Tradisi Nouruz Dalam Pandangan Rahbar


Nouruz berarti hari baru!
Dalam riwayat-riwayat, khususnya hadis yang diriwayatkan oleh Mu’alla bin Khunais sangat menekankan masalah ini. Mu’alla bin Khunais adalah seorang perawi terkenal yang menurut kami ia seorang perawati hadis yang dapat dipercaya (tsiqah). Ia termasuk pribadi besar dan sahabat yang menjaga rahasia keluara Nabi Muhammad saw. Mu’alla bin Khunais menghabiskan masa hidupnya bersama Imam Shadiq as hingga akhirnya meneguk cawan syahadah.

Pada suatu hari, Mu’alla bin Khunais mendatangani Imam Shadiq as dan kebetulan hari itu adalah hari Nouruz. Pada waktu Imam Shadiq as bertanya kepadanya, “Apakah engkau tahu apa itu hari Nouruz?

Sebagian orang membayangkan Imam Shadiq as akan menjelaskan tentang sejarah hari Nouruz dalam riwayat ini. Nabi Adam as turun ke bumi tepat di hari Nouruz dan peristiwa selamatnya perahu yang ditumpangi Nabi Nuh as. Begitu juga wilayah Imam Ali as tepat di hari Nouruz dan kejadian-kejadian lainnya. Namun apa yang saya tangkap dari riwayat ini berbeda dari yang dibayangkan.

Saya memahami riwayat ini demikian, Imam Shadiq as ingin memaknai apa itu hari baru. Maksud dari hadis ini, ketika masyarakat saat ini menyebut Nouruz yang berarti hari baru, maka apa sebenarnya yang dimaksud dari hari baru? Karena setiap hari Allah sama satu dengan lainnya. Lalu hari mana yang dapat disebut sebagai baru?

Di sini, hari baru itu bersyarat. Nouruz adalah hari di mana pada waktu itu terjadi sebuah peristiwa besar. Setiap kali kalian mampu merealisasikan sebuah peristiwa besar maka hari itu adalah Nouruz.

Imam Shadiq as kemudian memberikan contoh, hari di mana Nabi Adam dan Hawa menjejakkan kaki di bumi bagi Nabi Adam as dan manusia secara keseluruhan adalah hari baru. Hari di mana kapal Nabi Nuh as berhenti di sebuah daratan adalah Nouruz.

Nouruz adalah dimulainya hari dan cerita baru dalam kehidupan manusia. Hari diturunkannya Al-Quran kepada Nabi Muhammad saw merupakan hari baru bagi manusia. Hakikat Nouruz atau hari baru demikian adanya. Hari ketika Al-Quran diturunkan kepada manusia merupakan sebuah bagian dari sejarah manusia dan itu merupakan hari baru bagi manusia secara keseluruhan. Hari ketika Imam Ali as terpilih sebagai pemimpin juga merupakan hari baru.

Semua ini adalah Nouruz, baik itu dipandang dalam bingkai sejarah Syamsi atau terhitung dalam awal bulan Qamariah. Tidak demikian bahwa Imam Shadiq as ingin menyatakan bahwa segala peristiwa ini terjadi pada hari pertama, yang dimaksudkan adalah hari pertama bulan Farvardin.(indonesian.irib.ir)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: