Sedekah Tiada Habis

“Betapa banyak Anda telah bersedekah. Tidakkah Anda ingin menyimpan sedikit harta untuk diri Anda sendiri?”
Imam Ali menjawab, “Jika saya tahu bahwa Allah menerima pelaksanaan sebuah kewajiban, tentu saya tidak akan bersedekah banyak. Akan tetapi, saya tidak tahu apakah amal-amal saya itu diterima Allah atau tidak. Lantaran saya tidak tahu, maka saya sering bersedekah dengan harapan salah satu di antaranya diterima Allah.”

Iklan

The Wisdom

the-wisdom.jpg<

Ucapan seseorang tak lepas dari sebuah konteks sejarah. Hal yang sama juga berlaku pada serangkaian pidato Sayid Ali Khamenei mengenai berbagai peristiwa di dalam dan luar negeri, termasuk hal-hal yang merupakan khas Islam. Ingin tahu lebih lanjut buku ini?
Pesanlah segera ke penerbitnya!

Sutan Takdir Alisyahbana dan Pemikiran Kebudayaannya

sta.jpg

Abdul Hadi W. M.
(Budayawan-Sastrawan Islam, Dosen ICAS-Paramadina University & UI)

Sutan Takdir Alisyahbana (STA) adalah tokoh terkemuka dan istimewa dalam sejarah kesusastraan dan pemikiran kebudayaan di Indonesia. Dia menulis puisi, novel, esai-esai sastra, kitab pengetahuan tatabahasa dan karangan-karangan ilmiah mengenai falsafah, ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan. Tidak banyak sastrawan di negeri menguasai persoalan-persoalan falsafah dan kebudayaan sedemikian luasnya seperti STA. Tidak banyak pula cendekiawan Indonesia yang memiliki perhatian besar terhadap persoalan kesusastraan, estetika, seni dan bahasa Indonesia seperti STA. Belakangan ia sangat menaruh minat pada sejarah intelektual Islam, khususnya pemikiran Ibn Rusyd dan menjelang akhir hayatnya kepada Muhammad Iqbal. Kecenderungan ini pun sangat jarang dijumpai di kalangan teman-teman sejawatnya maupun generasi cendekiawan Indonesia di belakangnya.
STA adalah tokoh terkemuka dan istimewa dalam sejarah kesusastraan dan pemikiran kebudayaan di Indonesia. Dia menulis puisi, novel, esai-esai sastra, kitab pengetahuan tatabahasa dan karangan-karangan ilmiah mengenai falsafah, ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan. Tidak banyak sastrawan di negeri menguasai persoalan-persoalan falsafah dan kebudayaan sedemikian luasnya seperti STA. Tidak banyak pula cendekiawan Indonesia yang memiliki perhatian besar terhadap persoalan kesusastraan, estetika, seni dan bahasa Indonesia seperti STA. Belakangan ia sangat menaruh minat pada sejarah intelektual Islam, khususnya pemikiran Ibn Rusyd dan menjelang akhir hayatnya kepada Muhammad Iqbal. Kecenderungan ini pun sangat jarang dijumpai di kalangan teman-teman sejawatnya maupun generasi cendekiawan Indonesia di belakangnya. Baca entri selengkapnya »

Imad Fayez Mughniyah: Mengapa Dilikuidasi?

Oleh : Ahmad Syafii Maarif
imad-mughniyah.jpg

MENGIKUTI terminologi yang digunakan Uri Avnery (aktivis perdamaian Israel anti-Zionisme), dilikuidasi sama dengan dihabisi. Siapa yang dilikuidasi, mengapa? Tidak sembarangan orang, yaitu kepala staf sayap militer Hizbullah Lebanon Selatan, tangan kanan Hassan Nashrullah: Imad Fayez Mughniyah, Februari 2008 di Damaskus. Di mata Zionis, Mughniyah lebih dari pada seorang teroris; ia adalah mbahnya teroris. Sekalipun tidak ada pengakuan bahwa yang menghabisinya adalah Mossad (dinas rahasia Israel), hampir semua pengamat setuju bahwa yang melakukannya adalah dinas rahasia ini. Baca entri selengkapnya »

Sering Kerja Lembur = Workaholic ???

workaholic.jpg<a

Sering kerja lembur, mengerjakan tugas kantor di rumah, khawatir
dipecat karena kurang kerja keras, serta hubungan yang minim dengan
keluarga merupakan beberapa indikasi dari workaholism atau “ketagihan”
kerja.

Pegawai di Jepang adalah contoh ekstrem pekerja workaholic yang
menghabiskan 12 jam sehari untuk mengerjakan tugas kantor. Rata-rata
jam kerja pegawai di Jepang memang tertinggi di dunia (2.450 jam per
tahun). Padahal, bekerja lebih dari 40 jam per minggu saja sudah
diindikasikan sebagai workaholic.

