DOSA-DOSA BESAR DAN DOSA-DOSA KECIL (8)

Hadis Pertama
1. Syekh Shaduq telah mencatat dalam ‘Uyun-e Akhbar bahwa Imamzadeh Abdul Azhim, putra Abdullah Hasani, berkata, “Saya mendengar dari Abu Jafar Kedua, Imam Muhammad Taqi as yang mendengar dari ayahnya, Imam Ridha, yang menukil dari Imam Musa Kazhim yang berkata, “Seseorang yang bernama Umru bin Abid masuk ke hadapan Abu Abdullah Imam Jafar Shadiq as. Setelah mengambil kursinya, ia membaca ayat al-Quran berikut, dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, (QS asy-Syura: 37)
Kemudian, ia (Umru bin Abid) berhenti sejenak. “Mengapa engkau diam termangu?” tanya Imam as. “Saya ingin menurunkan dosa-dosa besar dari al-Quran,” jawabnya.
Imam as menjawab, “Wahai Umru, dosa terbesar dari dosa-dosa besar adalah:
1. Syirik (mengadakan sekutu) pada Allah.
Allah SWT berfirman, Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, … (QS al-Maidah: 72)
2) Putus asa dari rahmat Allah. Firman-Nya, Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir… (QS Yusuf: 87)
3) Merasa aman dari siksa Allah.
Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi. (QS al-A’raf:99)
4) Durhaka kepada kedua orang tua. Firman-Nya:
Dan banyak berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka. (QS Maryam: 14). Di sini kedurhakaan kepada orang tua dipandang sebentuk kesombongan atau melanggar batas.
5) Membunuh seorang yang beriman yang dilarang oleh Allah. Allah SWT berfirman, Dan barang siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahanam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. (QS an-Nisa: 93)
6) Menuduh perempuan atau lelaki beriman berbuat zina (atau sodomi). Al-Quran mengatakan, Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena laknat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar. (QS an-Nur: 23)
7) Memakan harta anak yatim. Firman-Nya:
Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara lalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). (QS. an-Nisa: 10)
8) Lari dari medan perang.
Al-Quran mengatakan, Barang siapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahanam. Dan amat buruklah tempat kembalinya. (QS al-Anfal: 16)
9) Makan riba.
Allah SWT berfirman, Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. (QS al-Baqarah: 275)
[Penjelasan: Sejumlah orang mengatakan bahwa mengambil riba sampai seperti bisnis lainnya. Namun ayat ini secara jelas menyatakan bahwa riba berbeda dari perdagangan. Keduanya, riba diharamkan sementara riba diharamkan, sementara perdagangan diperbolehkan]
10) Sihir.
Dalam hal ini Allah berfirman, Sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barang siapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui. (QS al-Baqarah: 102)
11) Zina
Firman-Nya, Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina. (QS al-Furqan: 68-69)
12) Sumpah bohong demi sebuah dosa.
Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan menyucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih. (QS Ali Imran: 77)
13) Mengkhianati kepercayaan dalam hal harta pampasan perang
Tidak mungkin seorang nabi berkhianat dalam urusan harta rampasan perang. Barang siapa yang berkhianat dalam urusan rampasan perang itu, maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu; kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan (pembalasan) setimpal, sedang mereka tidak dianiaya. (QS Ali Imran: 161-162)
14) Tidak menunaikan zakat
Allah Swt berfirman, Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahanam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu”. (QS at-Taubah: 35)
15) Bersaksi palsu.
Allah mengatakan, …dan jauhilah perkataan-perkataan dusta. (QS al-Hajj: 30)
16) Menyembunyikan bukti.
Firman-Nya, Dan barang siapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS al-Baqarah: 283)
17) Meminum minuman keras.
Allah melarangnya sebagaimana disebutkan dalam ayat berikut, Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. (QS al-Baqarah: 219)
18) Sengaja meninggalkan shalat.
19) Lalai menunaikan kewajiban-kewajiban agama.
Nabi saw bersabda, “Barang siapa yang sengaja meninggalkan shalat, maka dia jauh dari perlindungan Allah dan Rasul-Nya.”
20) Melanggar janji.
Firman-Nya, (yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi. (QS al-Baqarah: 27)
21) Memutuskan silaturahmi.
Firman-Nya, …dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan… (QS ar-Ra’d: 25)
Ketika Imam Jafar Shadiq as mengakhiri hadisnya, perawi, Umru bin Abid bangkit dan sembari keluar, ia berhenti dan berkata, “Sungguh, celakalah orang yang tidak mengikuti petunjuk para imam as dan menyampaikan pandapatnya sendiri.” Itu artinya, mereka yang menolak untuk mengikuti para imam as berada di jalan yang salah. (bersambung, Insya Allah)

1 Komentar

  1. haris said,

    Juni 25, 2010 pada 6:50 am

    hebat..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: