Menziarahi Husain

ketika kubur bertemu nisannya
para mullah meramalkan usia kesetiaan
tapi apa yang istimewa dari kesyahidan?
perjalanan tradisi ke tanah asal
mengurai jiwa sendiri
menuju Yang Ilahi i

setelah menikam diamku dengan kenangan
kenapa kaukuburkan lagi jiwaku di sebelahnya?
tidak terlihatkah akar lalang di atas gundukan
selalu mengajakku mengganti daun-daun tersabit
tulang belulang pun mengeraskan sejarah secukupnya

maka, selamat tinggal
kuusung semangatmu mencari mati

3 Muharam 1430/31 Desember 2008

1 Komentar

  1. ferry said,

    Januari 3, 2009 pada 9:33 am

    LABBAYKA YA HUSSAIN


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: