Prasangka Buruk pada Acara Duka Imam Husain

imam-husain-big3
Sayid Mahmud Al-Atharan menukilkan kisah berikut kepada saya (Prof. Dasteghib).
Suatu hari, saya sedang berada di tengah rombongan acara duka di daerah Sardezk. Di antara orang yang memukul-mukulkan rantai ke tubuhnya terdapat seorang anak muda yang memandang ke arah wanita. Melihat itu, hati saya tergerak untuk menyingkirkannya dari rombongan.
Beberapa menit kemudian, tiba-tiba tangan saya terasa nyeri. Rasa sakit itu semakin bertambah, sehingga saya memeriksakannya kepada seorang dokter. Dokter itu berkata, “Saya tak bisa mengetahui penyebab sakit yang Anda derita ini, tetapi saya akan berikan salep penghilang rasa sakitnya.”
Saya gunakan untuk salep tersebut, tetapi sakitnya semakin bertambah sehingga tangan saya pun semakin bengkak. Di rumah, saya hanya bisa merintih dan tak dapat tidur malam karena sakit tersebut. Tengah malam, saya pun tertidur dan bermimpi Syah Ceragh, salah seorang keturunan Imam Musa Kazhim. Beliau berkata, “Engkau harus meminta maaf kepada pemuda itu.”
Pagi harinya, saya paham penyebab sakit di tangan itu. Saya bergegas mencari pemuda itu dan meminta maaf kepadanya. Dia pun memaafkan saya. Pada saat itu juga, sakit dan bengkak di tangan saya hilang. Saya pun sadar telah berbuat salah dan berburuk sangka kepadanya, sehingga saya menghina salah seorang di antara yang ikut serta dalam acara duka Sayyid asy-Syuhada (Imam Husain).
(Kisah-kisah Ajaib, hal.276)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: