Syarah Doa Bakda Shalat Fardhu di Bulan Ramadhan

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَللَّهُمَّ أَدْخِلْ عَلَى أَهْلِ الْقُبُوْرِ السُّرُوْرَ، اَللَّهُمَّ أَغْنِ كُلَّ فَقِيْرٍ، اَللَّهُمَّ أَشْبِعْ كُلَّ جَائِع، اَللَّهُمَّ اكْسُ كُلَّ عُرْيَانٍ، اَللَّهُمَّ اقْضِ دَيْنَ كُلِّ مَدِيْنٍ، اَللَّهُمَّ فَرِّجْ عَنْ كُلِّ مَكْرُوْبٍ، اَللَّهُمَّ رُدَّ كُلَّ غَرِيْبٍ،اَللَّهُمَّ فُكَّ كُلَّ أَسِيْرٍ، اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ كُلَّ فَاسِدٍ مِنْ أُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ اشْفِ كُلَّ مَرِيْضٍ، اَللَّهُمَّ سُدَّ فَقْرَنَا بِغِنَاكَ، اَللَّهُمَّ غَيِّرْ سُوْءَ حَالِنَا بِحُسْنِ حَالِكَ، اَللَّهُمَّ اقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَ أَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

Ya Allah, masukkanlah kebahagiaan kepada penghuni kubur, kayakanlah orang-orang fakir, kenyangkanlah orang-orang yang lapar, busanailah orang-orang yang telanjang, lunasilah utang setiap orang yang berutang, bantulah kami dalam setiap problem, pulangkanlah orang-orang yang terasingkan, sembuhkanlah orang-orang yang sakit. Ya Allah, tutuplah kefakiran kami dengan kekayaan-Mu, ubahlah buruknya keadaan kami dengan baiknya keadaan-Mu. Ya Allah, bebaskanlah kami dari utang-utang dan kayakanlah kami. Sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu (Doa Nabi saw setiap selesai salat fardhu di bulan Ramadhan berdasarkan riwayat Syekh Kaf’ami dalam al-Balad al-Amîn dan al-Mishbâh)

DOA diatas merupakan salah satu doa yang disunnahkan untuk dibaca setiap habis shalat fardhu di bulan Ramadhan. Untuk lebih memahami doa tersebut, mari kita simak ulasan pada bait pertama. Jika mungkin, tulisan ini seluruh ulasan untuk setiap bait doa.

Ya Allah, masukkanlah kebahagiaan kepada ruh-ruh penghuni kubur

Doa dan Hukum Sebab-Akibat
Doa adalah sarana untuk mencapai tujuan akhir seseorang. Hukum universal ‘sebab-akibat’ juga menunjukkan bahwa kita memang harus mencari pertolongan dari Sebab Utama, yakni Allah Yang Mahakuasa. Dengan demikian, dalam kondisi dimana segala sesuatu itu bisa diperoleh dengan cara-acara alamiah sesuai hukum alam, manusia tetap tidak bisa beranggapan bahwa dirinya tidak butuh permohonan doa.
Di sisi lain, sebagian orang boleh jadi beranggapan bahwa permohonan doa saja sudah cukup sehingga tidak perlu menyertainya dengan usaha untuk mencapai tujuan kita. Tentu saja, pandangan ini jelas-jelas sangat tolol karena Allah Yang Mahakuasa telah menetapkan sistem hukum sebab-akibat dan menganjurkan kepada umat manusia agar bekerja sesuai hukum tersebut demi tujuan akhirnya yang mulia. Sabda Imam Jafar Shadiq as menguatkan hal ini:
Allah tidak mengizinkan segala sesuatu terjadi kecuali melalui sebab-sebabnya; maka Dia menetapkan sebuah sebab untuk setiap hal.

Berusaha Memasukkan Kebahagiaan kepada Mereka yang Telah Wafat
Selanjutnya, setiap pemohon doa yang telah mengerti hukum sebab-akibat pasti akan mencari tahu sebab-sebab “tertanamnya kebahagiaan sejati pada ruh-ruh para penghuni kubur”, selain doa untuk para penghuni kubur tersebut. Riwayat-riwayat suci dalam agama kita (yang sebenarnya merupakan perluasan dari kitab suci) menjelaskan tentang bagaimana cara membahagiakan orang yang telah meninggal dunia. Berikut ini riwayat-riwayat yang patut direnungkan:
1. Imam Jafar Shadiq as ditanya, ”Mungkinkah mendoakan orang yang telah mati?” Beliau menjawab, ”Ya,” dan beliau menambahkan, “Sungguh, orang yang telah meninggal bersuka ria apabila ia dikasihani dan ampunan dicarikan untuknya, sebagaimana orang yang menerima hadiah ketika hidup.”
2. Rasulullah saw pernah melintas di dekat makam seseorang yang baru kemarin dimakamkan. Rasulullah saw melihat keluarga orang itu tengah meratapi kematiannya. Melihat hal ini, Rasulullah saw bersabda, “Salat dua rakaat yang kalian anggap tidak berarti apa-apa jauh lebih disukai oleh penghuni kubur ini daripada seluruh dunia kalian.”
3. Diriwayatkan pula bahwa Rasulullah saw pernah bersabda, “Sesungguhnya hadiah (dari orang yang hidup) untuk orang yang telah meninggal adalah doa dan istighfar (memintakan ampunan untuk dosa-dosa orang yang telah mati tersebut).”
4. Imam Ali Ridha as diriwayatkan pernah berkata, “Barangsiapa dari hamba-hamba Tuhan yang berziarah ke makam orang yang beriman dan mengucapkan Inna anzalnahu fi laylati’l qadr [yakni membaca surah al-Qadr] sebanyak tujuh kali, maka Allah akan mengampuninya dan juga penghuni kubur itu (yang diziarahi). ,
5. Rasulullah saw diriwayatkan pernah bersabda, “Barangsiapa melewati kuburan dan mengucapkan Qul Huwallahu Ahad (yakni, surah al-Ikhlas) sebanyak sebelas kali dan memberikan pahalanya kepada orang yang telah mati, maka ia akan diberi pahala yang setara dengan jumlah orang yang mati itu.”
6. Imam Jafar Shadiq as diriwayatkan pernah berkata, “Salat, puasa, haji, sedekah, perbuatan baik dan berdoa sampai kepada orang yang meninggal di kuburannya dan pahalanya dituliskan untuk orang yang menunaikannya dan orang yang telah meninggal itu.”
7. Imam Jafar Shadiq as diriwayatkan pernah bersabda, “Barangsiapa di antara orang-orang Muslim yang melakukan perbuatan baik untuk orang yang telah meninggal dunia, maka Allah memberinya pahala yang berlipat ganda dan Allah menjadikan orang yang meninggal itu juga mendapatkan manfaat yang sama.”

Oleh karena itu, apabila kita hendak berdoa untuk orang yang telah meninggal dunia supaya diberi kebahagiaan di alam barzakh, maka kita harus berusaha keras untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat memberikan kebahagiaan bagi orang yang telah meninggal itu dan berdoa dengan rendah hati kepada Allah Yang Mahakuasa supaya menerima segala amal perbuatan kita tadi.
Almarhum Ayatullah Syahabuddin Mar’asyi dalam wasiat terakhir beliau memberikan nasihat yang membakar semangat kepada putra beliau. Salah satu nasihat beliau adalah:
“Aku menasihatinya (putraku) supaya membaca Kitab Suci al-Quran dan mengirimkan pahalanya kepada ruh-ruh para pengikut Ahlulbait Rasulullah saw yang tidak punya keturunan.”
Karena itulah, di bulan suci yang penuh kasih ini, janganlah kita melupakan para penghuni kubur, termasuk orang-orang yang tidak kita kenal. Marilah kita juga berdoa untuk para penghuni kubur yang kufur (tidak beriman) yang secara lahiriahnya tidak beriman namun sesungguhnya mengakui keesaan Allah dan menjadi muslim menjelang kematian mereka.
Dalam Chehl Hadith (Empat Puluh Hadis), Almarhum Imam Khomeini (semoga Allah memuliakan ruh beliau) menyampaikan pemikiran dari guru beliau, yakni Ayatullah Syahabadi, dalam pembahasan irfan. Imam Khomeini berkata:
“Syekh kita, seorang arif sempurna (yakni Ayatullah Syahabadi)—semoga jiwaku menjadi tebusannya—biasa mengatakan, ”Jangan pernah memohonkan laknat atas siapa pun , meskipun dia adalah seorang yang kafir karena kamu tidak tahu bagaimana dia membuat tempat transitnya (alam kubur) dari dunia ini menuju (kehidupan) selanjutnya, kecuali jika seorang wali (orang suci) memberitahumu tentang keadaannya setelah kematian. Karena boleh jadi dia telah meraih keimanan sebelum tiba saat kematian. Karena itu biarlah laknatmu menjadi suatu gambaran umum (tidak khusus ditujukan pada seseorang).”

Imam Khomeini juga berkata di tempat lain :
“Guru besar kita, seorang arif sempurna, Syah Abadi, biasa berkata, ’Jangan meremehkan sekalipun seorang yang kafir di hatimu. Mungkin saja hidayah ketuhanan dari fitrahnya telah membimbingnya pada keimanan sedangkan makian dan penghinaanmu boleh jadi justru membawamu menuju kehidupan yang menyedihkan di akhirat. Tentu saja, tindakan amar makruf nahi munkar (melakukan kebaikan dan mencegah kemungkaran) adalah sesuatu yang berbeda dengan perasaan jijik dalam hati.’ Bahkan beliau ingin menyampaikan, ’Jangan pernah melaknat orang-orang yang tidak beriman karena tidak diketahui apakah mereka meninggalkan dunia ini dalam keadaan tidak beriman. Jika mereka meninggalkan dunia ini sebagai hamba-hamba Tuhan di jalan yang benar, maka perbaikan spiritual mereka boleh jadi menjadi penghalang bagi kemajuan spiritualmu sendiri.”
Dengan demikian, apabila kita sedang berdoa, seyogianya kita memantapkan diri untuk melakukan perbuatan baik demi umat Muslim yang telah meninggal dunia dan mendoakan kebahagiaan mereka alam kubur.[]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: