“KEMULIAAN AKHLAK TUJUAN PARA NABI, BUKAN SEKADAR ILMU”

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Al Uzhma Luthfullah Shafi Ghulpagani dalam pertemuannya dengan sejumlah budayawan di kota Busyhahr Republik Islam Iran menyatakan bahwa tidak ada satupun ilmu dan ma’rifat yang lebih mulia dan lebih agung dari ma’rifat dan hidayah Ahlul Bait As. Beliau berkata, “Manusia jika menginginkan budaya yang sebenarnya, maka ia harus mencarinya dalam petunjuk Al-Qur’an lalu setelah itu petunjuk dari Ahlul Bait, misalnya dalam Nahjul Balaghah, Shahifah Sajjadiyah dan perkataan-perkataan Ahlul Bait lainnya.” Baca entri selengkapnya »

Iklan

Tentang Merasa Aman dari Siksa Allah

(Tulisan ini kami nukil dari buku Dosa-Dosa Besar karya Dasteghib, terbitan Cahaya, mengingat relevansinya dengan fenomena dunia sekarang. Bahkan selalu relevan. Semoga berkah Imam Husain as kita peroleh dengan merenungi tulisan ini)

Tidak Memperhatikan Kemarahan dan Siksa Allah
SALAH satu dari dosa-dosa besar adalah pengabaian total terhadap azab Tuhan. Orang tersebut tidak takut pada siksa gaib dan mencemooh gagasan hukuman atas tindakannya. Ia hidup dengan penuh gembiraa di dunia kenyamanan-kenyamanan material dan tidak menyadari bahwa ia dibelenggu bawah oleh dosa-dosanya. Ini merupakan dosa besar. Para imam suci, Imam Jafar Shadiq, Imam Musa Kazhim, dan Imam Ridha, telah mengelompokkan ketidaktakutan pada siksa Allah termasuk dosa-dosa besar. Al-Quran menyatakan, Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? (QS al-A’raf: 97)
Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain? (QS al-A’raf: 98)
Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi. (QS al-A’raf : 99)
Tiga ayat ini secara jelas melarang ketidaktakutan pada azab Allah. Ayat terakhir menyebutkan bahwa mereka yang tidak takut pada azab Allah adalah orang-orang yang merugi di akhirat. Azab Allah adalah balasan pada mereka di Hari Kiamat, seperti halnya nasib bagi orang-orang kafir dan para pendosa yang tidak bertaubat.
Adalah jelas dari al-Quran bahwa bersikukuh untuk tidak mengindahkan rencana Allah merupakan dosa besar. Karena itu kecerobohan pada azab dan peringatan Allah setara dengan pengabaian pada perintah dan larangan-Nya dan kekurangajaran yang hina akan kekuasaan-Nya. Bagaimana mungkin suatu wujud rendah dan remeh, sekarang berani menentang Tuhan dua dunia. Pengabaian dan ketakpedulian ini adalah dosa besar yang tidak pantas menerima ampunan, kecuali si pendosa bertaubat dan meminta ampunan.
Tampaklah jelas dari diskusi di atas bahwa apakah sebuah dosa dapat dimaafkan ataukah tidak lebih tergantung pada sikap si pelaku dosa, bukannya dosa itu sendiri. Apabila dalam relung batinnya yang paling dalam, pendosa tersebut takut pada Allah, maka ia patut mendapatkan pengampunan. Tetapi jika ia secara sombong tidak gentar pada azab Allah, ia tidak layak mendapatkan kemurahan hati dan ampunan Allah.
Rencana Allah (makar) artinya suatu hukuman mendadak yang menimpa si pelaku dosa, seperti disebutkan dalam kitabullah, Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)? (QS al-Qiyamah: 37)
Imla’- Penangguhan
Termasuk rencana Allah adalah ’imla’ (penangguhan [siksa]). Dari masa Allah menciptakan manusia, telah menjadi Sunah Allah bahwa orang yang tak bersyukur dan pendosa tidak akan dihukum atas dosa-dosa mereka dengan seketika. Melainkan mereka diberi penangguhan yang lama. Karena semua orang cenderung berbuat dosa kecuali orang-orang maksum. Apabila setiap orang disiksa atas kesalahan-kesalahan mereka dengan seketika, tak satu orang pun akan bertahan di muka bumi. Allah telah menyatakan di dalam al-Quran, Jika Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya di muka bumi sesuatu pun dari makhluk yang melata, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan….” (QS an-Nahl: 61)
Di samping itu, imla menjadi bukti adanya rahmat Allah bagi orang yang bertakwa. Imla memberi mereka waktu dan kesempatan untuk merenungi dan mengevaluasi (muhasabah) perilaku mereka, menyadari kekeliruan mereka, bertaubat, dan meneguhkan tekad untuk tidak mengulangi dosa-dosa mereka. Kasih sayang Allah, dengan begitu, membantu mereka untuk meraih kebaikan di dunia ini dan di akhirat. Pada sisi lain, kasih Tuhan ini ditunjukkan kepada para pendosa yang tidak bertaubat yang hanya membuat mereka tidak mengindahkan fakta bahwa pada akhirnya mereka akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan-perbuatan mereka. Mereka terus berbuat satu dosa sesudah dosa yang lain dan ketika pelanggaran mereka mencapai suatu batas, suatu azab tiba-tiba menimpa mereka.
Dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat teguh. (QS al-A’raf: 183)
Orang-orang kafir dan para pendosa yang mencapai kesuksesan hidup dan kenyamanan boleh dengan bangga merasakan bahwa kemampuan mereka sudah membawa mereka keberhasilan tetapi pada kenyataannya semua yang mereka dapatkan merupakan sejenis azab Allah dan sebentuk balasan yang dikenal sebagai “makar atau tipu daya Allah.”
Penangguhan bagi Pelaku Kesalahan
Al-Quran mengatakan, Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan. (QS Ali Imran, 3:178)
Imam Ridha berkata, ”Demi Allah, mereka tidak dihukum dengan apa pun yang lebih memedihkan dibanding imla (penangguhan).” (Safinat al-Bihar)
Imam Sajjad telah menyebutkan dalam doa Makarim al-Akhlaq: ”(Ya Allah) panjangkanlah usiaku sepanjang hidupku berisi ketaatan kepada-Mu, adapun jika umurku menjadi gembalaan setan, maka ambillah aku sebelum Engkau murka atau sebelum marah-Mu menguasaiku.”
Istidraj
Istidraj pun termasuk dalam siasat Allah. Kadang-kadang penangguhan yang diberikan oleh Allah juga meliputi suatu karunia berkat baru. Allah melimpahkan anugerah-anugerah-Nya pada orang yang telah berdosa agar ia bisa merasa malu atas dirinya dan membuat perubahan. Alih-alih demikian, orang itu sering mengembangkan kepercayaan dan lebih banyak berbuat dosa secara terang-terangan. Orang malang seperti itu disebutkan dalam ayat al-Quran berikut, Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.” (QS al-Araf: 182)
Dalam Safinat al-Bihar disebutkan, “Ketika Allah menginginkan kebaikan bagi seseorang dan ia melakukan suatu dosa, Allah memasukkannya ke dalam berbagai kesulitan sehingga ia bisa menyadari bahwa penyebab kesulitannya itu adalah dosanya sendiri. Ia kemudian bisa bertaubat karenanya (dengan segera). Ketika Allah ingin menghukum seseorang yang berbuat dosa, Dia memberinya bentuk karunia baru sehingga ia mungkin terpukau oleh karunia tersebut dan mengabaikan taubat. Inilah apa Allah maksudkan dalam ayat itu (yang dikutip di atas).”
Istidraj Bearti Lalai untuk Bertaubat
Ketika Imam Jafar Shadiq as ditanya pengertian istidraj, beliau menjawab, “Ketika seseorang berbuat dosa, ia diberi tempo dan karunia baru, maka ketika ia lalai untuk bertaubat, pelan-pelan ia diarahkan ke arah kebinasaan; yang tentang itu ia ia tidak perhatian. Inilah yang dikenal sebagai istidraj dan siasat Allah.” (Wasail asy-Syi’ah)
Diriwayatkan dari Amirul Mukminin Ali as bahwa ia berkata, “Sesungguhnya mereka yang diberi peningkatan di dalam kekayaan dan harta milik oleh Allah, hendaknya tidak memikirkan apa pun kecuali istidraj. Mereka seyogianya tidak gentar akan siasat Allah karena ketenangan mendahului badai.” (Bihar al-Anwar)
Ketidakkhawatiran pada Siasat Allah
Allah memiliki dua macam sifat: Jamaliyah (keindahan) dan Jalaliyah (Keagungan). Contoh sifat Jamaliyah adalah sifat Rahman (Pengasih), Rahim (Penyayang), Karim (Dermawan), Halim (Penyantun), Syakur (Berterima kasih), Ghafur (Pemaaf).
Sementara sifat Jalaliyah adalah seperti al-Jabbar (Perkasa), al-Qahhar (Memaksa), al-Muntaqim (Pendendam), al-Mudzallil (Yang Menghinakan), al-Mutakabbir (Mahasombong) dan asy-Syadid al-Iqab (Mahakeras siksa-Nya). Oleh karena itu, Allah memberitahukan sifat-sifat-Nya dan kemudian mengingatkan siksa-Nya.
Di tempat lain Allah berfirman, Yang Mengampuni dosa dan Menerima tobat lagi keras hukuman-Nya; Yang mempunyai karunia. (QS al-Mukmin: 3)
Demikianlah, Allah adalah Zat yang paling pengasih dari semua pengasih dalam hal ampunan juga yang Paling keras dalam menyiksa.

Harga Kecintaan pada Ahlulbait as

Seseorang datang mengeluh pada Imam Ali as.

Ia mengadu karena kemiskinannya. Imam menjawab: “Tidak, kamu orang kaya.”
Ia bertanya: “Bagaimana mungkin Ya Imam, sedang aku tidak punya apa-apa”.

Imam(as) berkata: “Kecintaanmu kepada kami Ahlul Bait(as). Maukah kau tukar cintamu dengan seratus dirham?”
Ia menjawab: “Tidak ya Imam.”. “Seribu Dirham?”.
“Tidak ya Imam…”.
“Sepuluh ribu dirham…?”.
“Tidak akan pernah Ya Imam…”.

Imam tersenyum dan berkata: “Lalu, bagaimana mungkin kau berkata kau tidak punya apa-apa ??”.

-Ya Allah Ya Rasul Allah,takkan kami tukar kecintaan ini dengan apa pun hingga akhir hayat kami.
(dari berbagai sumber)

Sifat Pemaaf, Keutamaan yang Terlalaikan

“Memaafkan orang lain adalah salah satu keutamaan akhlak yang sangat ditekankan oleh Al-Quran dan ajaran Ahlul Bait as. Al-Quran sangat menekankan supaya mukminin mendominasikan sikap memaafkan dan semangat berkorban untuk orang lain dalam kehidupan dan hubungan sosial mereka supaya kelak pada hari kiamat bisa memperoleh ampunan Allah Yang Maha Tinggi,” ungkapnya. Baca entri selengkapnya »

11 Reasons to Explore Islam

Ismail R. Al-Faruqi

Within Islam it is both legitimate and right to ask the question: “Why Islam?” Every tenet in Islam is subject to analysis and contention. No other religion is willing to subject its basic fundamentals of faith to such questioning. For example, Saint Thomas Aquinas, the most rational of Christian theologians, stopped the use of reason when it came to the basic fundamentals of Christian faith. He then tried to justify faith. So to ask “why Christianity?” is an illegitimate question. However, Allah invites the question as to “why Islam?”.

1. Rational System

Islam is also a rational system which not only allows questions but raises knowledge to a new level of dignity and respect. No other religion has exalted knowledge and its pursuit, as has Islam. In fact, for the first time in human history, a religious book invited people to question the creation of the universe and stated that in it (the universe) were signs for people of knowledge. Everything in Islam is subject to rational pursuit.

Islam has only forbidden the questioning of one thing and this is something which reason cannot handle. However, this does not imply an anti-intellectual attitude. The only thing which Islam has said is not within the capacity of the human mind to question is the essence (dhat) of God. This will always escape a person, as He, Allah, is transcendent. However, His will, His purpose, His works, His intentions and His effects can be known. Baca entri selengkapnya »

8 ways of approaching the Quran with purity of intention

1 Read the Quran with no purpose other than to receive guidance from your Lord, to come nearer to Him, and to seek His good pleasure.

What you get from the Quran depends on what you come to it for. Your intention and purpose is crucial. Certainly the Quran has come to guide you, but you may also go astray by reading it should you approach it for impure purposes and wrong motives.

Thereby He causes many to go astray, and thereby He guides many; but thereby He causes none to go astray save the iniquitous (al-Baqarah 2:26).

The Quran is the word of God; it therefore requires as much exclusiveness of intention and purity of purpose as does worshipping and serving Him.

2 Do not read it merely for intellectual pursuit and pleasure; even though you must apply your intellect to the full to the task of understanding the Quran. So many people spend a lifetime in studying the language, style, history, geography, law and ethics of the Quran, and yet their lives remain untouched by its message. The Quran frequently refers to people who have knowledge but do not derive benefit from it.

3 Nor should you come to the Quran with the fixed intention of finding support for your own views, notions and doctrines. For if you do, you may, then, hear an echo of your own voice in it, and not that of God. It is this approach to the understanding and interpreting of the Quran that the Prophet, blessings and peace be on him, has condemned.

4 Nothing could be more unfortunate than to use the Quran to secure, for your own person, worldly things such as name, esteem, status, fame or money. You may get them, but you will surely be bartering away a priceless treasure for nothing, indeed even incurring eternal loss and ruin. Baca entri selengkapnya »

Barang Sehari-hari yang Bisa Memicu Penyakit Serius

Mungkin banyak orang yang tidak menyangka bahwa barang-barang sehari-hari yang biasa Anda gunakan dapat menjadi bom waktu pemicu penyakit serius seperti jantung, stroke dan alergi karena mengandung jutaan bakteri.

Asal tahu saja, barang-barang rumah tangga yang jarang dibersihkan bisa menjadi sarang yang nyaman bagi jutaan bakteri.

Dilansir Dailymail, Kamis (9/12/2010), berikut beberapa barang sehari-hari yang sering menjadi sarang bakteri berbahaya:

1. Sikat gigi
Penelitian menunjukkan bahwa berbagai masalah kesehatan yang serius, termasuk penyakit jantung, stroke, arthritis dan infeksi kronis dapat dikaitkan dengan kehigienisan sikat gigi.

Sebuah studi oleh Manchester University menemukan bahwa sikat gigi rata-rata berisi 10 juta kuman, termasuk persentase yang tinggi dari bakteri yang berpotensi fatal seperti staphylococci, streptococcus, E. coli dan candida.

Anda tidak dapat melihat perkembangan kuman, tetapi bulu sikat yang mulai rusak bisa menjadi pelabuhan bagi bakteri. Ganti sikat gigi setiap tiga bulan sekali.

2. Handuk mandi
Handuk mandi perlu dicuci seminggu sekali di suhu 90 derajat celsius atau lebih untuk menghilangkan staphylococcus aureus, bakteri yang dapat berpindah dari kulit ke handuk. Biasanya jinak, tapi dapat menyebabkan infeksi jika kontak dengan luka dan juga bisa hidup pada permukaan kering. Baca entri selengkapnya »

Yudhoyokarta

Pada saat Presiden Barrack Obama mengutarakan keinginannya untuk kelak bisa mengunjungi Yogyakarta bersama dengan keluarganya, mungkin ini mulai menggelitik pikiran Tuan. Ketika begitu banyak bencana, termasuk Merapi yang meninggalkan duka, dikaitkan dengan kesialan diri; mungkin Tuan mulai meradang. Orang-orang mulai bosan dengan orasi datar, air muka yang menjemukan serta pembantu-pembantu Tuan yang berlaku kayak jongos kolonial; mereka memalingkan muka dan ini bencana bagi Tuan. Negeri ini boleh hancur selebur-leburnya hingga jurang dimana setiap kata tidak lagi bisa menyelamatkan, tetapi bagi Tuan citra diri tidak boleh tergores apalagi hancur. Tuan ingin menunjukkan kepada Obama nantinya bahwa Yogyakarta adalah sebuah propinsi demokratis dalam batas-batas sempit terminologi textbook. Dengan meruntuhkan kraton Yogya Tuan ingin melarung sial, menghanyutkannya lewat Kali Progo disambut Ratu Laut Selatan. Tuan ingin mengingatkan semua orang yang berpaling bahwa Tuan tidak begitu membosankan, seperti biasa Tuan suka menimbulkan kehebohan untuk menutupi kehebohan lain yang tidak terselesaikan. Skandal Krakatau Steel butuh timbunan, Tuan mengguncang kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Baca entri selengkapnya »

Kembalikan Stamina Tubuh Anda

Bekerja lebih dari 12 jam sehari. Tidur kurang dari 8 jam setiap malamnya. Asupan makanan tidak seimbang. Stres selalu menyertai aktivitas. Jika ini semua terjadi pada Anda, hati-hati, karena bisa saja penyakit serius ada di tubuh Anda.

Tapi tak perlu khawatir menjadi seorang pekerja keras. Yang penting seimbangkan kehidupan Anda mulai sekarang. Caranya? Mudah saja, ikuti beberapa tips berikut seperti yang dilansir oleh Sheknows.

1. Rajin Berolahraga

Olahraga menjadi salah satu aktivitas yang paling malas dikerjakan oleh pekerja kantoran. Sebenarnya Anda tak perlu berolahraga layaknya seorang atlet. Cukup 15 menit saja tiga hari seminggu dan dilakukan secara rutin!.

Biasakan seusai bangun tidur di pagi hari, lakukan peregangan di halaman rumah atau balkon apartemen Anda. Peregangan penting untuk melemaskan otot Anda. Lalu hiruplah udara segar di pagi hari dalam-dalam. Udara pagi yang belum terkontaminasi polusi cukup baik untuk melancarkan metabolisme tubuh.

Lalu jika Anda sudah tiba di kantor, coba tidak menaiki lift. Gunakan tangga darurat dari lantai dasar menuju ruangan Anda. Rajin naik tangga akan menyehatkan jantung, memperlancar aliran darah dan membuat tungkai menjadi lebih kokoh. Cukup naik tangga sebanyak 3-6 lantai saja, jika rutin rasakan manfaatnya. Tapi sebelumnya tanyakan ke pengelola gedung apakah tangga darurat di gedung tempat Anda berkantor memungkinkan untuk digunakan selain dalam keadaan darurat.

Lari atau bersepeda adalah olahraga paling murah namun efeknya dahsyat. Jika rutin dilakukan, selain sehat, berat tubuh Anda bisa turun. Cobalah seminggu sekali bersepeda ke kantor, seperti yang semakin banyak dilakukan oleh para pekerja kantoran di Jakarta. Selain membakar lemak, bersepeda ikut membantu mengurangi polusi. Tapi perhatikan faktor keselamatan jika Anda bersepeda di kota besar. Gunakan helm, sepeda standar yang memiliki rem dan lampu pengaman, serta pastikan Anda tidak berada di jalur kendaraan bermotor.

Jika di hari kerja olahraga sulit dilakukan, gunakan akhir pekan. Pagi atau siang tak masalah. Di gym atau jogging outdoor juga sehat. Yang penting jangan lupa pemanasan agar tidak cedera dan lakukan dengan penuh kesenangan.

2. Konsumsi Suplemen

Mengonsumsi vitamin atau suplemen bisa membantu menambah stamina. Pilih suplemen yang aman dan tidak murahan. Perhatikan pula apakah Anda punya maag atau tidak. Jangan lupa lihat tanggal kadaluarsanya.

Baiknya Anda perlu berkonsutasi ke ahli gizi untuk memilih suplemen yang akan dipakai.

3. Konsumsi Kafein di Pagi dan Sore Hari

Minum kopi dan teh pada pagi dan sore hari ternyata baik. Beberapa ahli gizi di Amerika Serikat menganjurkan untuk minum secangkir kopi/teh pada pagi dan sore hari agar konsentrasi tetap terjaga dan menyegarkan pikiran.

Tapi untuk yang memiliki tekanan darah tinggi, jantung atau maag, ganti kopi Anda dengan teh.

4. Buah, Jus dan Sayur

Terlalu banyak makan steak atau ayam bakar tak baik. Kombinasikan makanan Anda dengan sayur segar dalam jumlah cukup, seperti lalapan. Sayur terutama yang berwarna hijau memiliki serat tinggi. Serat dari sayuran bagus untuk organ pencernaan manusia. Selain itu sayur membantu menangkal flu da sejumlah penyakit. Sayuran seperti brokoli, buncis, wortel atau daun-daunan tertentu sangat baik bagi tubuh.

Jangan lupa makan buah. Di pagi hari buah akan lebih bermanfaat dimakan sebelum sarapan. Buah seperti pisang atau apel baik dimakan saat pagi hari. Jus juga bisa menjadi alternatif jika Anda malas mengunyah. Perhatikan komposisi air dan buah saat hendak menjusnya. Setidaknya 70 persen untuk buah, sisanya air putih. Hindari juga gula pasir, karena buah sudah mengandung gula alami.

5. Tidur Cukup

Gunakan waktu luang Anda sebaik mungkin. Di akhir pekan Anda bisa tidur siang. Tidur siang selama dua jam bisa menyegarkan tubuh dan pikiran. Sebaiknya di malam hari usahakan tidur selama 6-8 jam. Jika ingin cepat mengantuk, Anda bisa dahulukan dengan membaca, minum susu rendah lemak atau dipijat.

Selamat mencoba!
Sumber: http://id.news.yahoo.com/yn/20101126/tls-kembalikan-stamina-tubuh-anda-692ef6f.html

Amalan dan Doa Malam Idul Fitri

Syekh Thusi berkata, “Mandilah di penghujung malam dan duduklah di tempat shalat Anda hingga fajar menyingsing.”
Hari Pertama
Hari ini adalah Hari Raya Idul Fitri. Amalan-amalan pada hari adalah sebagai berikut:
Pertama, membaca takbir yang biasanya dibaca pada malam hari raya setelah mengerjakan shalat subuh dan shalat Hari Raya Idul Fitri.
Kedua, membaca doa yang telah diriwayatkan oleh Sayid Ibnu Thawus setelah mengerjakan shalat subuh. Doa itu dimulai dengan Allâhumma innî tawajjahtu ilaika bi Muhammadin imâmî… Menurut pendapat Syekh Thusi, doa ini dibaca setelah mengerjakan shalat hari raya.
Ketiga, mengeluarkan zakat fitrah sebelum mengerjakan shalat Hari Raya Idul Fitri. Kadarnya untuk setiap kepala adalah 1 sha’ (3 kg-peny.). Pembahasan lebih detailnya dapat dilihat dalam buku-buku fikih.
Ketahuilah bahwa zakat fitrah adalah suatu kewajiban yang muakkad, syarat diterimanya puasa bulan Ramadhan, dan faktor keterjagaan kita hingga tahun mendatang. Allah telah menyebutkan zakat ini terlebih dahulu dari pelaksanaan shalat dalam ayat,
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى و ذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى‏
Sungguh beruntung orang yang telah menyucikan diri dan menyebutkan nama Tuhannya, lalu ia melaksanakan shalat
Keempat, mandi. Yang lebih utama adalah mandi di sungai. Waktunya—sebagaimana diriwayatkan oleh Syekh Thusi—adalah setelah fajar menyingsing hingga waktu pelaksanaan shalat hari raya. Dalam sebuah hadis disebutkan, “Mandilah di bawah atap. Ketika engkau ingin melakukan mandi, bacalah:
اللّٰهُمَّ إِيْمَانًا بِكَ وَ تَصْدِيْقًا بِكِتَابِكَ وَ اتِّبَاعَ سُنَّةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ
Ya Allah, (aku melaksanakan mandi ini) atas dasar iman kepada-Mu, membenarkan kitab-Mu, dan mengikuti sunah Nabi-Mu, Muhammad saw.
Kemudian, bacalah bismillâh dan mandilah. Setelah selesai mandi, bacalah:
اللّٰهُمَّ اجْعَلْهُ كَفَّارَةً لِذُنُوْبِيْ وَ طَهِّرْ دِيْنِيْ، اللّٰهُمَّ أَذْهِبْ عَنِّي الدَّنَسَ‏
‏Ya Allah, jadikanlah mandi ini sebagai penebus dosa-dosaku dan sucikanlah agamaku. Ya Allah, sirnakanlah segala kotoran dariku
Kelima, memakai pakaian yang baik, memakai wewangian, dan pergi ke padang terbuka untuk selain Makkah demi melaksanakan shalat hari raya di bawah langit. Baca entri selengkapnya »

« Older entries