Malam al-Qadr (5)

Ya, ucapan selamat dan ribuan selamat bagi orang yang telah mampu untuk meraih karunia Ilahi dengan melakukan secara benar apa-apa yang telah diuraikan. Namun orang yang tidak atau belum mendapatkan karunia Ilahi dalam melakukan semua ibadah dan amalan tersebut, apalagi tidak, jangan sampai diperdaya oleh setan yang membisikkan kepadanya:
“Engkau bukanlah orang yang mampu melakukan semua ibadah yang menjemukan ini sebagaimana semestinya dilakukan. Karena itu, sia-sialah mencemaskan dirimu sendiri, tinggalkanlah, dan kerjakanlah urusanmu sendiri. Karena, perbuatan yang tidak dilakukan secara sempurna tidak akan memberikan pahala apapun bagimu.”
Dengan cara ini, setan berhasrat agar si mukmin berhenti melakukan apa-apa yang ia harus lakukan, yang justru bakal menutup jalan keselamatan dan kebajikan pada dirinya sendiri selamanya. Dengan kelalaian dan tipu daya ini, ia akan memerosokkan diri ke dalam bahaya serius. Karenanya, ia semestinya tidak memperhatikan bisikan-bisikan setan ini dan tidak menunjukkan kelalaian dalam melakukan apa-apa yang bisa ia lakukan, meskipun tampaknya sangat tidak berarti. Sebab, amal-amal dan ibadah-ibadah tersebut, betapapun kecilnya, memiliki iluminasi [pencerahan, peny.] dan pahala yang akan memudahkan pelakunya mendapatkan karunia Ilahi berupa melakukan amalan dan ibadah lain yang sangat membantu agar dapat menunaikan ibadah yang sempurna. Baca entri selengkapnya »

Malam Al-Qadr (4)

Sejumlah Amalan Lain yang Dilakukan Selama Malam al-Qadr

1. Pesuluk yang cermat mendirikan shalat dua rakaat pada setiap malam al-Qadr. Dalam setiap rakaatnya membaca Surah al-Fatihah (1 kali) dan Surah al-Ikhlas (70 kali). Usai salam membaca zikir astaghfirullâhi rabbi wa atûbu ilaihi (aku memohon ampun kepada Allah, Tuhanku dan aku bertobat kepada-Nya). Kemudian ajukan permintaan akan kebutuhan dan keinginannya kepada Allah Swt.
2. Melakukan shalat khusus 100 rakaat di malam al-Qadr. Setiap selesai dua rakaat, bacalah doa yang telah diwariskan oleh para maksum as doa-doa yang sangat bernilai dan berbobot, yang mengandung hikmah-hikmah mendalam, butir-butir yang lembut, dan pelajaran-pelajaran luhur mengenai Allah ‘Azza wa Jalla, Sifat-sifat, Nama-nama suci, kemurahan dan kasih sayang, kebijaksanaan dan keadilan-Nya, kehendak dan ketetapan Tuhan, adab-adab dan cara berdoa kepada Allah.

Ulasan tentang Adab Berdoa
Tentu saja, jangan sampai dilupakan bahwa doa-doa ini haruslah dibaca dalam keadaaan yang sepenuhnya sadar, terjaga, dan hati yang hadir. Diberkatilah orang yang membaca doa dengan hati yang hadir sehingga mempengaruhi hati dan jiwanya. Segala sesuatu yang diucapkan oleh lidahnya juga dibenarkan oleh hati dan jiwanya. Apabila karena doa-doa ini tidak ada pahala dan rahmat apapun, selain hanya berpengaruh pada hati dan jiwanya, tentu saja orang harus mengerahkan semua energi, kekuatan, dan usaha-usahanya dengan hati dan jiwa untuk menyempurnakan pengaruh ini. Hendaklah diketahui untuk setiap kata dan kalimat, ada ganjaran, rahmat, dan pencerahan, yang tak seorang pun mampu untuk mengukur pahala dan rahmat tersebut. Baca entri selengkapnya »

Hadis-hadis dari Imam Hasan Mujtaba as

Menjelang peringatan kelahiran Imam Hasan Mujtaba bin Ali bin Thalib (salam atas mereka berdua) pada tanggal 15 Ramadhan, ada baiknya kita mengenal hadis-hadis yang diriwayatkan oleh beliau.
Berikut beberapa hadis dari beliau yang saya kutip dari Muntakhab Mizan al-Hikmah
Adab Makan
Imam Hasan Mujtaba as berkata, “Di dalam hidangan terdapat dua belas perkara yang wajib diketahui oleh setiap Muslim, yaitu: empat kewajiban, empat perbuatan sunah, dan empat adab. Adapun empat kewajiban adalah: makrifat, ridha, membaca Bismillah, dan syukur. Adapun empat perbuatan sunah adalah: berwudhu sebelum makan, duduk pada sisi yang kiri, makan dengan tiga jari, dan menjilat jari-jari (setelah makan). Adapun empat adab adalah: makan yang di dekatmu, mengecilkan suapan (makanan), membaguskan kunyahan, dan sedikit memandangi wajah orang-orang.”
Nas Imamah
Diriwayatkan dari Imam Hasan as, “Sesungguhnya Husain bin Ali as, setelah wafatnya aku dan berpisahnya ruh dari tubuhku, adalah imam sepeninggalku. Dan di sisi Allah yang nama-Nya teragung dalam al-Kitab (al-Quran), (al-Husain) merupakan warisan dari Nabi saw. Allah Azza Wajalla menggabungkan baginya di dalam warisan ayah dan ibunya. Maka Allah mengetahui bahwasanya kalian adalah makhluk pilihan-Nya. Kemudian Dia memilih Muhammad saw di antara kalian, Muhammad saw memilih Ali as, Ali as memilihku sebagai imam, dan aku memilih al-Husain as (sebagai Imam sepeninggalku).”
Tatkala ayahnya bertanya kepadanya perihal tamak (asy-syuhha), Imam Hasan Mujtaba as menjawab, “Yaitu, engkau menganggap apa yang ada di kedua tanganmu adalah kemuliaan, sedangkan apa yang engkau nafkahkan adalah kerugian.”
Kepengecutan
Tatkala ditanya tentang kepengecutan, Imam Hasan Mujtaba as menjawab, “Ia adalah keberanian terhadap teman dan menghindar dari musuh.”
Kebodohan
Tatkala ayahnya (Imam Ali as) bertanya tentang makna kebodohan, Imam Hasan Mujtaba as berkata, “Kecepatan melompat pada kesempatan sebelum memiliki kemampuan, dan kesukaran dalam menjawab.”
Sabar
Tatkala ditanya tentang sabar, Imam Hasan as menjawab, “Meredam amarah dan menguasai diri.”

Malam Al-Qadr (3)

Persiapan Malam al-Qadr
Usaha moral lainnya untuk malam ini adalah menjelang tiba waktunya, seorang pesuluk yang awas harus merencanakan mukadimahnya. Di antaranya ialah selama beribadah di malam ini seyogianya ia memilih tempat, pakaian, dan wewangian yang sesuai sebelumnya untuk mencurahkan diri berkomunikasi dengan Allah Swt, juga berkomunikasi dengan para pemimpinnya, yakni para Imam maksum as. Seyogianya ia mempersiapkan tema-tema dan kandungan-kandungan doa yang sesuai dengan itu. Untuk bersedekah selama malam ini, misalnya, sebaiknya ia menyediakan sejumlah uang. Bahkan bagi undangan para tamu, dan pembayaran sedekah itu ia harus merencanakan sebelumnya guna memilih tamu-tamu yang paling sesuai dan orang miskin yang ikhlas yang sesungguhnya berhak mendapat tunjangan finansial. Baca entri selengkapnya »

Awas Bahaya Es Teh Bagi Ginjal!

Siapa tak suka minum es teh? Rasanya yang manis menyegarkan, berpadu dengan harga murah membuat es teh menjadi minuman favorit di segala suasana, termasuk saat berbuka puasa.

Popularitas es teh terbukti dengan kehadirannya di hampir semua tempat makan, mulai dari kelas warung hingga restoran mahal. Mungkin banyak yang setuju dengan jargon es teh kemasan, “Apapun makanannya, minumnya tetap es teh.”

Tapi tahukah Anda, di balik kenikmatannya, es teh menyimpan potensi merugikan bagi kesehatan. Penelitian Loyola University Chicago Stritch School of Medicine mengungkap bahwa konsumsi es teh berlebih meningkatkan risiko menderita batu ginjal.

Seperti dikutip dari laman Times of India, es teh mengandung konsentrasi tinggi oksalat, salah satu bahan kimia kunci yang memicu pembentukan batu ginjal. “Bagi mereka yang memiliki kecenderungan sakit batu ginjal, es teh jelas menjadi minuman terburuk,” kata Dr John Milner, asisten profesor Departemen Urologi, yang tergabung dalam penelitian.

Milner mengatakan, teh panas sebenarnya juga menyimpan efek buruk yang sama. Hanya, takaran penyajian teh panas biasanya lebih kecil. Logikanya, orang meminum teh panas tak akan sebanyak minum es teh. Jarang orang yang mengonsumsi teh panas saat haus. Berbeda dengan es teh, di mana banyak orang sanggup meminumnya lebih dari segelas saat haus dan udara panas.

Pria, wanita posmenopause dengan tingkat estrogen rendah, dan wanita yang pernah menjalani operasi pengangkatan indung telur paling rentan terpapar dampak buruk es teh. Oleh karenanya, Milner menyarankan, mengganti konsumsi minuman itu dengan air putih, atau mencampurnya dengan lemon. “Lemon kaya kandungan citrates, yang dapat menghambat pertumbuhan batu ginjal,” kata Milner.

Batu ginjal adalah kristal kecil yang terbentuk dari mineral dan garam yang biasanya ditemukan dalam air seni, ginjal atau saluran kemih. Mineral tak terpakai itu umumnya bisa keluar dari tubuh bersama urin, tapi dalam kondisi tertentu bisa mengendap dan membatu di dalam saluran kemih.

Peneliti juga mengungkap sejumlah makanan lain yang berpotensi menyimpan efek buruk. Mereka menyebut antara lain: bayam, cokelat, kacang-kacangan, garam, dan daging.

Sebaiknya, konsumsi es teh dan makanan-makanan itu secara moderat demi kesehatan ginjal. Padukan pula dengan makanan tinggi kalsium yang dapat mereduksi oksalat. Dan, tentu saja perbanyak minum air putih. (Sumber: http://id.news.yahoo.com/viva/20100823/tls-bahaya-es-teh-bagi-ginjal-34dae5e.html)

Malam Al-Qadr (2)

Derajat-derajat Malam al-Qadr
Bisa disimpulkan dari sejumlah hadis bahwa ada derajat-derajat dan tingkatan-tingkatan untuk malam al-Qadr. Untuk setiap malam tersebut—yakni malam 19, 21, 23, dan 27 Ramadhan—bisa dianggap memiliki salah satu derajat yang dimaksud. Dan malam yang memiliki keistimewaan paling utama telah disebutkan dalam al-Quran setara dengan seribu bulan. Segala sesuatu telah ditetapkan di malam ini dan yang tidak akan berubah adalah malam 23 Ramadhan yang juga dikenal sebagai malam Juhanni.* Orang yang ingin agar tindakannya tepat dan pasti, lebih baik tidak tidur selama empat malam ini. Tentu saja, ada sejumlah hadis lain mengenai malam al-qadr. Tetapi, karena keabsahannya dipertanyakan, maka tidak layak untuk menjelaskan hadis-hadis tersebut di sini.

Meminta kepada Allah agar Melimpahkan Kemudahan di Malam al-Qadr
Bagi orang beriman dan menghargai ayat-ayat al-Quran dan hadis-hadis imam maksum, semestinya melakukan upaya sebaik-baiknya untuk merayakan malam-malam ini. Usaha-usaha yang diinginkan dan harus dijalankan adalah bahwa selama sepanjang tahun sebelum tibanya malam al-Qadr, ia mesti berkali-kali memohon kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar melimpahkan kepadanya taufik untuk bisa terjaga selama malam ini; merahmatinya dengan perbuatan-perbuatan paling diakui dan dicintai; menjadikan malam itu lebih utama ketimbang seribu bulan baginya; menjadikannya sebagai orang yang paling dicintai dan paling dekat dengan-Nya selama malam tersebut; menganugerahinya dengan cinta, ilmu, kedekatan, kesatuan, keridhaan, dan izin-Nya berikut kekayaan, kebahagiaan, dan kemakmuran. Ia harus ridha atas semua pemberian sedemikian rupa dengan keyakinan bahwa setelah ini ia tidak akan pernah lagi tidak ridha dengan keputusan-Nya. Ia harus menjadikan para nabi, imam, terutama Imam Zaman (semoga Allah mempercepat kemunculannya) ridha kepadanya; dan mencurahkan hidupnya dalam kedekatan dengan-Nya, sehingga kehidupannya ditemani oleh restu insan-insan sempurna yang juga mendoakan agar ia dilimpahi karunia Ilahi demi berhasil dalam membangun ketaatan kepada Allah dan menjadikan tujuan akhirnya adalah ridha Allah Swt.
(Bersambung, insya Allah) (Dinukil dari: Puasa Lahir Puasa Batin)

Catatan
*)Abu Yahya Abd Allah bin Unais Juhanni: seorang penggembala dari kabilah Juhan sampai di depan Nabi saw dan berkata, “Wahai Nabi Allah! Saya ingin Anda memerintahkan agar selama satu malam di malam-malam Ramadhan, saya datang ke Madinah dan mendirikan shalat.” Nabi saw memanggilnya pada malam 23 Ramadhan. Oleh karena ini, malam ini terkenal dengan sebutan malam Juhanni (Bihâr al-Anwâr, jil.99, hal.20; Usud al-Ghabah, jil.3, hal.20

Malam Al-Qadr (1)

SALAH satu hal paling penting di bulan ini adalah malam kekuasaan (lailat al-qadr)—malam yang lebih utama ketimbang seribu bulan, seribu bulan jihad, seribu bulan kekuasaan. Ibadah di malam tersebut lebih utama ketimbang seribu bulan ibadah (sebagaimana telah dijelaskan dalam hadis-hadis, sesungguhnya, malam al-qadr adalah malam yang sangat berharga dan khusus). Sesuai dengan tafsiran al-Quran ia merupakan malam yang sangat menjanjikan dan baik. Sebagaimana disimpulkan dari berbagai hadis, di malam ini rezeki dan usia para hamba, baik dan buruknya urusan mereka, ditetapkan Allah Swt. Al-Quran suci diturunkan di malam ini, begitu pula para malaikat, semuanya diturunkan ke bumi. Ketika melewati majelis kaum mukmin, mereka menyampaikan shalawat dan pujian kepada mukminin tersebut sambil terus memperhatikan serta menjaga shalat dan doa mereka sampai terbit fajar.
Diriwayatkan pula bahwa selama malam tersebut, semua doa diterima. Tidak satu pun doa yang tak terjawab melainkan hal berikut: (i) anak yang durhaka dan membuat orang tuanya marah; (ii) orang yang memutuskan hubungan kekerabatan dengan kerabatnya sendiri; (iii) orang yang memiliki kebencian dan balas dendam kepada seorang mukmin di dalam hatinya; (iv) orang yang mengkonsumsi alkohol.
Dalam buku al-Iqbal, ada sebuah hadis yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad saw bahwa: “Nabi Musa as dalam doanya berkata, ‘Ya Allah, aku ingin kedekatan dan kesatuan dengan-Mu.’ Allah menjawab, ‘Kedekatan dan kesatuan dengan-Ku milik orang yang tetap terjaga selama malam al-Qadr.’ Nabi Musa as berkata, ‘Ya Allah, aku ingin rahmat dan ampunan-Mu.’ Allah menjawab, ‘Rahmat-Ku milik orang yang menyantuni orang miskin di malam al-Qadr.’ Nabi Musa as berkata, ‘Ya Allah, aku ingin melewati jembatan shirâth al-mustaqîm dengan selamat.’ Allah menjawab, ‘Keamanan dalam melewati jembatan shirâth milik orang yang membayar sedekah di malam al-Qadr.’ Nabi Musa as berkata, ‘Ya Allah, aku ingin buah dan pohon surga.’ Allah menjawab, ‘Keduanya itu milik orang yang tidak lupa mengingat dan memuji-Ku di malam al-Qadr.’ Nabi Musa as berkata, ‘Ya Allah, aku ingin mendapatkan ridha dan izin-Mu.’ Allah menjawab, ‘Ridha dan izinku milik orang yang melakukan shalat dua rakaat di malam al-Qadr.’”
Dalam buku yang sama, al-Iqbal, diriwayatkan dari Nabi saw, “Di malam al-Qadr, pintu-pintu langit dibuka. Tidak ada yang didapatkan oleh seorang hamba yang menunaikan shalat di malam ini melainkan Allah menanamkan pohon di surga untuk setiap sujudnya—pohon yang cabangnya dan naungannya sedemikian besar sehingga apabila seorang pengelana berjalan selama seratus tahun melalui naungannya ia belum bisa melewatinya. Bagi setiap rakaat akan dibangunkan satu rumah untuknya di surga, rumah yang dihiasi dan dibangun dengan mutiara-mutiara, topas, dan permata rubi. Untuk setiap ayat yang dibacanya, dibuatkan sebuah mahkota dari mahkota-mahkota surga. Untuk setiap tasbihnya, dijadikan seekor burung dari burung-burung surga. Untuk setiap duduknya [dalam shalat] diberikan satu derajat dari derajat-derajat surga. Untuk setiap tasyahud, dibangunkan sebuah kamar dari kamar-kamar surga. Dan untuk setiap salam, dijadikan sehelai jubah dari jubah-jubah surga. Semua itu akan dikaruniakan Allah kepadanya. Dan di waktu fajar, para sahabat, yang muda-muda dan bersahabat; yaitu bidadari-bidadari surga—yang suci dan menawan, hamba yang taat dan berpakaian bagus; kuda-kuda—yang paling jinak dan berlari cepat; bunga-bunga; tumbuh-tumbuhan hijau dan bau-bau yang harum, arus sungai yang mengalir menawan, serta karunia-karunia lainnya yang menyenangkan jiwa dan mencerahkan mata, juga akan diberikan Allah kepadanya.” (Bersambung, insya Allah)

Dinukil dari: Puasa Lahir Puasa Batin, Ayt. Maliki Tabrizi, (Penerbit Al-Huda).

12 Purnama

Tidak ada sesuatu pun kepada siapa pun kita bisa mengikat diri kita, tak peduli seberapa berat kita mencoba. Dengan lewatnya waktu, keadaan akan berubah dan kondisi-kondisi yang menimbulkan hasrat kita sekarang akan berubah. Kalau begitu mengapa melekat pada hasrat-hasrat itu sekarang?

Ucapan yang aku kutip dari Untaian Mutiara Kebajikan ini, terasa nendang banget bagiku. Setahun silam, aku sempat memimpikan kau ragu dengan keputusanmu sehingga dengan demikian engkau akan kembali kepadaku. Salah satu derita orang “emosional” adalah ketika kita dihadapkan dengan persoalan perpisahan ia tak akan mudah untuk menerima kenyataan itu. Mereka butuh waktu yang cukup lama untuk melupakan segala kenangan silam. Naasnya, aku sedikit terdominasi oleh jiwa semacam itu. Malu sendiri betapa lebaynya aku.

Jadinya, ungkapan yang diambil dari buku di atas menambah kesadaranku betapa keadaan dan hukum-hukumnya akan membawa perubahan kepada seseorang secara bertahap. Kini tugasku adalah memperbaiki dharma setulus mungkin sehingga karma buruk bisa kuhindarkan.

Keutamaan Shalawat

Bershalawat kepada Rasulullah saw dan Ahlulbaitnya (sa) memiliki banyak keutamaan bagi kita di dunia dan akhirat. Keutamaannya antara lainnya:

1. Rasulullah saw bersabda: “Pada hari kiamat aku akan berada di dekat timbangan. Barangsiapa yang berat amal buruknya di atas amal baiknya, aku akan menutupnya dengan shalawat kepadaku sehingga amal baiknya lebih berat karena shalawat.” (Al-Bihar 7/304/72)

2. Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang bershalawat kepadaku tiga kali setiap hari dan tiga kali setiap malam, karena cinta dan rindu kepadaku, maka Allah azza wa jalla berhak mengampuni dosa-dosanya pada malam itu dan hari itu.” (Al-Da’awat Al-Rawandi: 89, bab 224, hadis ke 226)

3. Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang bershalawat kepadaku ketika akan membaca Al-Quran, malaikat akan selalu memohonkan ampunan baginya selama namaku berada dalam kitab itu.” (Al-Bihar 94/71/65)

4. Rasulullah saw bersabda: “Pada suatu malam aku diperjalankan untuk mi’raj ke langit, lalu aku melihat malaikat yang mempunyai seribu tangan, dan setiap tangan mempunyai seribu jari-jemari. Malaikat itu menghitung dengan jari-jemarinya, lalu aku bertanya kepada Jibril, ‘Siapakah malaikat itu dan apa yang sedang dihitungnya?’ Jibril menjawab, ‘Dia adalah malaikat yang ditugaskan untuk menghitung setiap tetesan hujan, ia menghapal setiap tetesan hujan yang diturunkan dari langit ke bumi.’ Kemudian aku bertanya kepada malaikat itu: ‘Apakah kamu mengetahui berapa tetesan hujan yang diturunkan dari langit ke bumi sejak Allah menciptakan dunia?’ Ia menjawab: ‘Ya Rasulullah, demi Allah yang mengutusmu membawa kebenaran kepada makhluk-Nya, aku tidak hanya mengetahui setiap tetesan hujan yang turun dari langit ke bumi, tetapi aku juga mengetahui secara rinci berapa jumlah tetesan hujan yang jatuh di lautan, di daratan, di bangunan, di kebun, di tanah yang bergaram, dan yang jatuh di kuburan.’
Kemudian Rasulullah saw bersabda, ‘Aku kagum terhadap kemampuan hapalan dan ingatanmu dalam perhitungan itu.’ Kemudian malaikat itu berkata, ‘Ya Rasulullah, ada yang tak sanggup aku menghapal dan mengingatnya dengan perhitungan tangan dan jari-jemariku ini.’ Rasulullah saw bertanya, ‘Perhitungan apakah itu?’ Ia menjawab, ‘Ketika suatu kaum dari umatmu menghadiri suatu majelis, lalu namamu disebutkan di majelis itu, kemudian mereka bershalawat kepadamu. Pahala shalawat mereka itulah yang tak sanggup aku menghitungnya.” (Al-Mustadrak Syeikh An-Nuri, jilid 5: 355, hadis ke 72)

5. Rasulullah saw bersabda: “Sebagaimana orang bermimpi, aku juga pernah bermimpi pamanku Hamzah bin Abdullah dan saudaraku Ja’far al-Thayyar. Mereka memegang tempat makanan yang berisi buah pidara lalu mereka memakannya tak lama kemudian buah pidara itu berubah menjadi buah anggur, lalu mereka memakannya tak lama kemudian buah anggur itu berubah menjadi buah kurma yang masih segar. Saat mereka memakan buah kurma itu tak lama segera aku mendekati mereka dan bertanya kepada mereka: Demi ayahku jadi tebusan kalian, amal apa yang paling utama yang kalian dapatkan? Mereka menjawab: Demi ayahku dan ibuku jadi tebusanmu, kami mendapatkan amal yang paling utama adalah shalawat kepadamu, memberi minuman, dan cinta kepada Ali bin Abi Thalib (sa).” (Al-Da’awat Al-Rawandi, hal. 90, bab 224, hadis ke 227)
Baca entri selengkapnya »

Tentang Murka Allah, Mencintai Kebaikan dan Pelakunya serta Yang Paling Mulia dan Yang Dibenci oleh Allah

1. Nabi saw bersabda: Innallaha laa yaghdhabu idza mudihal faasik. Allah murka jika orang durhaka dipuja. (Mishbal al-Syarii’ah 264) (26/05/2010-10.31)
2. Nabi saw bersabda; Cintailah kebaikan dan orang baik, karena demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, kebahagiaan dan keberkahan itu bersama mereka. (Kanzul Ummal 6: 345) (30/06/2010-10.31)
3. Nabi saw: Yang paling mulia di sisi Allah ialah yang paling banyak lapar dan tafakur. Yang paling dibenci Allah ialah tukang makan, tukang tidur, dan peminum. (Tanbih al-Khawatir 1: 124) (9/7/2010-10.01)

« Older entries