Antara Yang Baik dan Yang Terbaik

Imam Ali as berkata, “Tidak ada yang dapat menggantikan akhirat, dan kehidupan
ini tidak sebanding untuk kita tukarkan”
(Ghurar al-Hikam) Sering kali kita
menjual “diri” kita dengan murah. Apalagi sebagai orang Islam yang
lebih sering berkehidupan di tengah-tengah maraknya kebudayaan dunia Barat,
yang hampir semua hal masih patut untuk kita pertanyakan terlebih dahulu
apakah halal atau tidak (baik itu makanan, entertainment, suasana dan lingkungan
sekitarnya ataupun hal lainnya), tapi tetap saja kita sudah terbiasa untuk tetap
melakukannya dengan mudah.

Ajaran Islam hampir selalu menitikberatkan pada hal peperangan dengan hawa
nafsu kita. Bahkan kita diajarkan bahwa hal tersebut merupakan perperangan yang
paling berat bagi setiap manusia. Karena itu, sangatlah penting agar kita
senantiasa selalu mengambil keputsan-keputusan yang sifatnya dapat membantu diri
kita untuk melalui cobaan hidup ini. Lebih lagi terhadap hal-hal yang menyangkut
godaan-godaan duniawi sehingga pada akhirnya kita dapat menuju kepada penguasaan
terhadap diri kita sendiri. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Pesan Arba’in

Khalifah Muslimin ke-11, Imam Hasan Askari as telah menyebutkan tanda seorang mukmin sebagai berikut:
(1) Mendirikan shalat sejumlah 51 Rakaat, yakni 17 rakaat shalat fardu dan 34 rakaat shalat sunnah rawatib (shalat sunnah yang mengiringi shalat fardu), yang terdiri atas: 8 rakaat sebelum shalat zuhur, 8 rakaat sebelum shalat asar, 4 rakaat setelah shalat magrib (dikerjakan dua rakaat-dua rakaat), 2 rakaat sesudah shalat isya (yang dihitung 1 rakaat) yang dikerjakan sambil duduk, 8 rakaat shalat malam (dikerjakan dua-dua), 2 rakaat shalat syafa’, dan 1 rakaat shalat witir, dan 2 rakaat sebelum shalat subuh. Baca entri selengkapnya »

11 Reasons to Explore Islam

Ismail R. Al-Faruqi

Within Islam it is both legitimate and right to ask the question: “Why Islam?” Every tenet in Islam is subject to analysis and contention. No other religion is willing to subject its basic fundamentals of faith to such questioning. For example, Saint Thomas Aquinas, the most rational of Christian theologians, stopped the use of reason when it came to the basic fundamentals of Christian faith. He then tried to justify faith. So to ask “why Christianity?” is an illegitimate question. However, Allah invites the question as to “why Islam?”.

1. Rational System

Islam is also a rational system which not only allows questions but raises knowledge to a new level of dignity and respect. No other religion has exalted knowledge and its pursuit, as has Islam. In fact, for the first time in human history, a religious book invited people to question the creation of the universe and stated that in it (the universe) were signs for people of knowledge. Everything in Islam is subject to rational pursuit.

Islam has only forbidden the questioning of one thing and this is something which reason cannot handle. However, this does not imply an anti-intellectual attitude. The only thing which Islam has said is not within the capacity of the human mind to question is the essence (dhat) of God. This will always escape a person, as He, Allah, is transcendent. However, His will, His purpose, His works, His intentions and His effects can be known. Baca entri selengkapnya »