Kampanye Shalawat atas Sayidah Fathimah az-Zahra

Kampanye Shalawat atas Sayidah Fathimah az-Zahra
Nabi saw telah bersabda, “Fathimah adalah bagian dariku. Barangsiapa yang mencintainya, berarti mencintaiku. Barangsiapa yang membuatnya marah, berarti membuatku marah.” Beliau juga berkata, “Sesungguhnya Allah marah karena marahnya Fathimah dan ridha karena ridhanya Fathimah.”

Di bulan Jumadil Awal/Jumadil Akhir, mari bergabung untuk mengirimkan shalawat kepada putri kinasih Nabi saw dan mendapatkan keridhaan Allah dan Nabi-Nya .

Shalawat atas Sayidah Fathimah

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى فَاطِمَةَ وَ أَبِيْهَا وَ بَعْلِهَا وَ بَنِيْهَا وَ سِرِّ الْمُسْتَوْدِعِ فِيْهَا بِعَدَدِ مَا أَحَاطَ بِهِ عِلْمُكَ
Allahumma shalli ‘alâ Fâthimata wa abîhâ wa ba‘lihâ wa banîhâ wa sirril mustawdi‘i fîhâ bi ‘adadi mâ ahâtha bihî ‘ilmuka
Ya Allah, sampaikan shalawat atas Fathimah dan ayahnya, suaminya, dan kedua putranya, dan rahasia yang terkandung di dalamnya yang hanya ada dalam ilmu-Mu

Disunnahkan untuk membaca shalawat ini 580 kali untuk membebaskan dari setiap masalah.
(Sumber: http://www.ShiaSisters.net )

Catatan: Sebagian sumber menyebutkan bahwa salah satu makna “rahasia yang terkandung di dalamnya (diri Fathimah)” merujuk kepada eksistensi Imam Mahdi yang akan lahir dari diri az-Zahra as melalui putra-putranya.

Iklan

Tentang Jika Allah Menghendaki Kebaikan atau Keburukan pada Seseorang, Kesalehan, dan Orang yang Mengecam Zamannya

1. Nabi saw: “Jika Allah menghendaki kebaikan pada seseorang Dia jadikan ia kaya dalam batinnya dan takwa dalam hatinya. Jika Allah menghendaki keburukan, Dia jadikan ia selalu merasa miskin.” (Nahjul Fashahah) (30-3-’09 ; 12:40:28)
2. Imam Ali Ridha: “Tidak ada kesalehan yang lebih berguna daripada menjauhi yang diharamkan Tuhan dan menahan diri dari menyakiti orang beriman.” (88 Aphorism) (1-4-’09 ; 11:59:13)
3. Imam Ali Ridha: “Siapa yang mengecam zamannya akan berkepanjangan kecewanya.” (88 Aphorism) (3-4-’09 ; 10:20:04)

Tentang Nabi, Orang yang Berkata ‘Saya Tidak Tahu’, dan Jika Allah Menghendaki Kebaikan atau Keburukan

1. Ia banyak diamnya. Ia tidak pernah berbicara yang tidak perlu. Ia memulai dan menutup pembicaraannya
dengan sangat fasih. (Profil Nabi Road to Muhammad) (20-3-’09 ; 09:40:29)
2. Amirul Mukminin as berkata: Barangsiapa yang mengatakan: SAYA TIDAK TAHU, padahal belum dipikirkan, dikaji, maka dia akan menemukan kehancuran mentalnya. (Isyqqalbi) (21-3-’09 ; 12:55:00)
3. Nabi saw bersabda, “JIka Allah menghendaki kebaikan pada seseorang, Dia jadikan ia kaya dalam batinnya dan takwa dalam hatinya. Jika Allah menghendaki keburukan, Dia jadikan ia selalu merasa miskin.” (Nahj Fashahah) (30-3-’09; 12:40:28)