Pesan dari Imam Muhammad Al-Jawad dalam peringatan hari lahirnya

Anjuran untuk Menuntut Ilmu
Imam Jawad menganjurkan supaya menuntut ilmu dan beliau menjelaskan keutamaan orang-orang berilmu melalui hadis-hadis dari Imam Ali as. Berikut adalah sebagian hadisnya.
“Hendaklah kamu menuntut ilmu. Menuntut ilmu itu wajib. Mengkajinya adalah sunnah. Ilmu adalah tali persaudaran antar sesama saudara. Adalah bukti atas keksatriaan. Adalah mutiara di majelis-majelis. Teman dalam bepergian dan hiburan dalam keterasingan.”
“Ilmu dua macam: dicatat dan didengar. Tidak bermanfaat ilmu yang didengar jika tidak dicatat. Siapa yang mengenal hikmah takkan sabar atas bertambahnya. Keindahan terletak pada lisan dan kesempurnaan terletak pada akal.”
“Sesungguhnya anak Adam mirip sekali dengan timbangan, berat dengan ilmu—dengan akal—atau ringan karena kebodohan.”
“Ikutilah ulama sebagai pedoman dalam ketidakjelasan. Perdebatan akan membawa riya. Siapa yang menyalahi segi-segi masalah akan dihinakan oleh segi-segi muslihat dan orang tamak berada dalam belenggu kehinaan. Siapa yang mencari keabadian, maka siapkan hati yang sabar untuk berbagai musibah.”
Sebagaimana Imam Jawad as merasa sedih karena banyak orang bodoh dan ulama diuji dengan mereka. Dalam pandangan beliau, sebab perselisihan muncul dari apa yang dilontarkan orang-orang bodoh dan dampak kebodohan mereka.
Beliau meriwayatkan dari Imam Ali as, “Ulama adalah kaum asing, lantaran banyak orang bodoh di tengah mereka.”
“Seandainya orang bodoh diam, umat tidak akan berselisih.”
(Seri Teladan Abadi: Muhammad Al-Jawad, Penerbit Al-Huda)

Ciaaaat! Ternyata Wong Fei Hung adalah Tabib Muslim yang Jago Kung Fu

Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film Once Upon A Time in China. Dalam film itu, karakter Wong Fei Hung diperankan oleh aktor terkenal Hong Kong, Jet Li. Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?
Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, Ahli Pengobatan, dan Ahli Beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga supremasi kekuasaan Komunis di China.
Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab-kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.

Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu pengobatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (wushu/kungfu). Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi. Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.

Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.

Pasien klinik keluarga Wong yang meminta bantuan pengobatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya pengobatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pasien yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pamrih.

Secara rahasia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’in yang korup dan penindas. Dinasti Ch’in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam. Baca entri selengkapnya »

DOSA-DOSA BESAR DAN DOSA-DOSA KECIL (8)

Hadis Pertama
1. Syekh Shaduq telah mencatat dalam ‘Uyun-e Akhbar bahwa Imamzadeh Abdul Azhim, putra Abdullah Hasani, berkata, “Saya mendengar dari Abu Jafar Kedua, Imam Muhammad Taqi as yang mendengar dari ayahnya, Imam Ridha, yang menukil dari Imam Musa Kazhim yang berkata, “Seseorang yang bernama Umru bin Abid masuk ke hadapan Abu Abdullah Imam Jafar Shadiq as. Setelah mengambil kursinya, ia membaca ayat al-Quran berikut, dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, (QS asy-Syura: 37)
Kemudian, ia (Umru bin Abid) berhenti sejenak. “Mengapa engkau diam termangu?” tanya Imam as. “Saya ingin menurunkan dosa-dosa besar dari al-Quran,” jawabnya.
Imam as menjawab, “Wahai Umru, dosa terbesar dari dosa-dosa besar adalah:
1. Syirik (mengadakan sekutu) pada Allah.
Allah SWT berfirman, Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, … (QS al-Maidah: 72)
2) Putus asa dari rahmat Allah. Firman-Nya, Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir… (QS Yusuf: 87)
3) Merasa aman dari siksa Allah.
Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi. (QS al-A’raf:99)
4) Durhaka kepada kedua orang tua. Firman-Nya:
Dan banyak berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka. (QS Maryam: 14). Di sini kedurhakaan kepada orang tua dipandang sebentuk kesombongan atau melanggar batas.
5) Membunuh seorang yang beriman yang dilarang oleh Allah. Allah SWT berfirman, Dan barang siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahanam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. (QS an-Nisa: 93)
6) Menuduh perempuan atau lelaki beriman berbuat zina (atau sodomi). Al-Quran mengatakan, Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena laknat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar. (QS an-Nur: 23)
7) Memakan harta anak yatim. Firman-Nya:
Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara lalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). (QS. an-Nisa: 10)
8) Lari dari medan perang.
Al-Quran mengatakan, Barang siapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahanam. Dan amat buruklah tempat kembalinya. (QS al-Anfal: 16)
9) Makan riba.
Allah SWT berfirman, Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. (QS al-Baqarah: 275)
[Penjelasan: Sejumlah orang mengatakan bahwa mengambil riba sampai seperti bisnis lainnya. Namun ayat ini secara jelas menyatakan bahwa riba berbeda dari perdagangan. Keduanya, riba diharamkan sementara riba diharamkan, sementara perdagangan diperbolehkan]
10) Sihir.
Dalam hal ini Allah berfirman, Sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barang siapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui. (QS al-Baqarah: 102)
11) Zina
Firman-Nya, Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina. (QS al-Furqan: 68-69)
12) Sumpah bohong demi sebuah dosa.
Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan menyucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih. (QS Ali Imran: 77)
13) Mengkhianati kepercayaan dalam hal harta pampasan perang
Tidak mungkin seorang nabi berkhianat dalam urusan harta rampasan perang. Barang siapa yang berkhianat dalam urusan rampasan perang itu, maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu; kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan (pembalasan) setimpal, sedang mereka tidak dianiaya. (QS Ali Imran: 161-162)
14) Tidak menunaikan zakat
Allah Swt berfirman, Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahanam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu”. (QS at-Taubah: 35)
15) Bersaksi palsu.
Allah mengatakan, …dan jauhilah perkataan-perkataan dusta. (QS al-Hajj: 30)
16) Menyembunyikan bukti.
Firman-Nya, Dan barang siapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS al-Baqarah: 283)
17) Meminum minuman keras.
Allah melarangnya sebagaimana disebutkan dalam ayat berikut, Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. (QS al-Baqarah: 219)
18) Sengaja meninggalkan shalat.
19) Lalai menunaikan kewajiban-kewajiban agama.
Nabi saw bersabda, “Barang siapa yang sengaja meninggalkan shalat, maka dia jauh dari perlindungan Allah dan Rasul-Nya.”
20) Melanggar janji.
Firman-Nya, (yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi. (QS al-Baqarah: 27)
21) Memutuskan silaturahmi.
Firman-Nya, …dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan… (QS ar-Ra’d: 25)
Ketika Imam Jafar Shadiq as mengakhiri hadisnya, perawi, Umru bin Abid bangkit dan sembari keluar, ia berhenti dan berkata, “Sungguh, celakalah orang yang tidak mengikuti petunjuk para imam as dan menyampaikan pandapatnya sendiri.” Itu artinya, mereka yang menolak untuk mengikuti para imam as berada di jalan yang salah. (bersambung, Insya Allah)

Di Iran, Merokok di Kampus Diskor Dua Semester

Sekjen Dewan Pusat Kedisiplinan Mahasiswa Kementerian Kesehatan Iran, Sayyid Mehdi Tibi Tafreshi mengkonfirmasikan larangan merokok di lingkungan kampus dan pelaksanaan hukuman tertentu dalam masalah ini.

Sayyid Mehdi Tibi Tafreshi kepada kantor berita Mehr, mengatakan, “Dalam pedoman baru kedisiplinan mahasiswa, merokok di universitas dan tempat-tempat yang berhubungan dengan lingkungan kampus dikategorikan pelanggaran moral.”

Mehdi Tafrashi menuturkan, jika mahasiswa melanggar aturan tersebut, maka pada tahap pertama akan mendapatkan teguran lisan dan pelanggaran itu dicatat dalam berkas mahasiswa terkait. Ditambahkannya, jika mahasiswa melakukan pelanggaran yang sama dan masuk kategori berat, maka ia akan diskor dari kuliah selama dua semester.

Sebelumnya Menteri Kesehatan Iran, Marzieh Vahid Dastjerdi memperingatkan peningkatan jumlah perokok dari kalangan mahasiswi.

Sementara itu, hasil penelitian pusat riset dan kontrol terhadap rokok menunjukkan bahwa 75 persen perokok memulai aktivitas merokok di bawah umur 20 tahun. Hasil riset itu juga menyimpulkan bahwa tingkat pemakaian rokok di kalangan mahasiswa mencapai 16 persen.

Berdasarkan penelitian itu, jumlah perokok di kalangan mahasiswa mencapai 25 persen, sementara di tengah mahasiswi terdapat 6 persen perokok. (IRIB/RM/SL)

Dosa-dosa Besar dan Dosa-dosa Kecil (VII)

Kegelapan Dosa dan Kemilaunya Taubat
Imam Jafar Shadiq as menjelaskan ayat al-Quran berikut, Allah Pelindung (Wali) orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). (QS al-Baqarah: 257). Katanya, “Ayat ini mengandung arti bahwa Allah membawa mereka dari kegelapan dosa-dosa menuju cahaya taubat. Karena mereka memiliki wilayah semua imam yang adil (dua belas imam yang ditunjuk oleh Allah). Potongan ayat selanjutnya menyatakan bahwa “Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran).” Menurut Imam as, “Ayat ini berarti bahwa mereka yang mengikuti cahaya Islam pada awalnya namun belakangan mulai mengikuti setiap pemimpin yang sesungguhnya tidak diakui oleh Allah. Mereka tinggalkan cahaya Islam dan masuk ke dalam gelapnya kekufuran. Karena itu, Allah memasukkan mereka ke dalam api neraka.
Dosa Besar dan Dosa Kecil
Pada pembahasan sebelumnya kita telah membagi dosa menjadi dua macam: dosa besar dan dosa kecil. Ciri-ciri dari dosa-dosa besar dan dampak-dampak buruknya juga telah dijelaskan. Sekarang kami akan menyebut satu demi satu dosa-dosa besar. Hadis-hadis yang menyangkut bilangan dosa-dosa besar kadang-kadang berbeda-beda antara yang satu dengan lainnya. Tidaklah mungkin untuk mengkaji seluruh hadis tersebut karena jumlahnya yang banyak. Hal itu di luar ruang lingkup buku ini. Bagi mereka yang ingin mempelajari hadis-hadis tersebut secara lebih rinci, silakan merujuk pada tafsir al-Kafi, Arba’in dari Syekh Baha’i ra.
Semua ulama dan fuqaha sepakat bahwa hadis yang paling autentik adalah hadis yang dikutip oleh faqih agung Ahlulbait, Sayid Muhammad Kazhim Thabathaba’i Yazdi. Beliau menyebutkan empat cara untuk mengetahui suatu dosa besar. Baca entri selengkapnya »

Sayidah Fathimah: Kado Teragung Allah

Sayidah Fathimah dinamai demikian karena tak seorang pun bisa memahaminya. Karena alasan ini, dan sebagai kesadaran sepenuhnya akan nilai Pemimpin dunia dan akhirat, kita semata-mata harus merujuk pada para maksum, yang memiliki persepsi yang sempurna tentangnya. Karena itu, satu-satunya sumber pengumpulan informasi tentangnya adalah keturunannya yang saleh, dan hadis-hadis yang berasal dari mereka. Sebelum memulai kajian akan hadis-hadis tersebut, seyogianya orang mencamkan bahwa seluruh imam Ahlulbait berbicara menurut kapasitas reseptif dan kemampuan seseorang atau orang-orang yang mencari informasi. Hadis-hadis ini merupakan selayang pandang akan kualitas-kualitas az-Zahra, karena pengetahuan hakiki hanya ada pada Allah Swt, Nabi saw, dan para imam as. Tidak ada yang lain. Baca entri selengkapnya »

“Kini Palestina Bukan Lagi Masalah Arab, Bahkan Bukan Hanya Islam, tapi Masalah HAM” – Sayyid Ali Khamenei

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar Ayatullah Al-Uzhma Sayyid Ali Khamenei hari ini, Selasa (1/6) dalam pesannya menyebut serangan brutal dan kebengisan Rezim Zionis Israel terhadap konvoi kapal bantuan kemanusiaan merupakan serangan terhadap opini umum dan hati nurani umat manusia di seluruh dunia dan menekankan, “Kini Palestina bukan lagi masalah Arab, bahkan bukan hanya Islam, tapi masalah hak-hak asasi manusia dunia kontemporer dan para pendukung rezim haus darah dan tak tahu malu ini, khususnya Amerika, Inggris dan Perancis betul-betul harus memberikan jawaban.”


Teks lengkap pesan Rahbar sebagai berikut:

Bismillahirrahmanirrahim

Serangan brutal dan bengis rezim Zionis Israel terhadap konvoi kapal bantuan kemanusiaan, menambah mata rantai kejahatan besar yang dilakukan oleh pemerintah jahat dan durjana di dekade ke tujuhnya yang yang hina.

Ini merupakan sebuah contoh perlakuan kasar dan buas yang selama puluhan tahun dihadapi oleh umat Islam di daerah ini khususnya di negeri teraniaya Palestina. Baca entri selengkapnya »

Wajib Bagi Setiap Muslim Membela Perjuangan Islam Palestina

Kini tidak ada masalah paling urgen dalam kehidupan seorang muslim dan dunia Islam sepenting masalah Palestina. Ini merupakan musibah terbesar yang menimpa setiap muslim dalam periode terakhir. Bagaimana tidak. Musuh-musuh dunia Islam menjadikan sebagian dari rumah umat Islam sebagai tempat berlindung untuk memerangi barisan umat Islam. Membela perjuangan Islam Palestina hukumnya wajib ‘aini dan contoh paling jelas dari jihad difa’i (membela diri) yang ditekankan oleh seluruh ahli fiqih Islam.

Setiap jengkal dari tanah Palestina sama seperti sejengkal rumah umat Islam dan setiap kekuasaan selain pemerintahan Islam dan rakyat muslim Palestina di sana adalah pemerintah penjajah. Di sini bukan masalah anti Yahudi, tetapi masalah rumah umat Islam yang terampas.

Mensyukuri nikmat ilahi harus ditunjukkan oleh umat Islam di berbagai penjuru dunia dengan mendukung bangsa Palestina yang berjuang atas nama Islam secara luas di segala bidang seperti politik, media, dan militer.

Bersahabat dengan mereka yang mendukung secara mutlak perampas tanah Palestina bertentangan dengan sikap permusuhan terhadap Rezim Zionis. Oleh karenanya, menyandarkan diri pada para pendukung rezim ini pasti merupakan penyimpangan dan kesalahan besar. Siapa saja yang memberikan bantuan kepada orang-orang Zionis dan Israel atau melakukan perundingan dengan mereka berarti berada di pihak Israel. Berjuang untuk mengembalikan tanah air Palestina harus punya makna hakiki. Berjuang berseberangan dengan upaya perdamaian. Masalah Palestina adalah perjuangan adalah sebuah kewajiban, sementara perdamaian adalah sebuah pengkhianatan.

Seluruh cendekiawan, penulis, seniman dan mereka yang berkecimpung di media di dunia Islam harus melihat masalah Palestina dengan pandangan kewajiban. Kini mereka harus menyadarkan opini dunia akan ketertindasan luar biasa yang dialami rakyat Palestina. Aksi penyadaran ini harus dilakukan dengan segala bentuk seni.

– – –
Bagian dari pidato Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatullah Al-Udzma Sayyid Ali Khamenei saat bertemu dengan peserta Konferensi Islam Palestina pertama 4/12/1990 (13/9/1369)

Fakta di Tanah Jerussalem; Jangan Pernah Bermimpi DAMAI dengan Rezim ZIONIS

Berikut sedikit saya akan beritahukan rahasia-rahasia penting yang tersembunyi oleh israel yang tidak terpublikasi selama ini. Well, kita akan bahas rahasia ini secara blak-blakan. …
1. Tahukah anda bahwa selain ras yahudi, dilarang membeli atau menyewa tanah di Israel ?
2. Tahukah anda bahwa setiap ras yahudi yang ada di setiap Negara di seluruh dunia menjadi warga Negara Israel secara otomatis? Sementara warga Palestina yang terlahir di tanah negerinya sendiri sejak puluhan abad yang lalu terus diusir ke luar Palestina?
3. Tahukah anda bahwa penduduk Palestina yang menetap di kawasan Israel harus menggunakan kendaraan dengan cat dan warna khusus untuk membedakan antara ras yahudi dan non yahudi?
4. Tahukah anda bahwa Yerusalem bagian timur, Tepi Barat, Gaza dan dataran tinggi Golan dianggap oleh masyarakat internasional khususnya barat dan Amerika sebagai kawasan yang dijajah Israel dan bukan merupakan bagian dari Israel?


5. Tahukah anda bahwa Israel mengalokasikan 85% air bersih hanya untuk ras yahudi dan membagikan 15% sisanya untuk seluruh penduduk Palestina yang menetap di kawasan Israel ? Secara realitas, Israel mengalokasikan 85% air bersih hanya untuk 400 penduduk yahudi di Hebron, sementara 15% sisanya alokasikan kepada 120 ribu penduduk Palestina di daerah itu? Baca entri selengkapnya »

Tentang Pendengki, Bakhil, Penyantun, dan Saling Menuntut

1. Imam Ali as : Al-hasuud abadan ‘aliil wal bakhil abadan dzaliil. Orang dengki itu sakit selamanya dan orang bakhil itu hina selamanya. (Ghurar al-Hikam 1764) (5/5/2010 ; 10:32:18)
2. Imam Ali as: Al-haliim man idza uudziya shabar wa idza zhulima ghafar. Orang yang penyantun ialah orang yang bila disakiti bersabar, bila dizalimi memaafkan. (Ghurar al-Hikam 3892) (10/5/2010 ; 10:31:55)
3. Imam Ali as: Kamaa tadiinu tudanuu. As you give, so shall you get. Sebagaimana kauminta orang lain untuk berbuat, kaujuga akan dituntut hal yang sama (Kalimat Qushar) (12/5/2010 ; 09:32:31)

« Older entries