RAMADHAN BULAN EVOLUSI SPIRITUAL TERBAIK

Bismillâhirrahmânirrahîm
Kita Harus Memperhatikan Semua Aspek Puasa
Selama bulan Ramadhan ketika seseorang dituntut untuk tidak makan atau minum, ia harus memperhatikan secara cermat sehingga pencegahan dari makan atau minum ini dilaksanakan secara tepat. Kecermatan ini penting dalam semua aspek puasa.
Bulan Ramadhan adalah Kesempatan bagi Evolusi Spiritual Manusia
Isu pokok menyangkut bulan Ramadhan adalah bahwa orang, yang diserang dengan berbagai faktor yang menyebabkan alpa pada Allah dan yang didorong ke ngarai dengan insentif yang berbeda, menemukan kesempatan guna menaikkan jiwanya kepada Allah dan menghiasi dirinya dengan etika-etika Ilahi.
Bulan Ramadhan menyediakan peluang tersebut. Tentu saja, ada kesempatan-kesempatan lain juga di luar bulan suci tersebut. Misalnya, shalat lima kali sehari adalah kesempatan ketika kita bisa mengangkat jiwa kita, memperbaiki diri kita sendiri, dan menghilangkan penyakit-penyakit dan kelalaian-kelalaian ruhani. Shalat adalah kesempatan yang sangat baik. Camkan, jika Anda memerhatikan apa yang tengah Anda kerjakan selama shalat, keadaan Anda sebelum dan sesudah shalat akan jelas-jelas berbeda mengingat Anda memerhatikan penuh apa yang tengah Anda kerjakan ketika mendirikan shalat. Anda harus memusatkan perhatian pada bunyi al-Quran berikut, Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). (QS. al-Ankabut [29]:45). Jika Anda memerhatikan hal ini dan mengingat Allah selama shalat, shalat ini akan mengangkat Anda. Pengangkatan menandakan bahwa Anda merasakan kesucian yang sangat, kelembutan dan cahaya di kedalaman jiwa usai shalat.
Doa Selama Bulan Ramadhan Melipatgandakan Cahaya Petunjuk pada Manusia
Ada doa dan munajat khusus yang dianjurkan selama 29 atau 30 hari pada bulan puasa ini di samping lima shalat fardhu dan shalat nafilah yang siapa pun selalu bisa melakukannya, yang memberikan cahaya benderang bagi manusia. Doa-doa ini telah diwariskan kepada kita. Kita telah diajar bagaimana berbicara dengan Allah dan meminta-Nya serta bermunajat dengan-Nya. Sekiranya untaian kalimat dalam doa-doa tersebut yang diwarisi dari para maksum tidak diteruskan, orang-orang tidak bisa memahami bagaimana cara ia berkomunikasi dengan Tuhan dengan untaian kalimat tersebut dan memohon kepada-Nya.
Puasa di bulan Ramadhan menyiapkan pijakan spiritual bagi orang yang berpuasa dan menyiapkannya untuk mendapatkan karunia Ilahi. Semua praktis ibadah yang dijalankan selama bulan ini memberikan serangkaian kegiatan rekonstruksi manusia dan mengosongkan diri dari penyimpangan dan degenerasi.
Ramadhan adalah peluang tepat. Poin utamanya adalah bahwa kita dapat melampaui jalan ini menuju Allah di bulan Ramadhan dan adalah mungkin untuk berbuat demikian. Beberapa waktu silam ketika kami mengundang Imam Khomeini selama bulan Ramadhan, saya merasa bahwa ia menjadi lebih bercahaya. kata-kata, pandangan, gerakan-gerakan, dan sudut pandangnya berbeda dengan hari-hari sebelum Ramadhan. Inilah keadaan seorang mukmin di bulan Ramadhan yang selama itu Allah memberinya sedemikian banyak cahaya sehingga orang bisa melihatnya ketika bertemu dan berbicara dengannya. Inilah keadaan hamba-hamba Tuhan. Kita mesti memanfaatkan kesempatan ini.
Mari Berjuang untuk Menjauhkan Diri Kita dari Dosa-dosa
Untuk memperoleh kedekatan dengan Allah, siapa pun harus meninggalkan segala macam dosa. Dirikan ibadah-ibadah fardhu dan sunnah, termasuk doa-doanya. Yang terutama adalah mencegah diri dari berbuat dosa. Ini membutuhkan ketakwaan dan integritas, yakni elemen terpenting yang harus diambil oleh siapa pun. Adalah kejujuran yang mencegah manusia dari melakukan dosa. Dosa tidak membiarkan seseorang untuk mencapai tepian samudra luas pengampunan Ilahi dan mendapatkan manfaat darinya. Dosa tidak membiarkan kita guna mengambil manfaat bagi kita sendiri puncak doa atau berpikir untuk memperbaiki jiwa kita. Marilah kita putuskan untuk menjauhkan diri kita dari dosa-dosa. Inilah syarat pertama.
Sudah tentu, dosa-dosa itu berbeda. Ada dosa individual, ada dosa sosial. Ada juga dosa-dosa yang dilakukan oleh tangan, mata, lidah, atau anggota tubuh lainnya. Barangkali dosa-dosa tidak tersembunyi bagi kaum Muslim. Mereka tahu apa itu dosa. Siapa saja yang mendirikan shalat, menunaikan ibadah-ibadah sunnah dan melaksanakan kewajiban-kewajiban agamanya, tetapi pada saat yang sama tidak mencegah diri dari berbuat dosa dan maksiat bisa diibaratkan dengan seseorang yang terkena batuk dan mengambil obat untuk menyembuhkan dirinya dan pada saat bersamaan menyantap makanan yang berbahaya bagi kesehatannya. Tentu saja, obat tersebut itu tidak ada efeknya.
Faedah terpenting dari suatu pemerintahan Islam adalah bahwa ia tidak mencemari atmosfer dengan dosa-dosa. Dalam suatu sistem (pemerintahan) arogan yang tidak Islami, atmosfer tersebut dikotori dengan dosa-dosa. Apabila orang hendak menjauhkan dirinya dari dosa-dosa dalam sistem tersebut, tampaknya mustahil baginya. Segala sesuatu menggiring manusia untuk melakukan dosa. Ini tidak terjadi dalam sistem Islam. Dalam sistem Islam atmosfer kehidupan tidak disarati dengan dosa. Memang ada pendosa dalam masyarakat Islam di berbagai level, posisi, dan jabatan. Hal itu tak bisa diingkari tapi dosa hanya memiliki daya tarik personal. Hasrat-hasrat rendah manusia bisa mengarahkan orang kepada dosa. Sistem ini berbeda dari sistem setanik yang di dalamnya dosa adalah kriteria bagi kemajuan sosial juga.
Dalam sistem Islam, dosa bukanlah tolok ukur bagi kemajuan, sebaliknya ia adalah kontra nilai dan suatu rintangan di jalan kemajuan yang menurunkan martabat manusia ke derajat yang sangat buruk. Jika seseorang berbuat dosa, yang lainnya semestinya tidak mengatakan bahwa karena orang ini berbuat dosa, karena itu, tidaklah buruk untuk mengikutinya. Siapa pun yang berbuat dosa adalah pendosa, siapa pun ia. Adalah pendapat keliru dengan menyatakan bahwa karena fulan melakukan tindakan tertentu, mungkin saja perbuatan tersebut tidak salah.
Tentu saja, itu tidak menyenangkan untuk mengasumsikan bahwa sesuatu itu baik. Bahkan dianjurkan untuk berbuat demikian. Dalam seluruh aktivitas orang mukmin, orang harus melihat perbuatan dari pandangan positif. Sejauh mungkin semestinya ia tidak menganggap suatu perbuatan sebagai menyimpang. Namun ketika seseorang melakukan tindakan yang jelas-jelas salah, tidak ada perbedaan pelaku di sini. Siapa pun pelakunya ia, dosa adalah dosa. Nah, jika orang terkenal berbuat dosa, hukuman atas dosa mereka lebih besar. Karena itu, intinya adalah menghindari dosa.
Kita harus mencoba menjauhkan diri kita dari dosa di bulan Ramadhan dengan amal dan pencegahan. Jika seseorang menjauhkan dirinya dari dosa, maka jalan akan terbuka baginya untuk mengangkat dirinya secara spiritual dan ia akan mampu menempuh perjalanan spiritual yang telah ditentukan bagi manusia. Akan tetapi, dengan beban dosa, perjalanan ini akan menjadi mustahil. Bulan Ramadhan adalah kesempatan emas untuk menjauhi dosa.
Ya Allah, dekatkanlah diri kami kepada-Mu dan manusia serta kesempurnaan spiritual setiap harinya. Berilah kami pemahaman atas ajaran-ajaran Islam, cegahlah kami dari berbuat dosa, dan mudahkan kami menunaikan ibadah fardhu dan sunnah. Di bulan suci, secara khusus, limpahi kami keberhasilan dalam berkomunikasi dengan al-Quran. Ya Allah, bantulah model masyarakat Islam kami mengikuti masyarakat Islam dalam arti sebenarnya dari kata tersebut. Ya Allah, curahkanlah rahmat dan kasih sayang-Mu kepada pemimpin kami terdahulu yang kepadanya sistem ini, negeri, dan kaum Muslim yang sadar berutang budi. Ya Allah, segerakanlah kemunculan Mahdi yang dijanjikan!
Wassalamu ‘alaykum warahmatullahi wabarakatuh
(Dikutip dari buku Sayyid Ali Khamenei, the Wisdom, Penerbit al-Huda, Jakarta)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: