10 Cara Ini Sudah Menjadikan Anda Membantu Zionis-Israel

Banyak orang menilai, membeli produk Amerika dan Yahudi, mengibarkan bendera Israel bahkan sekedar memakai kalung “Bintang David” tak ada sangkut-pautnya dengan dukungan terhadap Israel. Siapa bilang?

“Banyak misinformasi di luaran sana. Terutama ketika sebuah insiden terjadi di Israel. Kunjungi situs Kementerian Luar Negeri Israel (www.mfa.gov.il) dan situs Pertahanan Israel (www.idf.il) guna memperoleh cerita dari sudut pandang Israel,” demikian bunyi poin ke 33 dari “54 Cara Bagaimana Mendukung Israel”.
1. Membeli produk serta jasa AS/Israel
2. Berkunjung ke Israel
3. Mengibarkan bendera atau lambang Israel
4. Meyakini Holocaust
5. Tidak Berpihak pada Palestina
6. Bersimpati pada Israel
7. Belajar bahasa Yahudi & 8. Mempelajari Taurat (Tora) (dengan maksud, mendekatkan diri kepada Allah)
9. Berinvestasi ke Israel
10. Mendukung berdirinya Negara Israel

Sumber: http://www.hidayatullah.com/index.php?option=com_content&view=article&id=8290:10-cara-anda-sudah-termasuk-membantu-yahudi-israel&catid=67:internasional&Itemid=55

Iklan

Menziarahi Husain

ketika kubur bertemu nisannya
para mullah meramalkan usia kesetiaan
tapi apa yang istimewa dari kesyahidan?
perjalanan tradisi ke tanah asal
mengurai jiwa sendiri
menuju Yang Ilahi i

setelah menikam diamku dengan kenangan
kenapa kaukuburkan lagi jiwaku di sebelahnya?
tidak terlihatkah akar lalang di atas gundukan
selalu mengajakku mengganti daun-daun tersabit
tulang belulang pun mengeraskan sejarah secukupnya

maka, selamat tinggal
kuusung semangatmu mencari mati

3 Muharam 1430/31 Desember 2008

Prasangka Buruk pada Acara Duka Imam Husain

imam-husain-big3
Sayid Mahmud Al-Atharan menukilkan kisah berikut kepada saya (Prof. Dasteghib).
Suatu hari, saya sedang berada di tengah rombongan acara duka di daerah Sardezk. Di antara orang yang memukul-mukulkan rantai ke tubuhnya terdapat seorang anak muda yang memandang ke arah wanita. Melihat itu, hati saya tergerak untuk menyingkirkannya dari rombongan.
Beberapa menit kemudian, tiba-tiba tangan saya terasa nyeri. Rasa sakit itu semakin bertambah, sehingga saya memeriksakannya kepada seorang dokter. Dokter itu berkata, “Saya tak bisa mengetahui penyebab sakit yang Anda derita ini, tetapi saya akan berikan salep penghilang rasa sakitnya.”
Saya gunakan untuk salep tersebut, tetapi sakitnya semakin bertambah sehingga tangan saya pun semakin bengkak. Di rumah, saya hanya bisa merintih dan tak dapat tidur malam karena sakit tersebut. Tengah malam, saya pun tertidur dan bermimpi Syah Ceragh, salah seorang keturunan Imam Musa Kazhim. Beliau berkata, “Engkau harus meminta maaf kepada pemuda itu.”
Pagi harinya, saya paham penyebab sakit di tangan itu. Saya bergegas mencari pemuda itu dan meminta maaf kepadanya. Dia pun memaafkan saya. Pada saat itu juga, sakit dan bengkak di tangan saya hilang. Saya pun sadar telah berbuat salah dan berburuk sangka kepadanya, sehingga saya menghina salah seorang di antara yang ikut serta dalam acara duka Sayyid asy-Syuhada (Imam Husain).
(Kisah-kisah Ajaib, hal.276)

My Search for Truth

Fousiya Bismi

In the Name of Allah Most Beneficent Most Merciful.
Although I am from a Sunni back ground and my family follow the Shafi madhab, my parents have always had an open mind in looking for the truth. They had engendered in their children, the spirit of questioning status quo and looking beyond what belief systems we were born into. As a family we followed Islam with great devotion and pursued religious studies: we were involved with teaching others, praying, reading the Holy Quran and seriously followed other tenets of the religion. Even as young children growing up we freely asked our parents questions on religion and discussed Islam as a family at every opportunity on a daily basis. Baca entri selengkapnya »

Pertolongan Imam Husain

imam-husain-big2
Haji Muhammad ak-Mubayyadh yang menghabiskan waktunya beberapa tahun di India dan kemudian kembali ke Syiraz, menukilkan kejadian berikut.
Suatu hari di kota Bombay (sekarang Mumbay), seorang lelaki Hindu menjual perabot rumahnya di kantor pegadaian resmi dan menerima ganti berupa uang tunai. Dia pun keluar dari kantor tersebut. Namun, dua orang pencuri yang mengaku sebagai pecinta Imam Husain (Ahlulbait) mengintai lelaki itu untuk merampok uangnya.
Orang Hindu ini tahu gelagat dua orang yang mengintainya itu. Dia pun berlari cepat menuju rumahnya dan langsung naik ke pohon besar yang terletak di atas rumah untuk bersembunyi. Tak lama, kedua perampok itu masuk ke rumah tersebut tapi tak menemukannya. Lalu, mereka bertanya kepada istri lelaki itu, “Tadi kami melihat suamimu masuk ke rumah ini, lantas di mana dia sekarang?” Baca entri selengkapnya »

Fakta-fakta Lain tentang Yesus Kristus atau Isa al-Masih

1. Tanggal kelahiran Yesus Kristus, atau Isa bin Maryam, adalah 25 Dzulqa’dah. Tanggal kelahiran beliau sama dengan Nabi Ibrahim as (Riwayat Imam Ridha as)
2. Pada saat beliau dilahirkan, tanah di bawah Ka’bah meluas.
3. Dari riwayat Imam Ja’far ash-Shadiq as, ada beberapa kesamaan antara Husain bin Ali dan Isa al-Masih di antaranya, tempat terbunuhnya Imam Husain, Karbala, adalah tempat dimandikannya Isa bin Maryam oleh ibunya.
4. Pada malam 21 Ramadhan, Yesus diangkat ke langit, Ali bin Abi Thalib dibunuh, washi Musa dibunuh.
5. Yesus memiliki kesamaan dengan Imam Mahdi dalam hal bahwa kedua-duanya diberitakan dibunuh.
(Engkau ingin tahu lebih lanjut? Beli dan simak buku The Gospel of Ali: Penghargaan Islam atas Yesus susunan Mehdi Montazer Qaem, terbitan Al-Huda, 2006.

Chavez: Pelemparan Sepatu Terhadap Bush, Bukti Kemuliaan Sebuah Bangsa

Menurut Chavez, pelemparan sepatu oleh wartawan Iraq, membuktikan kemuliaan dan harkat tinggi sebuah bangsa. Pernyataan itu disampaikan Chavez di Brazil dalam rangka menghadiri KTT negara-negara Amerika Latin.

Lebih jauh, Chavez mengatakan, pelemparan sepatu wartawan Iraq tersebut, memiliki makna dan mengingatkan kita pada aksi pelemparan bom dan penembakan tentara AS terhadap warga tidak berdosa Iraq. Menurutnya, karena telah membantai warga Irak, Bush harus diseret ke Mahkamah Internasional. Baca entri selengkapnya »

Selamat Idul Ghadir

Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan kami dari orang-orang yang berpegang teguh kepada wilayah Amirul Mukminin dan para imam –salam sejahtera atas mereka.

Ngaji Nahjul Balaghah Bareng Imam Ali Khamenei: Kenabian

Pengantar
Dewasa ini semakin banyak orang memposisikan kenabian sebagai sesuatu yang biasa, bukan yang istimewa. Karena menganggap biasa, pada akhirnya penyikapan terhadap nabi dan rasul terakhir, Muhammad al-Mustafa, menjadi profan. Misalnya, orang tak segan menjadikan Nabi saw sebagai bahan olok-olok dalam kartun, film, dan sebagainya. Tak ada teladan yang perlu diikuti karena Nabi telah mengalami profanisasi. Mungkin ada baiknya kita menyimak hal-ihwal kenabian dengan mengikuti dedahan Imam Ali Khamenei ketika mengupas Nahjul Balaghah, sebuah kompilasi pidato, surat, dan aforisme Imam Ali as. Semoga tulisan ini bermanfaat dan bisa menyingkirkan awan kegelapan mengenai kenabian dalam person Muhammad saw dari masyarakat manusia.

KENABIAN termasuk sekian tema yang telah dibahas dalam Nahj al-Balâghah dan suatu diskusi tentangnya bisa membantu kita memahami salah satu prinsip fundamental Islam. Pada dasarnya, ia bukan hanya subjek yang dapat diikuti di sepanjang Nahj al-Balâghah melainkan satu prinsip terpenting dan paling asasi ideologi Islam. Berkali-kali saya telah menjelaskan dalam berbagai pembahasan bahwa untuk menganalisis dan memahami berbagai persoalan pemikiran dan ideology Islam, prinsip kenabian adalah poros yang di sekitarnya persoalan-persoalan ini dapat didiskusikan juga. Mengenai prinsip tauhid, kita percaya bahwa dimensi sosial dan revolusionernya hanya dapat diverifikasi ketika kita mendedahnya dalam spektrum yang luas dari persoalan-persoalan mengenai kenabian. Dengan demikian, metode kita dalam bab ini adalah menunjukkan dan menganalisis berbagai dimensi kenabian dan untuk mendukung pembahasan kita, kami kutipkan suatu penjelasan dari ucapan-ucapan Imam Ali bin Abi Thalib setiap kali diperlukan. Dalam hal ini, dua tujuan akan terpenuhi, yakni sejumlah pasal penting dari Nahj al-Balâghah akan diterjemahkan dan ditafsirkan, dan isu-isu di antara prinsip-prinsip pokok Islam akan diperjelas. Baca entri selengkapnya »

Bekal Akhirat

Suatu hari, saya (Ayatullah Mohsen Qiraati) bertanya kepada salah seorang teman yang insinyur, “Apa yang kamu persiapkan untuk akhiratmu?”
Ia mengatakan sesuatu yang membuat saya iri mendengarnya, “Setiap 15 hari sekali saya menyewa mobil dan saya membawa anak-anak yatim untuk bermain-main di taman. Saya membelikan mereka es krim dan kami baru pulang setelah bertamasya beberapa jam. Hal ini saya lakukan untuk hisabku di hari kiamat.”
(Ensiklopedi Shalat, Penerbit Cahaya)

« Older entries