10 Cara Meningkatkan Produktivitas Kerja Anda

Menjadi lebih produktif sudah tentu menjadi keinginan anda. Sayangnya, sering kali tak banyak yang bisa melakukannya.

Mungkin sering banyak halangan, baik dari dalam diri maupun dari luar, yang menghambat kerja anda. Sehingga apa yang anda lakukan menjadi tidak efektif.

Tidak efektif menyebabkan anda tidak produktif. Padahal, kita semua tahu kalau produktivitas berhubungan dengan kesuksesan anda.

Bagaimana solusinya?

1. Tuliskan rencana kerja anda. Sebaiknya tulis di kertas atau papan yang mudah terlihat. Bukan di alat elektronik seperti handphone. Dan dalam setiap daftar rencana kerja anda, tentukan prioritas kerja anda. Buat prioritas dari yang menurut anda paling penting sampai yang kurang penting.
2. Tuliskan aktivitas yang harus anda hindari. Selain memiliki daftar pekerjaan yang harus anda lakukan, tuliskan juga aktivitas tidak produktif yang harus anda hindari. Misalkan nonton televisi tanpa kenal waktu. Dan berjanjilah anda tak melakukan aktivitas-aktivitas tersebut sebelum pekerjaan-pekerjaan anda selesai.
3. Lakukan pemanasan. Sebagian orang kadang memerlukan pemanasan sebelum bekerja. Misalnya dengan minum kopi atau teh terlebih dulu. Bila anda termasuk orang yang memerlukan pemanasan sebelum beraktivitas, lakukan saja. Yang penting, itu bisa membuat anda lebih enjoy dalam bekerja.
4. Fokus pada apa yang anda kerjakan. Satu pekerjaan, satu waktu! Sulit kalau anda melakukan banyak hal dalam waktu bersamaan. Sebab fokus anda akan terbagi. Mulai dari tugas prioritas anda. Pusatkan perhatian dan konsentrasi anda untuk mengerjakan pekerjaan tersebut sebaik-baiknya. Jangan berpindah ke pekerjaan lain sebelum selesai. Ingat, fokus!
5. Tetapkan batas waktu. Ini akan mendorong anda untuk mengerjakan setiap pekerjaan dengan cepat.
6. Tandai pekerjaan yang selesai. Setiap daftar pekerjaan yang sudah selesai, tandailah. Boleh dengan memberi centang atau mencoretnya. Ini akan memacu anda untuk segera menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan berikutnya.
7. Ambil istirahat. Tentukan waktu untuk beristirahat. Misalkan setiap dua jam sekali anda mengambil istirahat 15 menit. Ini bisa anda gunakan untuk meregangkan otot atau meminum teh hangat.
8. Belajar membaca cepat. Tingkatkan terus kecepatan membaca anda.
9. Mengetik lebih cepat. Maksimalkan kesepuluh jari anda dan hapalkan shortcut khusus yang akan membantu anda mengetik lebih cepat.
10. Patuhi peraturan anda. Rencana-rencana kerja yang sudah anda buat tadi bukan hanya untuk dipajang saja. Patuhi dan lakukanlah dengan sebaik-baiknya.

Melakukan ke-10 cara di atas dijamin produktivitas kerja anda akan meningkat drastis. Buktikanlah! (www.jokosusilo.com)

Ciri-ciri Hamba-hamba ar-Rahman (I)

Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan (QS Al-Furqan [25]: 63)

Hujjatul Islam wal Muslimin, Syekh Abdul Jawad Ibrahimi, ketika mengupas ayat ini, mengatakan bahwa hamba-hamba ar-Rahman mengucapkan kata-kata keselamatan ketika bertemu orang jahil. Menurutnya, kata salâmâ mengandung dua makna. Makna pertama, mengucapkan salam kepada mereka yang jahil. Di sini, hamba ar-Rahman berdoa kepada Tuhan meminta keselamatan kepada orang-orang jahil. Makna kedua dari salâmâ adalah bahwa hamba ar-Rahman sesungguhnya berkata secara tak langsung bahwa dari dirinya dia tak akan menyakiti orang-orang jahil.

Selanjutnya, dalam surah yang sama di lain ayat disebutkan, … dan tidak membunuh (laa yaqtuluuna) jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, … (25:68).

Ciri berikutnya dari hamba ar-Rahman adalah “tidak membunuh”. Menurut Syekh Jawad, kata membunuh juga memiliki dua makna yakni membunuh secara fisik dan membunuh karakter, yakni melalui fitnah, tuduhan, dan aktivitas nonfisik lainnya. Dalam doa ziarah kepada para maksum juga sering disitir beberapa bait ziarah yang menegaskan dua pengertian tersebut. Dalam kisah Sayidah Maryam disebutkan berkaitan dengan makna kedua.

Dalam realitas sosial, sering dijumpai jenis pembunuhan kedua, pembunuhan karakter. Hal semacam ini harus diperhatikan baik-baik.
——————
Kuliah singkat dari Syekh Abdul Jawad Ibrahimi, wakil direktur Islamic Cultural Center (ICC) hari Selasa, 27 April 2010/13 Jumadil Ula 1431.

Keistimewaan Pemberian Nama “Fathimah”

Sakuni dalam al-Kafi meriwayatkan, “Aku menemui Abi Abdillah as sementara aku dalam keadaan sedih dan kecewa. Imam as bertanya kepadaku, ‘Wahai Sakuni, apa yang menyebabkanmu kecewa?’ Aku berkata, ‘Aku diberi anak perempuan.’ Imam as berkata, ‘Wahai Sakuni, bebannya akan ditanggung oleh bumi dan rezekinya ditanggung oleh Allah. Dia hidup di luar kehidupanmu dan makan dari selain rezekimu.’ Demi Allah, beliau telah melegakanku. Imam as berkata, ‘Kau beri nama siapa dia?’ Aku berkata, ‘Fathimah.’ Beliau as berkata, ‘Ah, ah.’ Kemudian beliau meletakkan tangannya di keningnya dan berkata, ‘Rasulullah saw bersabda, ‘Hak anak terhadap orangtuanya adalah jika anak itu adalah laki-laki hendaknya memuliakan ibunya, menetapkan nama yang baik baginya, mengajarinya kitab Allah, menyucikannya, dan mengajarinya berenang. Jika perempuan hendaknya memuliakan ibunya, menetapkan nama yang baik baginya, mengajarinya surah an-Nur, jangan mengajarinya surah Yusuf. Jangan meletakkannya di kamar atas dan segeralah mengirimnya ke rumah suaminya. Adapun jika kalian menamainya dengan Fathimah, jangan kalian mencercanya, melaknatnya, dan memukulnya.’” (al-Kafi, jil.6, hal.48, hadis ke-6; Tahdzibul Ahkam, jil.8, hal.112, hadis ke-387. )

Tentang Berpegang Teguh pada Ajaran Agama di Masa Kegaiban, Warisan Terbaik, dan Saudara Terburuk

1. Khalifah ke-6, Imam Ja’far ‘alaihissalam berkata: Berpegang teguh pada (ajaran) agama di masa kegaiban Al-Mahdi seperti mengupas kulit kayu pohon berduri dengan tangan (Kamaluddin I/288) (31-7-2009 ; 11:31:10)
2. Khalifah ke-1, Imam Ali ‘alahissalam berkata: Khayru maa waratsal abaa-u al-abnaa-a al-adab. Warisan paling baik dari orang tua kepada anaknya adalah pendidikan akhlak. (26/3/2010 ; 10:55:22)
3. Khalifah ke-5, Imam Muhammad Baqir ‘alaihissalam berkata: Saudara (sahabat) yang paling buruk adalah ia yang menyertaimu ketika kaya dan memutuskan hubungan denganmu ketika kamu miskin. (29/3/2010 ; 10:32:03)

Blackberryoholic: Kecanduan Blackberry

Memiliki telepon seluler pintar semacam Blackberry memang menyenangkan. Tak hanya menghibur, tapi juga bermanfaat untuk pekerjaan. Tak heran jika jumlah penggunanya terus meningkat di seluruh dunia.

Namun, di balik nilai positif yang ditawarkan, perangkat canggih itu ternyata menyimpan sejumlah efek buruk yang dapat mengganggu kesehatan penggunanya. Baca entri selengkapnya »

DOSA-DOSA BESAR DAN DOSA-DOSA KECIL (I)

Menjauhi Dosa-dosa Besar Sebabkan Dosa-dosa Kecil Diampuni
Jika orang menjauhi dosa-dosa besar, dosa-dosa kecil akan diampuni, Allah Yang Mahakuasa, dengan kelembutan-Nya, memaafkan dosa-dosa kecil. Sebagaimana disebutkan dalam ayat al-Quran berikut, Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga). (QS an-Nisa:31) Baca entri selengkapnya »

Tentang Menaati Hawa Nafsu, Harga Diri, dan Orang yang Paling Bertakwa

1. Imam Ali as: Man athaa’a nafsahu fi syahawatihaa faqad a’aanaha ‘ala hulkiha. Siapa yang menaati hawa nafsunya, ia sedang membantu menghancurkan dirinya. (17/3/2010 ; 10:31:54)
2. Imam Ali as: Termasuk kehormatan (harga diri) ialah kamu tidak melakukan dalam kesendirian apa yang malu kamu lakukan di tengah orang banyak. (19/3/2010 ; 10:37:26)
3. Rasulullah saw: “Orang yang paling takwa adalah ialah yang mengatakan kebenaran, baik yang menguntungkan maupun yang merugikan dirinya.” (22/3/2010 ; 17:40:27)

Jangan Ubah Dunia

Ada seorang raja yang memerintah suatu negeri yang makmur. Suatu hari, ia melakukan sejumlah perjalanan ke beberapa wilayah yang jauh dari negerinya. Ketika ia kembali ke istananya, ia mengeluh bahwa kakinya sangat sakit, karena perjalanan itu merupakan pengalaman pertamanya, sementara jalan yang dilewatinya sangat jelek dan berbatu. Kemudian ia memerintahkan rakyatnya untuk menutup setiap jalan di seluruh negeri itu dengan kulit.
Sudah pasti, ini akan memerlukan ribuan kulit sapi, dan menelan ongkos yang tak murah.
Lantas, salah seorang pelayannya yang bijak memberanikan diri untuk berkata kepada raja, “Kenapa Anda harus membelanjakan sejumlah uang yang tak perlu? Kenapa Anda tidak memotong selembar kulit untuk menutupi kakimu?”
Raja terkejut, tetapi pada akhirnya ia setuju atas usulan pelayannya, untuk membuat “sepatu” bagi dirinya.
Pesan Moral:
Pelajaran berharga tentang kehidupan yang dapat dipetik dari kisah ini: jadikanlah dunia ini sebagai tempat menyenangkan untuk dihuni, lebih baik Anda mengubah diri Anda, mengubah hati Anda, dan tidak perlu mengubah dunia.
(Sumber: 100 Moral Stories karya Akramulla Syed

Tentang Menyembunyikan Rahasia, Allah itu indah dan bersih, dan Memuliakan Anak-anak

1. Imam Ali berkata: “Seluruh kebaikan dunia dan akhirat terkumpul dalam menyembunyikan rahasia dan bersahabat dengan orang-orang saleh.” (10/3/2010 ; 10:35:16)
2. Nabi saw bersabda: Innallaha thayyib yuhibbuth thayyib, nazhiif yuhibbun nazhafah. Allah itu indah dan mencintai keindahan; Allah itu bersih dan mencintai kebersihan. (12/3/2010 ; 10:33:30)
3. Nabi saw bersabda: Akrimuu awlaadakum wa ahsinuu adaabahum yughfar lakum. Muliakan anak-anakmu dan baguskan akhlak mereka pasti Tuhan ampuni dosa-dosamu. (15/3/2010 ; 10:41:31)