Dekat, Tidak Jauh!

Antisipasi akan kedaulatan pemerintahan Allah di tangan washi terakhir dari Nabi dan Rasul termulia saw, sebenarnya merupakan jalan penuh harapan akan kehidupan dan ekspektasi tahapan sosial terakhir di muka bumi. Ini bukan saja cita-cita para nabi sebelumnya berikut masing-masing washinya, melainkan juga cita-cita dari para imam maksum as.

Diriwayatkan bahwa Imam Ridha sedang berada dalam sebuah majelis. Saat itu gelar “al-Qaim” diucapkan dan terdengar oleh Imam Ridha, beliau segera berdiri, menghadap kiblat, tangan di atas kepalanya seraya berkata, “Ya Allah, pecepatlah kemunculannya, dan mudahkanlah kebangkitannya.” (Muntakhab al-Atsar, hal.506)
Bagaimana halnya dengan kita? Apakah antisipasi Imam Mahdi telah meliputi setiap momen dari seluruh kehidupan kita? Apakah ia telah menentukan pengertian hakiki dari ‘harapan’ untuk kita? Apakah ia telah menyediakan sebuah arahan bagi kehidupan kita? Apakah ia telah mengubah cara berpikir kita? Apakah ia menjadi alasan bagi tetesan air mata dan hati yang hancur? Apakah ia menjadi alasan bagi keriangan dalam hati kita?

Jika tidak, mungkin itu dipandang masih jauh, padahal sesungguhnya ia sangat dekat! Hanya Allah yang tahu!
… Sesungguhnya mereka melihatnya jauh, padahal kami melihatnya dekat… (Doa al-‘Ahd)
(Sumber: http://www.kindfather.com, diakses pada 12 Mei 2009)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: