Tentang Menyusahkan dan Disusahkan, Membiasakan Lidah, dan Ucapan Salam

1. Nabi saw: “Jangan menyusahkan dan jangan disusahkan. Allah akan menyusahkan orang yang suka menyusahkan. Allah akan mempersulit orang yang suka mempersulit.” (al-Kanz 9518 8) (25-6-’08; 09:30:21)
2. Imam Ali: “Biasakan lidahmu dengan perkataan yang menyejukkan dan membahagiakan, pasti banyak pecintamu dan sedikit pembencimu.” (Syarh al-Ghurar 4:329) (11-6-2007;09:30:08 )
3. Imam Husain bin Ali: “Dalam mengucapkan salam, ada 70 kebaikan: 69 bagi yang mengucapkan dan 1 bagi yang memberikan jawaban.” (Al-Bihar 78:120 ) (09:32:09)

Iklan

Mengapa Saya Suka Bahasa Indonesia?

Bahasa Indonesia memang lebih nyaman. Coba aja ngomong kalimat-kalimat di bawah ini.

Bahasa Indonesia:
‘Tiga nenek sihir melihat tiga buah arloji merk Swatch. Nenek sihir mana melihat pada arloji Swatch yang mana?’

Dalam bahasa Inggris:
‘Three witches watch three Swatch watches. Which witch watch which Swatch watch?

Yang lainnya…

Bahasa Indonesia:
‘Tiga nenek sihir biseksual mengagumi kenop kenop dari tiga arloji Swatch. Nenek sihir biseksual mana yang memandangi kenop arloji Swatch yang mana?’

Dalam bahasa Inggris:
‘Three switched witches watch three Swatch watch switches. Which switched witch watch which Swatch watch switch?

Pengin tahu, ternyata bahasa jawa juga gak kalah belibetnya dibanding bahasa Inggris gitu, loh :

Bahasa Indonesia :
Ketika saya kelas 2 (SD) ,pembantu saya grosiran kalung dan (jualan) kolak dari (buah) kolang-kaling (sebanyak) 2 kilo di seberang sungai ..gitu,lho!

Bahasa Jawa (kawi) :
Kolo kulo kelas kalih kuli kulo kulak kalung kalian kolak kolang-kaling kalih kilo kulon kali ..kae, lo! ..:-)

(Dari milis tetangga. Maaf jika repost)

Tentang Mereka yang Tertipu Tuhan, Kejelekan Bohong, dan Suatu Peringatan

1. Imam Ali: “Di antara orang yang tertipu Tuhan ialah yang terus mengulangi maksiat sambil berharap Tuhan akan mengampuninya.” (Tanbih al-Khawatir, hal.318 (23-6-2008; 09:30:09)
2. Nabi saw: “Bohong lebih buruk dari minuman keras” (Al-Bihar, 72: 236). Jika kamu minum, kamu merusak akalmu sendiri. Jika kamu bohong, kamu merusak akal banyak orang. (20-6-2008; 09:30:07)
3. “Wahai manusia, tidakkah kamu malu? Kamu kumpulkan apa yang tidak kamu gunakan, kamu bangun rumah yang tidak kamu huni, kamu harapkan apa yang tidak kamu capai.” (Jami al-Ahadits 9: 134) (18-6-2008; 09:30:15)

Catatan Gandhi

”Saya akan memberi Anda sebuah jimat. Setiap kali Anda ragu-ragu, atau ketika ego memenuhi Anda, terapkan tes berikut. Ingatlah wajah orang yang termiskin dan yang paling lemah yang mungkin telah Anda lihat, dan tanyakan pada diri Anda, apakah langkah yang Anda renungkan akan bermanfaat baginya. Akankah ia mendapatkan sesuatu dengannya? Akankah itu memulihkannya kepada suatu kendali atas kehidupdan dan nasibnya sendiri? Dengan kata lain, akankah itu mengarah kepada swaraj [kebebasan] dari kelaparan secara jasmani dan rohani? Maka Anda akan menemukan keraguan-keraguan Anda dan egomu hancur meleleh.”

-Salah satu catatan terakhir yang ditinggalkan oleh Gandhi pada tahun 1948, yang mengungkapkan pemikiran sosialnya yang terdalam.

Sumber: Mahatma Gandhi [Last Phase, Vol. II (1958), hal.65].

ABDUL HADI WM: “KEBUDAYAAN ISLAM ITU BUKAN KEBUDAYAAN ARAB”

Perkembangan Islam di nusantara dengan segala keragaman dan budayanya, tidak bisa dilepaskan dari konteks sejarah masuknya Islam di nusantara. Munculnya Nahdhatul Ulama yang lebih akulturatif terhadap kebudayaan dan Muhammadiyah yang puritan juga tidak bisa lepas dari konteks ini. Tentang bagaimana Islam masuk ke nusantara dan perkembangannya, berikut adalah wawancara Fachrurozi dan Deni Agusta dari Pusat Studi Islam dan Kenegaraan dengan Abdul Hadi WM di Univ. Paramadina, Jum’at, 16 Mei 2008. Berikut pandangannya tentang Cak Nur.

Secara kultural, Islam Indonesia berbeda dengan Islam yang ada di Timur Tengah, juga dengan Islam yang ada di Afrika Utara dan Eropa, apa karakteristik utamanya yang menyebabkan itu berbeda?

Karena faktor-faktor historis perkembangan Islam Indonesia, di sisi lain adalah masa yang berkembang, kemudian corak Islam yang berkembang yang dibawa ke Indonesia pada permulaannya, di mana Islam hanya sebagai proses informasi. Informasi itu kan melalui media juga bisa, melalui dialog, atau juga bisa melalui intergrasi. Dari situ bisa terjadi proses dengan sendirinya. Baca entri selengkapnya »

Ihwal Tiga Tanda Riya, Balasan Membuka Aib Orang, dan Ciri Orang Jahat

1. Nabi saw: “Tiga tanda orang riya: sangat rajin di depan orang, sangat malas ketika sendirian, selalu menginginkan pujian dalam setiap perbuatan.” (Nahjul Fashahah, 2302) (9-6-2008; 09:30:10)
2. Nabi saw: “Siapa yang senang membuka aib orang lain, Allah akan menampakkan aibnya sampai mempermalukannya di rumahnya sendiri.” (Targhib 3:239; HR Ibnu Majah)
3. Imam Ali as: “Min ‘alaamatisy syaqaa ghisysyush shiddiiq. Salah satu ciri jahatnya orang ialah mengkhianati (menipu) orang lain yang setia.” (Ghurar al-Hikam) (4-6-2008; 09:30:10)

Beberapa Catatan Mengenai SKB

Akhirnya, Senin (9/6) kemarin, keluar juga SKB mengenai Ahmadiyah. Dengan seluruh ambiguitas yang ada dalam teks surat itu, dokumen itu jelas-jelas merupakan pelanggaran yang telanjang atas konstitusi negara kita yang menjamin kebebasan beragamaa dan keyakinan.

Pihak pemerintah mengatakan bahwa SKB ini bukanlah tindakan pembubaran Ahmadiyah sebagai organisasi. Pernyataan ini hanya membuat masyarakat, terutama warga Ahmadiyah, dalam situasi ambigu yang membingungkan. Baca entri selengkapnya »

Strukturisasi Naskah Editan

Salah satu hal yang terpenting ketika melakukan editing adalah strukturisasi naskah.
Dan itu adalah hal pertama yang harus dilakukan oleh seorang editor ketika memegang naskah mentah dari penulis. Jika kita beruntung bertemu dengan penulis yang sudah mempunyai kemampuan strukturisasi naskah yang baik tentunya pekerjaan kita akan menjadi lebih mudah. Tapi bagaimana jika kita bertemu dengan naskah yang strukturisasinya tidak jelas. Mana judul, subjudul, dan segala tetek bengek yang berkaitan dengannya. Sudahlah indahnya dunia ini jika sudah bertemu yang seperti itu. Baca entri selengkapnya »

Indahnya Menyunting

Sunting awalnya merupakan kata benda yang bermakna hiasan (bunga dsb) yg dicocokkan di rambut atau di belakang telinga. Kata kerjanya menjadi menyuntingkan yaitu 1 mencocokkan bunga dsb pd rambut atau di belakang telinga sbg hiasan; 2 ki mencantumkan (kata pendahuluan dl buku dsb). Selanjutnya, sunting memiliki makna lain sebagai kata kerja yang dipadankan dengan editing dalam dunia penerbitan.

Dengan melihat asal usul katanya, tampak bahwa editing lebih dekat dengan seni untuk mencocokkan atau menyelipkan sesuatu sebagai hiasan. Lalu, dalam soal pernaskahan, editing menjadi seni memilah, memeriksa, dan menata kata-kata sehingga layak untuk dipertunjukkan ke publik pembaca. Para pelakunya kemudian disebut penyunting sebagai padanan dari editor. Baca entri selengkapnya »

Dahsyatnya Tung dan Trisno

Berikut ini ada postingan milis yang saya ikuti
Minggu pagi, 1 Juni 2008, masyarakat Serang, Banten, dikejutkan dengan hujan uang dari pesawat layang Jabiru. Tidak tanggung-tanggung, uang dengan pecahan 1.000, 5.000, dan 10.000 itu ditebarkan 8 kali.
Bersama uang, turut ditebar 1.200 tiket seminar 3 hari Financial Revolution gratis seharga Rp5 juta. Konon uang yang disebar senilai seratus jutaan dan harga tiket jika dirupiahkan adalah Rp6 M! Itulah pekerjaan Tung Desem yang menghebohkan di pertengahan tahun ini. Baca entri selengkapnya »