Pertolongan Imam Husain

imam-husain-big2
Haji Muhammad ak-Mubayyadh yang menghabiskan waktunya beberapa tahun di India dan kemudian kembali ke Syiraz, menukilkan kejadian berikut.
Suatu hari di kota Bombay (sekarang Mumbay), seorang lelaki Hindu menjual perabot rumahnya di kantor pegadaian resmi dan menerima ganti berupa uang tunai. Dia pun keluar dari kantor tersebut. Namun, dua orang pencuri yang mengaku sebagai pecinta Imam Husain (Ahlulbait) mengintai lelaki itu untuk merampok uangnya.
Orang Hindu ini tahu gelagat dua orang yang mengintainya itu. Dia pun berlari cepat menuju rumahnya dan langsung naik ke pohon besar yang terletak di atas rumah untuk bersembunyi. Tak lama, kedua perampok itu masuk ke rumah tersebut tapi tak menemukannya. Lalu, mereka bertanya kepada istri lelaki itu, “Tadi kami melihat suamimu masuk ke rumah ini, lantas di mana dia sekarang?”
Wanita itu menjawab, “Saya tak tahu ke mana dia.” Lalu perampok-perampok itu mulai memukul dan menyiksa wanita itu, hingga wanita itu berkata, “Bersumpahlah kalian atas nama al-Husain bahwa kalian berdua tidak akan menyiksanya…Saya akan katakan di mana dia berada.”
Kemudian kedua perampok itu yang tak punya rasa malu itu bersumpah dengan nama agung al-Husain as. “Kami takkan berbuat apa pun, kecuali hanya ingin tahu di mana dia bersembunyi dan kami takkan mengganggunya,” seru mereka.
Kemudian wanita itu menunjuk ke arah poihon. Keduanya langsung memanjat pohon itu dan menurunkan lelaki Hindu tadi, lalu mengambil uangnya. Karena takut rahasia mereka terbongkar, mereka pun menebas leher lelaki itu.
Selanjutnya, karena tak berbuat apa-apa, sang istri mengangkat wajahnya ke langit seraya berkata, “Wahai Husain, lihatlah apa yang dilakukan orang-orang yang mengaku sebagai pengikutmu; aku tunjukkan tempat sembunyi suamiku lantaran aku percaya pada sumpah mereka yang menggunakan namamu!”
Tiba-tiba, muncullah seorang lelaki yang menunjuk ke pundak kedua perampok itu. Kemudian, kepala mereka pun terpisah dari badannya. Lalu ia kembalikan kepala lelaki Hindu yang terputus itu ke tubuhnya, sehingga hidup kembali. Setelah itu, lelaki misterius itu menghilang dari pandangan.
Kejadian ini tercium aparat keamanan. Namun setelah diadakan penyelidikan, mereka yakin akan mukjizat Imam Husain as. Karena waktu itu bulan Muharam, maka pihak keamanan mengadakan jamuan besar-besaran dengan mengundang khalayak ramai sekaligus memberikan layanan transportasi gratis bagi mereka untuk menghadiri acara duka Imam Husain as.
Adapun lelaki Hindu itu akhirnya menjadi seorang Muslim dan pencinta Ahlulbait, bersama sejumlah keluarga dan kerabatnya.
(Prof. Dasteghib. Kisah-kisah Ajaib. Bogor: Qarina, 2004, hal.144.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: