Signifikansi Ziarah dalam Peringatan Kesyahidan Imam Husain

Arif Mulyadi

Asyhadu annaka aqamtash-shalâta
Wa âtaytaz-zakâta
Wa amarta bil-ma`rûf(i)
Wa nahayta ‘anil-munkar(i)
Wa atha’tallâhi wa rasûlahu hatta âtâkal-yaqîn(u)…

SALAH satu ajaran Islam yang dianjurkan untuk terus dihidupkan adalah berziarah, baik langsung ataupun tidak, kepada wali-wali Allah. Akar kata ziarah itu sendiri adalah zâra, dengan bentukan berikutnya yazûru-ziyâratan, yang arti generiknya ‘mengunjungi’. Kata mengunjungi meniscayakan adanya pertemuan antara dua belah pihak dan salah satu adab bertemu adalah ucapan salam seperti assalâmu ‘alayka/ki/kum, yang diucapkan si pihak yang ingin bertemu kepada orang yang dikunjunginya. Jadi, dari awal si peziarah sudah menyampaikan doa keselamatan kepada orang yang dikunjunginya. Baca entri selengkapnya »

Tentang Banyak Ilmu dalam Sedikit Amal, Memenuhi Hak Orang Lain, dan Kebenaran adalah Yang Tersembunyi

1. Imam Ali: Sedikit amal dengan banyak ilmu lebih baik daripada banyak amal dengan sedikit ilmu (Bihar al-Anwar, 1: 208) (27-11-09; 12:48:59)
2. Nabi saw: Jika seseorang tak penuhi hak orang lain, orang itu akan menuntutnya pada hari Kiamat dan Allah memenangkan penuntutnya dan menghukum yang dituntut (all-Bihar, 74:236) (30/11/09; 18:02:43)
3. Imam Ali: Akan datang suatu zaman ketika paling tersembunyi waktu itu adalah kebenaran dan yang paling tampak adalah kepalsuan. (Nahj al-Balaghah, Khotbah 147) (2/12/09; 16:02:43)

Wiladah Imam Ali al-Hadi as

Tanggal 15 Dzulhijjah (2 Desember untuk tahun 2009), dalam almanak Islam, merupakan hari kelahiran khalifah Rasulullah yang ke-10, yakni Imam Ali al-Hadi (salam atasnya). Beliau hidup sezaman Mutawakkil dari klan Abbasiyah. Meski kekhalifahan (de jure) beliau cukup singkat, Imam Ali Hadi mewariskan “karya-karya” spiritual yang lestari seperti al-Ziarah al-Jamiah al-Kabirah yang kandungannya sangat berharga untuk dipelajari dan dihayati. Demi mengambil berkah dari kehidupannya kami kutipkan tiga hadis dari Imam Ali al-Hadi as sebagai berikut.

1. “Salah satu yang membuat Allah marah adalah hamba yang terus-menerus bermaksiat dan mengharap ampunan kepada Allah.”

2. “Sesungguhnya Allah menjadikan dunia sebagai tempat ujian dan akhirat sebagai tempat balasan, Allah menjadikan ujian dunia sebagai sebab meraih pahala akhirat dan pahala akhirat sebagai pengganti dari ujian dunia.”

3. “Dunia ibarat pasar. Satu kaum akan mengambil keuntungan dan yang lain merugi.”

Lebih jauh tentang Imam Ali al-Hadi, silakan rujuk buku ini: