ialah orang yang tak punya pengayom seperti Aku; orang yang sakit adalah orang yang tak punya tabib seperti Aku; orang yang kesepian adalah orang yang tak punya kekasih seperti Aku. (1-9-’08 ; 10:09:51)

3. Ali bin Abi Thalib berkata, Nabi saw bersabda, “Allah Swt pada Hari Kiamat akan mencela seorang hamba dari hamba-hamba-Nya, lalu Dia berfirman, ‘Wahai hamba-Ku, apa yang mencegahmu saat Aku sakit sehingga engkau tidak membesuk-Ku?’ Ia berkata, ‘Mahasuci Engkau, Engkau adalah Tuhan semua hamba, Engkau tidak pernah sakit dan tidak pernah menderita.’ Allah Swt menjawab, ‘Saudaramu yang Mukmin sakit, engkau tidak membesuknya. Demi Kemuliaan-Ku dan Kebesaran-Ku seandainya engkau membesuknya niscaya engkau akan menemui-Ku di sisinya, kemudian Aku akan menanggung semua hajatmu dan akan memenuhinya untukmu, dan hal itu merupakan kemuliaan hamba-Ku yang Mukmin dan Aku adalah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.’” (Amali ath-Thusi, hal.629, hadis ke-8 atau ke-1295 dari majelis ke-30)

Takut kepada Allah

Takutlah kepada Allah dalam tindakan-tindakanmu dan lebih-lebih dalam hati dan pikiran-pikiranmu. Takut kepada Allah adalah takut kepada siksa-Nya. Siapapun yang betul-betul takut kepada peringatan-peringatan siksa sang Hakim Mutlak hanya bisa bertindak sesuai dengan rida Sang Pencipta dan mencari yang benar di atas yang salah. Dia berfirman:
…dan Allah mengingatkanmu (untuk mengingat) diri-Nya… (QS Ali Imran: 27)
…dan ketahuilah Allah bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang ada dalam hatimu, maka berhati-hatilah atasnya… (QS al-Baqarah: 235)

Takut kepada Allah merupakan sebuah perlindungan, sesuatu yang melindungimu dari bahaya. Perlindungan Allah adalah paling kuat dari semua dari baju baja, dari semua benteng; tidak ada bahaya yang bisa menembusnya. Demikianlah rasa takut kepada Tuhan pasti melindungimu. Nabi, yang Dia utus sebagai rahmat-Nya bagi alam semesta, sendiri berlindung kepada Tuhan. Dia berdoa kepada-Nya, “Aku berlindung dalam rahmat-Mu, keindahan-Mu, dalam kelembutan-Mu, dari murka-Mu, dan dari kekuatan-Mu. Aku berlindung dalam kasih dan sayang-Mu dari siksa-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari-Mu. (Selamat Sampai Tujuan, hal.48-9)

Syarah Doa Bakda Shalat Fardhu di Bulan Ramadhan

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَللَّهُمَّ أَدْخِلْ عَلَى أَهْلِ الْقُبُوْرِ السُّرُوْرَ، اَللَّهُمَّ أَغْنِ كُلَّ فَقِيْرٍ، اَللَّهُمَّ أَشْبِعْ كُلَّ جَائِع، اَللَّهُمَّ اكْسُ كُلَّ عُرْيَانٍ، اَللَّهُمَّ اقْضِ دَيْنَ كُلِّ مَدِيْنٍ، اَللَّهُمَّ فَرِّجْ عَنْ كُلِّ مَكْرُوْبٍ، اَللَّهُمَّ رُدَّ كُلَّ غَرِيْبٍ،اَللَّهُمَّ فُكَّ كُلَّ أَسِيْرٍ، اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ كُلَّ فَاسِدٍ مِنْ أُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ اشْفِ كُلَّ مَرِيْضٍ، اَللَّهُمَّ سُدَّ فَقْرَنَا بِغِنَاكَ، اَللَّهُمَّ غَيِّرْ سُوْءَ حَالِنَا بِحُسْنِ حَالِكَ، اَللَّهُمَّ اقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَ أَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

Ya Allah, masukkanlah kebahagiaan kepada penghuni kubur, kayakanlah orang-orang fakir, kenyangkanlah orang-orang yang lapar, busanailah orang-orang yang telanjang, lunasilah utang setiap orang yang berutang, bantulah kami dalam setiap problem, pulangkanlah orang-orang yang terasingkan, sembuhkanlah orang-orang yang sakit. Ya Allah, tutuplah kefakiran kami dengan kekayaan-Mu, ubahlah buruknya keadaan kami dengan baiknya keadaan-Mu. Ya Allah, bebaskanlah kami dari utang-utang dan kayakanlah kami. Sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu (Doa Nabi saw setiap selesai salat fardhu di bulan Ramadhan berdasarkan riwayat Syekh Kaf’ami dalam al-Balad al-Amîn dan al-Mishbâh) Baca entri selengkapnya »

« Older entries