Penyakit Kanker Sudah Tidak Berbahaya Lagi

kanker.jpgkanker.jpg

Kanker tidak lagi mematikan. Para penderita kanker di Indonesia dapat memiliki harapan hidup yang lebih lama dengan ditemukannya tanaman “KELADI TIKUS” (Typhonium Flagelliforme/ Rodent Tuber) sebagai tanaman obat yang dapat menghentikan dan mengobati berbagai penyakit kanker dan berbagai penyakit erat lain. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Menanti Imam Mahdi di Makkah (II)

imam-mahdi.jpg
Berbagai hadits shahih menyatakan bahwa Imam Mahdi akan hadir di Makkah dan dibaiat para pemuda yang berjumlah 313 orang, suatu jumlah yang sama dengan jumlah pasukan kaum Muslimin dalam Perang Badr. Hadirnya Imam Mahdi di Makkah diduga kuat di saat pelaksanaan musim haji, karena di musim haji inilah umat Islam dari segala penjuru dunia berkumpul di Baitullah untuk merapatkan shaft, menyatukan niat, dan semata-mata beribadah guna meninggikan keimanan dan menegakkan kalimatullah. Baca entri selengkapnya »

Tentang Lidah dan Keluh Kesah

1. “Jangan kamu ulurkan tanganmu kecuali untuk kebaikan. Jangan gerakkan lidahmu kecuali untuk kebenaran,” demikian wasiat Nabi saw kepada Aswad bin Asram. (al-Bihar, 77:168)
2. Nabi saw, “Semoga Allah mengasihi orang yang menjaga lidahnya, mengenal zamannya, dan lurus jalan hidupnya.” (Peak of Rhetoric, hadis no.1273) (12-2-2007; 07:30:07)
3. Imam Ali as: Berkeluh kesah karena musibah lebih berat daripada bersabar. Musibah itu satu dan menjadi dua dengan berkeluh kesah. (Ghurar al-Hikam) (19-2-2007; 07:41:06)

Tafsir atas Gelar “Abu Abdillah” Imam Husain as

imam-husain.jpgPENGHULU para syahid (Sayyid asy-Syuhada), “orang yang ditangisi sebelum terbunuh” (qatîl al-abra’a), Imam Husain mempunyai gelar (kuniyah) yang menarik, Abu Abdillah. Julukan ini artinya, “Ayah Abdullah.” Bangsa Arab mempunyai kebiasaan menyapa satu sama lain dalam
berbagai cara. Cara pertama dengan memanggil orang dengan namanya, cara kedua dengan merujuk gelarnya, dan cara ketiga menyapa orang dengan kuniyah-nya. Misalnya, nama imam pertama kita adalah Imam Ali, laqab-nya “Asadullah”, “Haidar”, sementara kuniyahnya (gelar yang dinisbatkan kepada ayah, ibu atau anak) adalah Abul Hasan, atau Abul Hasnain. Demikian
halnya, kuniyah Imam Husain as adalah Abu Abdillah, namun laqab-nya banyak misalnya,
asy-Syahid as-Said, as-Sibth ats-Tsani (cucu kedua), Imam ats-Tsalis (imam ketiga), ar-Rasyîd (orang yang lurus), al-wali as-sayyid (pemimpin sayid), “orang yang mengikuti kehendak Allah dan bukti-Nya”. Pastinya, Anda pernah membaca frase ini beberapa kali dalam Ziarah Asyura, “Assalamu ‘alayka ya Aba Abdillah (Salam atasmu wahai Abu Abdillah)”. Sejenak, mari kita coba tingkatkan pemahaman dan pengetahuan kita atas kuniyah Imam Husain ini melalui artikel di bawah. Baca entri selengkapnya »

Mari ‘Memusuhi’ Kantong Plastik

Cara pusat-pusat perbelanjaan memanjakan konsumennya dengan menyediakan kantong plastik untuk membawa barang belanjaan mulai mengundang keresahan. Kantong plastik telah menjadi sampah yang berbahaya dan sulit dikelola. Diperlukan waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk membuang sampah bekas kantong plastik itu benar-benar terurai. Berbagai upaya menekan penggunaan kantong plastik pun digelar di beberapa negara. Baca entri selengkapnya »

Catatan Haji: Menanti Imam Mahdi di Makkah (1)

Salah satu misteri dalam pelaksanaan ibadah haji yang tidak banyak disadari oleh umat Islam adalah peristiwa kemunculan Imam Mahdi dan proses pembaiatan terhadapnya di Makkah. Peristiwa akhir zaman ini terjadi selama berlangsungnya bulan haji, saat jutaan orang Islam dari seluruh penjuru dunia berkumpul di Baitullah. Baca entri selengkapnya »

Tentang Ingatan Tuhan dan Kenikmatan

1. HQ: “Aku tidak lupa pada orang yang melupakan-Ku, bagaimana Aku lupa pada orang yang mengingat-Ku? Aku tidak bakhil pada orang yang menentang-Ku, bagaimana Aku bakhil pada orang yang menaati-Ku?”
2. Tuhan bersama seorang hakim selama ia tidak berbuat zalim. Begitu ia mendukung kezaliman, Tuhan meninggalkan dia dan Setan selalu menyertainya setelah itu.” (Al-Nahj: 103)
3. Nabi saw: Setiap kenikmatan pasti hilang kecuali kenikmatan orang yang berbuat baik. Setiap derita pasti berhenti.”

The Perfect Man According to Taoism and Its Relevance with Sufism: A Brief Survey

Arif Mulyadi

Introduction

AFTER discuss on the Absolute Reality or, in the religion language, God, it is then the Perfect Man as well as his characteristics which place the second position in discussion the triad existence[1] in almost each religion and tradition.[2] In this paper, I would like to explain shortly the Perfect Man of Taoism. However, I want to explicate what the Taoism is before. It is important for us to know this, because the concept of the Perfect is actually a part of Tao’s teaching. Baca entri selengkapnya »

Ihwal Syafaat, Memaafkan Musuh, dan Berusaha Berakhlak Mulia

1. Nabi saw bersabda, “Ada lima pemberi syafaat: al-Quran, kasih sayang pada sesama, kejujuran dalam memegang amanah, Nabimu, dan Ahlulbait Nabimu.” (Kanzul Ummal, 39041)
2. Imam Ali as berkata, “Jika kamu mampu mengalahkan musuhmu, jadikanlah maaf sebagai ungkapan syukurmu.” (Nahj al-Balaghah, 499)
3. Imam Husain berkata, “Bersainglah dalam kemuliaan akhlak dan berlombalah dalam berbuat baik. Yang dermawan memperoleh kemuliaan, yang bakhil mendapat kehinaan.” (Kasyf al-Ghummah, 2:29)

Ihwal Sabar, Pembagian Ilmu, dan Hawa Nafsu

1. “Bersabar dalam setiap urusan seumpama kepala dalam jasad. Tanpa kepala, jasad tak bermakna. Tanpa sabar, rusaklah setiap perkara,” sabda Imam Ali as. (Bihar, 71:73)
2. Ilmu itu tiga bagian: pemahaman dalam agama, pengetahuan tentang kesehatan raga, dan kemampuan mengendalikan lisan dalam berkata-kata,” sabda Imam Ali as (Kunuz al-Hikmah, 365)
3. Nabi saw: “Sering hawa nafsu sejenak timbulkan duka yang panjang.” (al-Madinah al-Balaghah, 2:450)

« Older entries