Mengutamakan Keinginan Imam Zaman Daripada Keinginan Kita

Ini berarti bahwa ketika kita berniat untuk mengambil sebuah langkah kita harus memikirkan langkah itu apakah Imam Zaman (semoga Allah mempercepat kemunculannya) akan ridha dengan hal itu ataukah tidak. Kita harus melakukannya hanya jika sesuai keinginannya dan tidak melakukannya jika hal itu akan menyebabkan ketidakrelaannya. Dalam situasi seperti itu kita harus mengatasi keinginan pribadi kita dan meraih keridhaan Imam. Anda akan menjadi kekasihnya dan diingat dengan kata-kata mulia oleh Imam (salam atasnya) dan nenek moyangnya. Ini disebutkan dalam riwayat yang dicatat oleh Fadhil Muhaddis Nuri yang mengutipnya dari kitab Amali Syaikh Thusi bahwa perawi bertanya kepada Imam Shadiq (salam atasnya), “Mengapa kami mendengar begitu banyak tentang Salman Parisi dari Anda?” Imam (salam atasnya) menjawab, “Jangan panggil dia Salman Parisi, katakanlah: Salman Muhammadi. Apakah engkau tahu mengapa aku banyak mengingatnya?”
“Hal ini karena tiga hal,” kata Imam (salam atasnya), “Dia mengutamakan keinginan Amirul Mukminin Ali (salam atasnya) daripada keinginan pribadi. Berteman dengan orang miskin dan memilih mereka daripada orang-orang kaya dan keterikatannya kepada ilmu dan para ulama. Sesungguhnya Salman adalah seorang Muslim dan bukan orang-orang musyrik.”(Bihâr al-Anwâr, vol. 22, hal.327)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: