Sayidah Fathimah: Kado Teragung Allah

Sayidah Fathimah dinamai demikian karena tak seorang pun bisa memahaminya. Karena alasan ini, dan sebagai kesadaran sepenuhnya akan nilai Pemimpin dunia dan akhirat, kita semata-mata harus merujuk pada para maksum, yang memiliki persepsi yang sempurna tentangnya. Karena itu, satu-satunya sumber pengumpulan informasi tentangnya adalah keturunannya yang saleh, dan hadis-hadis yang berasal dari mereka. Sebelum memulai kajian akan hadis-hadis tersebut, seyogianya orang mencamkan bahwa seluruh imam Ahlulbait berbicara menurut kapasitas reseptif dan kemampuan seseorang atau orang-orang yang mencari informasi. Hadis-hadis ini merupakan selayang pandang akan kualitas-kualitas az-Zahra, karena pengetahuan hakiki hanya ada pada Allah Swt, Nabi saw, dan para imam as. Tidak ada yang lain. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Keistimewaan Pemberian Nama “Fathimah”

Sakuni dalam al-Kafi meriwayatkan, “Aku menemui Abi Abdillah as sementara aku dalam keadaan sedih dan kecewa. Imam as bertanya kepadaku, ‘Wahai Sakuni, apa yang menyebabkanmu kecewa?’ Aku berkata, ‘Aku diberi anak perempuan.’ Imam as berkata, ‘Wahai Sakuni, bebannya akan ditanggung oleh bumi dan rezekinya ditanggung oleh Allah. Dia hidup di luar kehidupanmu dan makan dari selain rezekimu.’ Demi Allah, beliau telah melegakanku. Imam as berkata, ‘Kau beri nama siapa dia?’ Aku berkata, ‘Fathimah.’ Beliau as berkata, ‘Ah, ah.’ Kemudian beliau meletakkan tangannya di keningnya dan berkata, ‘Rasulullah saw bersabda, ‘Hak anak terhadap orangtuanya adalah jika anak itu adalah laki-laki hendaknya memuliakan ibunya, menetapkan nama yang baik baginya, mengajarinya kitab Allah, menyucikannya, dan mengajarinya berenang. Jika perempuan hendaknya memuliakan ibunya, menetapkan nama yang baik baginya, mengajarinya surah an-Nur, jangan mengajarinya surah Yusuf. Jangan meletakkannya di kamar atas dan segeralah mengirimnya ke rumah suaminya. Adapun jika kalian menamainya dengan Fathimah, jangan kalian mencercanya, melaknatnya, dan memukulnya.’” (al-Kafi, jil.6, hal.48, hadis ke-6; Tahdzibul Ahkam, jil.8, hal.112, hadis ke-387. )

Kampanye Shalawat atas Sayidah Fathimah az-Zahra

Kampanye Shalawat atas Sayidah Fathimah az-Zahra
Nabi saw telah bersabda, “Fathimah adalah bagian dariku. Barangsiapa yang mencintainya, berarti mencintaiku. Barangsiapa yang membuatnya marah, berarti membuatku marah.” Beliau juga berkata, “Sesungguhnya Allah marah karena marahnya Fathimah dan ridha karena ridhanya Fathimah.”

Di bulan Jumadil Awal/Jumadil Akhir, mari bergabung untuk mengirimkan shalawat kepada putri kinasih Nabi saw dan mendapatkan keridhaan Allah dan Nabi-Nya .

Shalawat atas Sayidah Fathimah

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى فَاطِمَةَ وَ أَبِيْهَا وَ بَعْلِهَا وَ بَنِيْهَا وَ سِرِّ الْمُسْتَوْدِعِ فِيْهَا بِعَدَدِ مَا أَحَاطَ بِهِ عِلْمُكَ
Allahumma shalli ‘alâ Fâthimata wa abîhâ wa ba‘lihâ wa banîhâ wa sirril mustawdi‘i fîhâ bi ‘adadi mâ ahâtha bihî ‘ilmuka
Ya Allah, sampaikan shalawat atas Fathimah dan ayahnya, suaminya, dan kedua putranya, dan rahasia yang terkandung di dalamnya yang hanya ada dalam ilmu-Mu

Disunnahkan untuk membaca shalawat ini 580 kali untuk membebaskan dari setiap masalah.
(Sumber: http://www.ShiaSisters.net )

Catatan: Sebagian sumber menyebutkan bahwa salah satu makna “rahasia yang terkandung di dalamnya (diri Fathimah)” merujuk kepada eksistensi Imam Mahdi yang akan lahir dari diri az-Zahra as melalui putra-putranya.

My Search for Truth

Fousiya Bismi

In the Name of Allah Most Beneficent Most Merciful.
Although I am from a Sunni back ground and my family follow the Shafi madhab, my parents have always had an open mind in looking for the truth. They had engendered in their children, the spirit of questioning status quo and looking beyond what belief systems we were born into. As a family we followed Islam with great devotion and pursued religious studies: we were involved with teaching others, praying, reading the Holy Quran and seriously followed other tenets of the religion. Even as young children growing up we freely asked our parents questions on religion and discussed Islam as a family at every opportunity on a daily basis. Baca entri selengkapnya »

BUNGA

Aku mendapat bunga hari ini
meski hari ini bukan hari istimewa dan bukan hari ulangtahunku.
Semalam untuk pertama kalinya kami bertengkar
dan ia melontarkan kata-kata menyakitkan.
Aku tahu ia menyesali perbuatannya
karena hari ini ia mengirim aku bunga.

Aku mendapat bunga hari ini.
Ini bukan ulangtahun perkawinan kami atau hari istimewa kami.
Semalam ia menghempaskan aku ke dinding dan mulai mencekikku
Aku bangun dengan memar dan rasa sakit sekujur tubuhku.
Aku tahu ia menyesali perbuatannya
karena ia mengirim bunga padaku hari ini.

Aku mendapat bunga hari ini,
padahal hari ini bukanlah hari Ibu atau hari istimewa lain.
Semalam ia memukuli aku lagi, lebih keras dibanding waktu-waktu yang lalu.
Aku takut padanya tetapi aku takut meningggalkannya.
Aku tidak punya uang.
Lalu bagaimana aku bisa menghidupi anak-anakku?
Namun, aku tahu ia menyesali perbuatannya semalam,
karena hari ini ia kembali mengirimi aku bunga.

Ada bunga untukku hari ini.
Hari ini adalah hari istimewa : inilah hari pemakamanku.
Ia menganiayaku sampai mati tadi malam.
Kalau saja aku punya cukup keberanian dan kekuatan untuk meninggalkannya,
aku tidak akan mendapat bunga lagi hari ini….

PS :
Tolong di forward ke perempuan dibelahan dunia manapun.
Kadang wanita terlalu lemah dan menerima saja untuk disakiti.

Israel, Pusat Perdagangan Perempuan dan Prostitusi

ISRAEL ternyata menjadi pusat perdagangan kaum perempuan dari berbagai negara, untuk dijadikan pelacur. Kaum perempuan ini bahkan ada yang dipaksa menjadi pelacur, karena tertipu iklan yang menawarkan studi di Israel.

Sebut saja namanya Maria asal Ukraina. Ia datang ke Israel pada tahun 1999 memenuhi panggilan kesempatan untuk studi di Israel, dari sebuah iklan yang ia baca. Namun, ketika ia sampai di Israel, ia dibawa ke sebuah apartemen di kawasan Ashkelon. Seorang perempuan di apartemen itu mengatakan bahwa sekarang ia berada dalam dunia pelacuran. Baca entri selengkapnya »

Kembali Kepada Kesederhanaan, Sebuah Buku Karya Wendy Shalit

veil.jpg
Pelarangan penggunaan jilbab di sekolah-sekolah Perancis telah menimbulkan kemarahan kaum muslimin sedunia. Penggunaan jilbab adalah salah satu kewajiban yang terkandung dalam ajaran Islam. Sebagaimana kewajiban-kewajiban Islam lainnya, seperti zakat atau puasa, penggunaan jilbab adalah sebuah aturan yang sesuai dengan fitrah manusia dan bermanfaat bagi manusia sendiri. Masalah pakaian yang sesuai dengan fitrah kaum perempuan juga menarik perhatian sebagian pemikir dan penulis Barat, misalnya Wendy Shalit, yang pada tahun 1999 menulis sebuah buku berjudul A Return to Modesty atau Kembali Kepada Kesederhanaan. Baca entri selengkapnya »