Buku Baru: Syi’ah: Ajaran & Praktiknya

 

 

 

Image

Judul                : Syi’ah: Ajaran & Praktiknya

Penulis             : Ja’far Subhani

Penerjemah    : Ali Yahya & Heydar Ali Azhim

Penyunting      : Dede Azwar Nurmansyah

Penerbit          : Nur Al-Huda

Tebal               : 300 halaman

Ukuran             : 15.5 x 23.5

Harga              : Rp 45.000,-

 

Di Barat, kajian Syi’ah mengalami peningkatan yang luar biasa sejak merebaknya revolusi Islam Iran. Ini terbukti dengan banyaknya publikasi sejumlah buku dan artikel terkait ajaran ini. Kebanyakan studi yang dikembangkan dalam terbitan-terbitan tersebut terfokus pada pertumbuhan Syi’ah secara historis, perbedaan antara Syi’ah dan Ahlusunnah, atau perilaku politik Syi’ah dalam konteks politik kekerasan. Di Indonesia, pada awalnya tren seperti itu tampak pada buku Dialog Sunnah-Syi’ah karya Syarafuddin Musawi, Syi’ah: Asal Usul Pertumbuhan dan Perkembangannya karya Allamah Thabathaba’i, dan Ikhtilaf Sunnah-Syi’ah karya Syarafuddin Musawi, sekitar 1980-an. Baru kemudian, bermunculan topik-topik yang beragam yang lebih membahas dapur keilmuan Syi’ah seperti Fikih Ja’fari, 40 Hadis, dan lain-lain.

Buku ini merupakan pengecualian yang berharga. Penulisnya adalah Ayatullah Ja’far Subhani, seorang mufasir, penulis prolifik, penulis biografi Rasulullah saw (Risalah; the Message: The Holy Prophet of Allah) dan Imam Ali (Furugh-I vilayat). Baca entri selengkapnya »

Iklan

Karl Marx ke Madura

Karl Marx mengunjungi Madura. Ia tertarik dengan kehidupan rakyat di sana. Bagaimana kondisi perekonomian Madura, kesejahteraan masyarakat kecil yang unik di dalamnya. Marx sebenarnya penasaran ingin melihat kaum proletar di sana setelah dibangunnya (jembatan) Suramadu.
Malam pertama di Madura, Marx ingin menikmati sate spesial ala Madura. Pesanan segera datang. Melihat besarnya sate tersebut, Marx terkagum-kagum. Setelah selesai makan, ia bertanya kepada pelayan,”Sate itu dari daging apa tadi? Rasanya kok enak sekali.”
Pelayan menjawab bahwa itu adalah daging sapi yang mati saat bertanding karapan sapi. Mendengar itu, Marx merasa mual perutnya. Tapi karena enak, ia pikir tidak apa-apa.
Esok malamnya, Karl Marx mampir untuk menikmati sate lagi. Tapi kali ini satenya tidak sebesar yang kemarin. Rasanya tidak kalah enak. Namun Marx penasaran mengapa satenya jadi lebih kecil.
“Mas, kenapa sate yang sekarang lebih kecil dari yang kemarin malam?” tanya Marx.
“Oh,” jawab pelayan, “Soalnya dalam karapan hari ini, yang mati adalah penunggangnya.”
(Rif’an Anwar, Si Buta dari Gua Plato,(Kanisius: Yogyakarta, 2011),hal.155.

Kamus Asmaul Husna is Very Good!

Judul : Kamus Asmaul Husna: Metode Penyembuhan Secara Tuhan
Penulis : Syekh Maqdisi dan Allamah Kaf’ami
Penerbit : Trimba
Harga : Rp 45.000,-

Satu lagi karya tentang nama-nama Tuhan telah terbit, Kamus Asmaul Husna: Metode Penyembuhan Secara Tuhan. Dikompilasi dari dua karya penulis klasik, Syekh Maqdisi dan Allamah Kaf’ami, buku ini dimulai dari pembahasan riwayat-riwayat mengenai 99 asmaul husna Allah. Sementara Syekh Maqdisi mengambil dari jalur Ahlusunnah, Allamah Kaf’ami merujuknya dari keluarga Nabi, Ahlulbait as.
Pada bagian selanjutnya, Allamah Kaf’ami membahas secara mendalam setiap nama Tuhan yang tidak dikupas oleh Syekh Maqdisi. Pada bagian ini, pembaca akan menemukan masing-masing nama indah Tuhan memiliki pengertian yang sangat mendalam.Penyertaan catatan kaki yang ekstensif pada bagian ini memperkuat pernyataan tersebut.
Bagian terakhir dari buku ini dilengkapi oleh Kaf’ami dengan serangkaian daftar doa-doa dengan menggunakan nama-nama Allah mulai dari huruf alif hingga ya.
Agar kandungan setiap doa yang diawali dengan nama-nama Allah itu berhasil atau dikabul, pihak editor telah melampirinya dengan syarat-syarat dan adab-adab berdoa, tabel-tabel zikir dengan nama Tuhan untuk menyembuhkan atau mengatasi kesulitan-kesulitan kaum muslim.
Pokoke, buku KAMUS ASMAUL HUSNA is very good!

Misteri Nyawa

Judul : Misteri Nyawa: Antara Fikih dan Kedokteran Modern
Penulis : Prof. Dr. Muhammad Ashif Muhsini
Penerjemah : Irwan Kurniawan
Penerbit : Al-Huda
Tahun Terbit: Februari 2010
Ukuran : 13.5 x 20.5 cm
Tebal : 152 halaman
Harga : Rp 30.000,-

Kematian itu apa? Apakah ia berarti hilangnya fungsi jantung pada manusia? Bagaimana kalau jantungnya tidak berfungsi tetapi otak pasien, yang sedang terkena sakit, tetap melakukan fungsinya? Apakah jasad tersebut bisa dikatakan sebagai bangkai, sehingga terkena hukum jenazah? Bagaimana kalau sebaliknya, yakni otak tidak berfungsi tetapi jantung melakukan fungsi-fungsinya kendati secara terbatas? Apakah ia bisa dikenai hukum jenazah? Baca entri selengkapnya »

Penebar Rahmat


Mengenal kepribadian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa âlihi dan mengetahui riwayat hidupnya baik secara praktis maupun dari segi keilmuannya, bisa mengubah kehidupan material dan spiritual seseorang dan bisa dijadikan sebagai landasan penting untuk mengetahui pribadi beliau dari berbagai aspek kehidupannya.
Lebih jauh, pengenalan terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa âlihi yang paripurna dan komprehensif akan membentengi kaum Muslim dari pemikiran-pemikiran ganjil dan keruh yang menodai kesucian pribadi Nabi shallallahu ‘alaihi wa âlihi. Kasus novel kotor Ayat-ayat Setan (Satanic Verses) karya Salman Rushdie merupakan contoh terheboh upaya penodaan atas pribadi yang dimuliakan Allah Swt.
Karena itu, penulisan buku bertajuk Penebar Rahmat: Muhammad menurut Muhammad karya Muhammad Rey Syahri sepatutnya diapresiasi positif. Membaca buku ini akan mengantarkan Anda kepada rasa syukur tak terhingga atas keberadaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa âlihi karena melalui beliaulah seluruh keberadaan menjelma.

Judul Buku : Penebar Rahmat: Muhammad Menurut Muhammad

Penulis : Muhammad Rey Syahri
Penerjemah : Irwan Kurniawan
Ukuran : 14 x 21 cm
Tebal : 292 halaman
Penerbit : Al-Huda
Tahun Terbit : Maret 2010
Harga : Rp 45.000,-

Pemesanan:
Arif Mulyadi
0813 1861 4225

Laga Pamungkas


Salah satu kepercayaan elementer umat Islam Muslim adalah kepercayaan pada kemunculan Imam Mahdi (Mahdiisme) yang akan menegakkan keadilan sepenuhnya di muka bumi.

Lepas dari apakah beliau sudah dilahirkan yang kemudian digaibkan Tuhan ataukah akan lahir nanti, masalah lain. Yang jelas secara umum kaum Muslim percaya pada kehadiran Imam Mahdi. Namun masalah yang muncul dalam benak kebanyakan manusia adalah bagaimana nanti Imam Mahdi as mengeliminasi berbagai sistem politik yang mendominasi beragam pemikiran dan kekuatan-kekuatan besar dan bagaimana beliau membentuk satu sistem [pemerintahan] internasional? Bagaimana nanti sistem Imam dan program pemerintahannya?

Pertanyaan-pertanyaan semacam inilah yang mendorong penulis untuk membahas topik tersebut. Buku yang dihasilkan dari riset selama empat tahun ini tersusun atas tiga bab. Bab Pertama membahas riwayat-riwayat tentang situasi-situasi dunia yang penuh dengan peperangan, pembunuhan, kehancuran, paceklik, kematian, penyakit, kezaliman, kesewenangan, ketakutan, dan permusuhan (sebelum kemunculan Imam as). Bab Kedua berisi kajian tentang metode kebangkitan dan revolusi berskala internasional yang dilakukan Imam Mahdi dan Isa al-Masih. Bab Ketiga mengupas hal-hal yang berkaitan dengan pemerintahan Imam Mahdi as.

Dengan bersandar pada dalil-dalil yang dapat ditemukan di puluhan kitab Ahlusunnah dan Syi‘ah, serta penelitian ratusan riwayat, buku ini, insya Allah, menjadi gambaran komprehensif—meskipun tidak memadai—tentang masyarakat Islam dan dunia setelah kemunculan “ratu adil” dari Ahlulbait Muhammad saw.

Judul Buku : Laga Pamungkas: Duet Imam Mahdi & Isa Al-Masih Memimpin Dunia
Penulis : Najmuddin Thabasi
Penerjemah : Ali Yahya
Ukuran : 15,5 x 23 cm
Tebal : 298 halaman
Penerbit : Al-Huda
Tahun Terbit : Maret 2010
Harga : Rp 49.500,-

Megatragedi: Kronologi pembantaian terhadap Imam Husain

Judul Buku : Megatragedi: Kronologi Lengkap Asyura
Penulis : Syekh Ibn al-Ra’is Kermani
Penerjemah : Ahmad Subandi
Penyunting : Najib Husain
Tebal Buku : 462 halaman
Cetakan : I/2009
Harga : Rp 53.200,- (selama Asyura, menjadi Rp 25.000,-)
Isi Buku
Buku ini menceritakan secara lengkap kronologi peperangan antara Imam Husain dan tentara Yazid bin Muawiyah. Membaca buku ini akan membawa kita kepada pemahaman bahwa episode sejarah Islam tidak selalu mulus. Ada sahabat-sahabat atau putra-putra sahabat Nabi saw yang mengkhianati ajaran Islam bahkan sampai membunuh cucu Nabi sendiri, Husain bin Ali.
Sepantasnya kaum Muslim berterima kasih kepada Husain yang membela Islam dengan darahnya, dengan kepalanya. Rasa terima kasih ini bisa diwujudkan dengan (1) memperingati hari syahidnya beliau, yang dikenal sebagai Asyura, 10 Muharam, dan (2) tidak menjadikannya sebagai hari raya.
Buku ini akan menjadi penyempurna mengapa kita harus mencintai Husain dan mengikuti perjuangannya.

The Wisdom

the-wisdom.jpg<

Ucapan seseorang tak lepas dari sebuah konteks sejarah. Hal yang sama juga berlaku pada serangkaian pidato Sayid Ali Khamenei mengenai berbagai peristiwa di dalam dan luar negeri, termasuk hal-hal yang merupakan khas Islam. Ingin tahu lebih lanjut buku ini?
Pesanlah segera ke penerbitnya!