Workaholism di Jepang bahkan begitu seriusnya hingga menyebabkan
kematian. Mereka menghabiskan berjam-jam mengerjakan tugas kantor
sehingga menimbulkan efek samping seperti kelelahan, stres, kurang
tidur, serangan jantung, bahkan stroke. Perdana Menteri Jepang Keizo
Obuchi adalah salah satunya. Dia terkena stroke dan meninggal karena
bekerja kelewat keras.

Di kota besar seperti Jakarta, sering pekerja workaholic tidak sadar
bahwa mereka sudah “ketagihan” kerja karena tingginya tuntutan kantor
terhadap pegawainya. Mereka terbiasa bekerja keras sampai tidak bisa
lagi menyeimbangkan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan. Bukan lagi
bekerja untuk hidup, tapi hidup untuk bekerja.

Jika pekerjaan anda sering menyebabkan stress atau penyakit, itu
mungkin pertanda anda terkena efek workaholic. Cepat cari solusinya
sebelum terkena efek yang lebih parah. (Sumber: milis isyraq)

100 Tahun Hamka

hamka.jpg

Menurut sosiologi pengetahuan, intelektual besar kerap muncul dari jaringan besar, baik jaringan ke atas, ke samping, maupun ke bawah. Para pemikir besar galibnya memiliki guru-guru yang besar; berinteraksi dan diuntungkan oleh kehadiran para pemikir (besar), sezaman; sebagai mitra maupun “lawan” yang mematangkan pemikiran; juga jaringan murid-muridnya yang mengikuti dan menyempurnakan pemikiran gurunya. Hamka memiliki semua itu. (Yudi Latif, Kompas 18 Februari ’08)

Tentang Pemimpin yang Menyesatkan, Pengharaman Allah atas Surga, dan Ketertipuan Orang

1. “Aku tak khawatir…musuh membinasakan umatku. Aku khawatirkan pemimpin yang menyesatkan. Jika umatku mematuhinya, ia sengsarakan mereka; jika membantahnya, ia bunuhi mereka. (al-Wahj al-Balaghah, 2389) (20-2-’08; 09:45:01)
2. Nabi saw: Tuhan haramkan surga kepada orang yang suka berkata kasar dan menyakitkan, yang tidak peduli apa yang ia katakan dan apa yang dikatakan orang kepadanya. (Wahj al-Balaghah, 1366) (18-2-’08; 09:30:58)
3. Imam Ja’far: Tertipulah yang melakukan tiga perkara: membenarkan apa yang tak terjadi, mengandalkan orang yang tak dipercayai, dan menghasratkan apa yang tak dimiliki. (Tuhaf al-Uqul) (30-3-’07; 07:30:02)

Tentang Niat Mempelajari Ilmu, Kebajikan dan Keburukan, dan Tanda Kesempurnaan Iman

1. “Siapa yang mempelajari ilmu untuk pamer, kebanggaan dan dunia, Allah akan menghilangkan keberkahannya dan menyempitkan hidupnya, dan Allah akan membiarkannya sendiri.” (Wahj al-Balaghah) (11-2-2008; 12:00:50)
2. Nabi saw: “Tiada yang lebih baik dari kebajikan: beriman kepada Allah dan bermanfaat bagi manusia. Tiada yang lebih buruk dari kejahatan: syirik pada Allah dan merugikan manusia. (Al-Bihar 77) (21-3-2007; 07:30:03)
3. “Tiga tanda kesempurnaan iman: kalau marah, marahnya tidak keluar dari kebenaran; kalau senangnya, senangnya tidak membawanya pada kebatilan; ketika mampu membalas, ia memaafkan.” (Tuhaf al-‘Uqul) (26-3-2007; 07:30:12)

PERISTIWA DI BULAN SHAFAR DAN AMALAN SHAFAR

DALAM beberapa riwayat, ada dua bulan Islam yang dipandang sebagai bulan-bulan naas, yakni Muharam dan Shafar. Misalnya, dalam bulan Muharam tepatnya tanggal 10, para pejuang kemanusiaan berduka atas kesyahidan Imam Husain bin Ali, yang dibantai oleh orang-orang yang mengaku umat Muhammad saw. Sementara, di bulan Shafar ada beberapa peristiwa memilukan yang terjadi di Dunia Islam seperti berikut ini. Baca entri selengkapnya »

Bukan di Negeri Dongeng (Cerita Korupsi dari Negeri Tetangga)

tikus-korupsi.jpg

Rizki Ridyasmara

BEBERAPA bulan lalu saya sering beranjangsana ke salah satu lembaga legislatif daerah yang berada di negeri tetangga Republik Mimpi. Suatu siang ba’da Dzuhur, seorang anggota Sekretaris Dewan (Sekwan) yang biasa mengurus permasalahan persidangan berpapasan dengan saya di tangga. Dia baru saja keluar dari ruang sidang. Wajahnya tampak masam. Saya beri salam kepadanya.
Dengan muka serius, tanpa ditanya, bapak tersebut berkata, “Saya baru saja disuruh keluar oleh anggota. Mereka pleno di dalam, tetapi tak seorang pun selain anggota dewan yang boleh mengikuti pleno. Kami, semua sekwan, disuruh keluar” Baca entri selengkapnya »

« Older entries