Muharam (1)

Seorang teman menghubungiku dan menanyakan apa refleksiku mengenal muharam yang sebentar lagi akan disambut oleh kaum Muslim. Bagi kami, menyambut Muharam berarti menyambut bulan kesyahidan Imam Husain bin Ali. Artinya, alih-alih kami merayakannya dengan suka cita kedatangan awal bulan Islam ini, kami menyedihi bulan ini. Sebab, di bulan inilah pada tahun 61 H, tepatnya tanggal 10 Muharam, Imam Husain menemui kesyahidannya.
Sayangnya, sejauh ini yang ada dalam pikiranku, refleksi itu tidak muncul. Aku merasa kosong dari apa yang bisa kupersembahkan kepada al-Husain. Sedih, karena tak merasa ada duka yang memuncak dalam dada ini. Aku diliputi oleh kebingungan dan kedukaanku atas segala kekuranganku. Aku sedih tak mampu untuk membiayai, hatta untuk cukup, keluargaku. Aku kira aku sangat egois karena kesedihanku hanya berkisar pada ketakmampuanku menghidupi keluargaku. Tapi bagaimana dengan al-Husain.
Memang tempo hari sewaktu menutup pengajian dengan kedua putraku, aku memesankan kepada mereka agar menjelang Muharam ini, hendaknya mereka (dan tentunya yang dimaksud adalah kami) mengurangi aktivitas yang sifatnya hura-hura. Kuingatkan kepada mereka untuk sering-sering berziarah kepada Imam Husain meski dengan jarak jauh.
Tapi, itu aku rasa tak cukup. Bahkan aku merasa basa-basi.
Ketakutanku bukan karena apakah wuduku sudah beres, salatku sudah sah, taharahku sudah bebas syubhat dan sebagainya yang justru menjadi kawan akrabku di kuburan kelak.
Ya Husain, jujur aku padamu, jangan sampai segala kekuranganku mengalahkan cinta ini kepadamu. Aku tahu cinta ini begini minim, namun aku percaya bahwa itu bisa menjadi modal bagiku menghadapmu.
Ya Husain, bisikkanlah kepada keluargaku dan aku sendiri, dunia hanyalah sementara sehingga kesulitannya bukanlah akhir segalanya.
Ya Husain, demimu, tanamkan terus cinta kepada seluruh pengikutmu agar mereka saling mencintai Sang Mahacinta sehingga cinta mengalir dalam setiap nadi kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: