Jangan Ubah Dunia

Ada seorang raja yang memerintah suatu negeri yang makmur. Suatu hari, ia melakukan sejumlah perjalanan ke beberapa wilayah yang jauh dari negerinya. Ketika ia kembali ke istananya, ia mengeluh bahwa kakinya sangat sakit, karena perjalanan itu merupakan pengalaman pertamanya, sementara jalan yang dilewatinya sangat jelek dan berbatu. Kemudian ia memerintahkan rakyatnya untuk menutup setiap jalan di seluruh negeri itu dengan kulit.
Sudah pasti, ini akan memerlukan ribuan kulit sapi, dan menelan ongkos yang tak murah.
Lantas, salah seorang pelayannya yang bijak memberanikan diri untuk berkata kepada raja, “Kenapa Anda harus membelanjakan sejumlah uang yang tak perlu? Kenapa Anda tidak memotong selembar kulit untuk menutupi kakimu?”
Raja terkejut, tetapi pada akhirnya ia setuju atas usulan pelayannya, untuk membuat “sepatu” bagi dirinya.
Pesan Moral:
Pelajaran berharga tentang kehidupan yang dapat dipetik dari kisah ini: jadikanlah dunia ini sebagai tempat menyenangkan untuk dihuni, lebih baik Anda mengubah diri Anda, mengubah hati Anda, dan tidak perlu mengubah dunia.
(Sumber: 100 Moral Stories karya Akramulla Syed

Iklan

Wiladah Imam Ali al-Hadi as

Tanggal 15 Dzulhijjah (2 Desember untuk tahun 2009), dalam almanak Islam, merupakan hari kelahiran khalifah Rasulullah yang ke-10, yakni Imam Ali al-Hadi (salam atasnya). Beliau hidup sezaman Mutawakkil dari klan Abbasiyah. Meski kekhalifahan (de jure) beliau cukup singkat, Imam Ali Hadi mewariskan “karya-karya” spiritual yang lestari seperti al-Ziarah al-Jamiah al-Kabirah yang kandungannya sangat berharga untuk dipelajari dan dihayati. Demi mengambil berkah dari kehidupannya kami kutipkan tiga hadis dari Imam Ali al-Hadi as sebagai berikut.

1. “Salah satu yang membuat Allah marah adalah hamba yang terus-menerus bermaksiat dan mengharap ampunan kepada Allah.”

2. “Sesungguhnya Allah menjadikan dunia sebagai tempat ujian dan akhirat sebagai tempat balasan, Allah menjadikan ujian dunia sebagai sebab meraih pahala akhirat dan pahala akhirat sebagai pengganti dari ujian dunia.”

3. “Dunia ibarat pasar. Satu kaum akan mengambil keuntungan dan yang lain merugi.”

Lebih jauh tentang Imam Ali al-Hadi, silakan rujuk buku ini:

Tentang Mengecam Manusia, Kebaikan dengan Akal, dan Kebodohan

1. Isa al-Masih as: Kamu kecam manusia berdasarkan sangkaan, tapi kamu tidak mengecam dirimu berdasarkan keyakinan. (al-Bihar 14: 305) (16/11/09; 09:32:45)
2. Nabi saw: Kebaikan itu seluruhnya diperoleh dengan akal. Tidak ada agama buat orang yang tidak menggunakan akalnya (Bihar 77: 158) (23/11/09; 11:02:53)
3. Ketika sahabat memuji-muji seseorang, Nabi saw bertanya, ‘Bagaimana akalnya? (Krn) orang bodoh bisa jatuh karena kebodohannya pada dosa yang lebih besar dari dosa pendosa. (Majma al-Bayan 10:324) (25/11/09; 09:32:45)

Dua Belas Hal untuk Menjaga Iman: Nasihat Ulama

PENULIS buku Fikih Musafir (Cahaya, 2009), Abdul Hadi dan Sayid Muhammad Taqi al-Hakim menasihati kaum Muslim dua belas hal untuk menjaga keimanan. Berikut nasihat mereka.
1. Terus-menerus membaca surah atau ayat-ayat al-Quran setiap hari semampunya, atau mendengarkan suara lantunan al-Quran dengan hati yang khusyuk, penuh renungan, dan tafakur. Karena di dalam al-Quran terdapat bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu, petunjuk, dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Dan apabila dibacakan al-Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat (QS al-A’raf: 203-204)

Hal itu karena “Tidak seorang pun yang berteman dengan al-Quran, kecuali al-Quran itu akan melakukan penambahan atau pengurangan, yaitu penambahan dalam petunjuk atau pengurangan dari kebutaan. Ketahuilah bahwa tidak ada kefakiran bagi seseorang setelah dia (berteman) dengan al-Quran, dan tidak ada kekayaan yang lebih besar bagi seseorang setelah dia (berteman) dengan al-Quran. Karena itu, obatilah penyakit-penyakit kalian dengannya, mintalah bantuan untuk melindungi diri kalian dengannya. Sungguh di dalam al-Quran terdapat penyembuh untuk penyakit terbesar, yaitu kekafiran, kemunafikan, kesalahan dan kesesatan. Dengan demikian, maka mintalah kepada Allah dengannya, menghadaplah kepada-Nya dengan mencintainya. Janganlah sekali-kali kalian meminta kepada makhluk-Nya dengan al-Quran. Sungguh tidak ada hamba yang dapat menghadap kepada Allah seperti halnya orang yang menghadap-Nya dengan al-Quran. Ketahuilah, al-Quran adalah pemberi syafaat dan berkata jujur. Barangsiapa yang diberikan syafaat oleh al-Quran kepadanya di hari Kiamat, maka dia pasti akan mendapat syafaat dari Allah.”[1] Baca entri selengkapnya »

Nasehat-nasehat Imam Muhammad al-Jawad as

Hari ini, akhir Dzulqa’dah, menurut sebagian riwayat dari kalangan pecinta Ahlulbait Nabi saw, merupakan hari syahadah Imam Muhammad al-Jawad, khalifah ke-9 kaum Muslim. Beliau syahid karena diracun oleh istrinya, Ummu Fadhl, putri Khalifah Makmun Abbasi. Kesyahidan beliau karena diracun oleh istri sendiri mirip dengan kesyahidan Imam Hasan al-Mujtaba as, Khalifah ke-2 kaum Muslim, yang juga syahid karena diracun oleh istrinya atas suruhan Muawiyah. Bedanya, jika Imam Hasan al-Mujtaba syahid disaksikan oleh adik-adiknya seperti Imam Husain, Zainab, dan lain-lain, Imam al-Jawad tak dihadiri oleh siapa-siapa. Sebagai penghormatan kepada beliau, berikut kami kutipkan sejumlah nasehat Imam al-Jawad kepada manusia.

Tobat dan Mukmin yang Kaya
Imam al-Jawad mengajak pada jalan tobat dan menjelaskan caranya. Beliau meriwayatkan dari Imam Ali as, “Tobat itu berdiri atas tiga tiang: penyesalan hati, istighfar dengan lisan, amal dengan anggota-anggota badan dan tekad untuk tidak mengulangi (perbuatan dosa).”
“Tiga perkara yang menyampaikan hamba kepada keridhaan Allah: banyak istighfar, tawadu, dan banyak sedekah.”
“Mukmin yang kaya adalah yang tidak bergantung pada manusia”

Bekal Akhirat

Suatu hari, saya (Ayatullah Mohsen Qiraati) bertanya kepada salah seorang teman yang insinyur, “Apa yang kamu persiapkan untuk akhiratmu?”
Ia mengatakan sesuatu yang membuat saya iri mendengarnya, “Setiap 15 hari sekali saya menyewa mobil dan saya membawa anak-anak yatim untuk bermain-main di taman. Saya membelikan mereka es krim dan kami baru pulang setelah bertamasya beberapa jam. Hal ini saya lakukan untuk hisabku di hari kiamat.”
(Ensiklopedi Shalat, Penerbit Cahaya)

Jangan Ubah Dunia

Ada seorang raja yang memerintah suatu negeri yang makmur. Suatu hari, ia melakukan sejumlah perjalanan ke beberapa wilayah yang jauh dari negerinya. Ketika ia kembali ke istananya, ia mengeluh bahwa kakinya sangat sakit, karena perjalanan itu merupakan pengalaman pertamanya, sementara jalan yang dilewatinya sangat jelek dan berbatu. Kemudian ia memerintahkan rakyatnya untuk menutup setiap jalan di seluruh negeri itu dengan kulit. Baca entri selengkapnya »

Rabbi Yahudi: Berdirinya Israel Sumber Kekacauan Dunia

Yisroil Weisz, seorang Rabbi Yahudi terkemuka yang vokal menentang gerakan Zionisme, mengatakan bahwa berdirinya negara Israel adalah sumber petaka dan kekacauan bagi dunia, khususnya bagi kawasan Arab dan Timur Tengah. Baca entri selengkapnya »

Tentang Rahmat Ilahi

syekh-akbar-ibn-arabi
Bukalah hatimu untuk menerima rahmat Ilahi. Hati yang penuh kasih menjadi cermin tempat karunia Allah menjelma, saat karunia Ilahi menjelma dan muncul melalui engkau, ketika engkau merasakan kehadiran-Nya, engkau akan merasa malu atas perbuatan-perbuatanmu yang tidak patut. Hal ini akan menjadikan engkau dan yang lainnya memiliki kesadaran. Dengan begitu, rahmat akan menjagamu dan yang lainnya dari dosa. Baca entri selengkapnya »

The Eternal Song

I Am the aware presence
Everything in existence
is an expression of what I Am,
I Am the clearness in the sky
the infinite in space
the wetness in water
the sweetness in sugar

In what I Am there is no knowledge
of what I Am
I Am beyond the knowledge
of what I Am
Both the known and the unknown
are expressions of what I Am
….

Dua bait puisi ini saya petik dari my Secret is Silence, halaman 128 karya Adyashanti, seorang mistikus Eropa. Buku yang saya dapat dari kawan sekaligus pengajar bahasa Arab saya (dulu) memang berisikan puisi-puisi dan ujaran-ujaran Adyashanti yang berwatak metafisis sepenuhnya. Secara gampangnya, seluruh puisi dan ujaran Adyashanti hanya membicarakan Wujud (saya pinjam istilah Islamnya). Baca entri selengkapnya »

« Older entries