The Greatest Joy Near God and His Messenger

By Ayatollah Hasanzadeh Amuli

At the end of the book Irshaad al-Qulub, it is narrated that God asked his Messenger on the night of the spiritual ascent (Me’raj), “O Ahmad, do you know what kind of joy is the best? And [do you know] what kind of life the most lasting?” The Messenger of Allah replied, “O God, I do not know.”

God said, “The best kind of joy is when a human being is always in the state of Dhikr (remembering Allah) and does not get tired of it, he does not forget My blessings, knows Me, and throughout the night and day is after attracting My pleasure. And the most lasting kind of life is when he is ever-vigilant of himself, until the world becomes insignificant and valueless, and the Hereafter great and valuable for him. He prefers My desire over his and is after My pleasure; and he reckons Me great the way I am. He always is cognizant of My knowledge and awareness about him. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Hadis Qudsi: Tentang Memuliakan Orang Mulia dan Menghibur Anak Yatim

1. Allah berfirman kepada para nabi-Nya: Muliakanlah orang yang mulia, hargai orang yang menghargai, dan berpalinglah dari orang yang buruk akhlaknya. Hadis Qudsi 230 (19/2/2010 ; 09:32:26)
2. Anak yatim menangis, arasy berguncang. Sabda Tuhan: Demi keagungan-Ku, siapa saja yang menghiburnya dan menghentikan tangisannya, Aku pastikan baginya surga (Hadis Qudsi 208) ( 17/2/2010; 17:30:44)

Tentang “Bila Aku Ditaati…”

Bila Aku ditaati, Aku ridha. Bila Aku ridha, Aku berkati. Dan pemberkatan-Ku tidak ada batasnya. (Al-Kaafii 2: 275) (15/01/10; 18:25:45)

Hadis Qudsi tentang Ahli Dunia, Isa, dan Musa

1. Ahli dunia adalah yang banyak makannya, ketawanya, tidurnya, dan marahnya; tidak memaafkan orang yang bersalah kepadanya; malas untuk taat dan berani untuk maksiat. (Kalimatullah 368) (19-9-’08 ; 09:30:29)
2. Hai, Isa, berikan pada-Ku linangan air matamu dan kekhusyukan kalbumu. Berdirilah di atas kuburan dan berserulah dengan suara keras: Aku akan menyusul kalian. (Kalimatulllah 359) (17-9-’08 ; 09:45:08)
3. Hai Musa, selama kamu tidak lihat dosamu sudah diampuni, janganlah sibuk memperhatikan aib orang lain. Selama kamu tidak melihat perbendaharaanKu habis, janganlah kamu gundah. (Kalimatullah 345) (15-9-’08 ; 09:30:14)

Hadis Qudsi tentang Balasan Perlakuan hamba kepada Tuhan, Kenikmatan yang Belum Pernah Terbetik, Kabar Gembira bagi Pendosa dst.

1. Begitukah hamba-Ku memperlakukan Aku? Ia berdoa kepada-Ku dan Aku malu untuk menolaknya; dan ia menentang-Ku (dengan maksiat) dan ia tidak malu kepada-Ku. (Kalimatullah 135) (10-9-’08 ; 17:34:58)
2. Aku siapkan bagi hamba-hamba-Ku yang saleh (kenikmatan) yang tak pernah dilihat mata, dan tak pernah terbetik dalam hati manusia. (Kalimatullah 134) (8-9-’08 ; 17:34:31)
3. Hai Dawud, gembirakan pendosa karena Aku menerima taubatnya dan ampuni dosanya; ancam orang saleh supaya tidak bangga (ujub) dengan amalnya (Hadis Qudsi, kalimatullah 53) (5-9-’08 ; 17:36:21)
4. Wahai manusia, setiap hari datang rezekimu dan kau berduka? umurmu berkurang dan kau tak berduka? Kaucari yang mencelakakanmu padahal yang kamu punya cukup bagimu. (Hadis Qudsi) (3-9-’08 ;10:09:14)
5. Orang fakir ialah orang yang tak punya pengayom seperti Aku; orang sakit ialah orang yang tak punya tabib seperti Aku; orang yang kesepian ialah orang yang tak punya kekasih seperti-Ku. (Hadis Qudsi) (1-9-’08 ; 10:09:51)

Tentang Celaan Allah, Orang Fakir, Orang Sakit dan Orang yang Kesepian

1. Wahai manusia, setiap hari datang rezekimu, dan kau berduka? Umurmu berkurang dan kau tak berduka? Kaucari yang mencelakakanmu, padahal yang kamu punya cukup bagimu. (3-9-’08 ; 10:09:14)

2. Orang fakir ialah orang yang tak punya pengayom seperti Aku; orang yang sakit adalah orang yang tak punya tabib seperti Aku; orang yang kesepian adalah orang yang tak punya kekasih seperti Aku. (1-9-’08 ; 10:09:51)

3. Ali bin Abi Thalib berkata, Nabi saw bersabda, “Allah Swt pada Hari Kiamat akan mencela seorang hamba dari hamba-hamba-Nya, lalu Dia berfirman, ‘Wahai hamba-Ku, apa yang mencegahmu saat Aku sakit sehingga engkau tidak membesuk-Ku?’ Ia berkata, ‘Mahasuci Engkau, Engkau adalah Tuhan semua hamba, Engkau tidak pernah sakit dan tidak pernah menderita.’ Allah Swt menjawab, ‘Saudaramu yang Mukmin sakit, engkau tidak membesuknya. Demi Kemuliaan-Ku dan Kebesaran-Ku seandainya engkau membesuknya niscaya engkau akan menemui-Ku di sisinya, kemudian Aku akan menanggung semua hajatmu dan akan memenuhinya untukmu, dan hal itu merupakan kemuliaan hamba-Ku yang Mukmin dan Aku adalah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.’” (Amali ath-Thusi, hal.629, hadis ke-8 atau ke-1295 dari majelis ke-30)

Tentang Kezaliman dan Ampunan Allah

1. Akan Kuazab setiap rakyat dalam Islam yang mematuhi pemimpin yang zalim, walaupun rakyat itu rakyat yang baik dan takwa. (Kalimatullah 126) (15-8-’08 ; 09:30:26)
2. Allah Swt berfirman, “Barangsiapa yang mengetahui bahwa Aku mempunyai Kekuasaan untuk mengampuni, lalu ia memohon ampun kepada-Ku dengan Kekuasaan-Ku, maka Aku akan mengampuni orang tersebut dan Aku tidak peduli.” (Tafsir al-Imam al-Askari, hal.42)
3. Allah Swt berfirman, “Wahai anak Adam, sesungguhnya selama engkau berdoa kepada-Ku dan mengharap kepada-Ku, maka Aku akan mengampunimu sesuai dengan (dosa) yang ada padamu, dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, andaikan dosamu mencapai puncak langit, kemudian engkau memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampunimu dan Aku tidak peduli.” (Sunan Tirmidzi, juz.5, hal.548, bab 99, Fi Fadhli at-Taubah wa al-Istighfar dari kitab ad-Da’awat, hadis ke-354)