Perbedaan antara Pengikut dan Pencinta

imam_husein-09.jpgSeseorang berkata kepada Husain bin Ali as, “Wahai putra Rasulullah, apakah saya termasuk pengikutmu?”
Beliau menjawab, “Takutlah pada Allah dan janganlah kamu mengaku sesuatu sehingga Allah itu mengatakan bahwa Anda telah berdusta dan berbohong dengan pengakuan Anda.Sesungguhnya pengikut kami adalah mereka yang hatinya selamat dari setiap penipuan, pengkhianatan, dan pemfitnahan, tetapi katakanlah saya dari golongan yang mengangkat Anda sebagai wali dan dari golongan yang mencintai Anda.” (Mukhtasar Shahifah Husainiyyah, hal.53-4, Muthahhari Press)

2 Komentar

  1. Laogi Mahdi said,

    Januari 13, 2008 pada 5:28 am

    Salam…
    Semoga di bulan kudus ini, kita mampu meraup makrifat cahaya yang menjulang dan menukik dari Imam Husain As serta mampu menaiki bahtera penyelamatnya karena ia adalah pelita petunjuk dan bahterah penyelamat.
    Anda memilih jadi pengikut atau pecinta??
    Kalau saya menjadi Anda saya memilih menjadi pengikut yang mencinta.:mrgreen:
    Saya mo bagi cerita nih..bagaimana pengikut (baca: Syiah) yang sebenarnya…
    Syahdan Abu Dzar di suatu pagi memberikan salam kepada Imam Ali, dan ia mendapatkan salam dari Amirul Mukminin. Namun Abu Dzar memperhatikan bahwa ketika Salman memberikan salam kepada Amirul Mukminin, jawaban yang Salman terima berbeda dari jawaban yang diterima Abu Dzar.
    Maka bertanyalah Abu Dzar gerangan apa yang membuat perbedaan jawaban salam tersebut??
    Lalu Sang Amirul Bayan berkata, besok datanglah lagi. Keesokan harinya, selepas menunaikan shalat Abu Dzar diajak berjalan oleh Imam Ali dan pada saat itu Salman mengikut dari belakang. Abu Dzar menggontai langkahnya sejajaran dengan jalan Imam Ali. Namun dalam benak Abu Dzar berseliweran rasa penasaran, bilamana ia menerima jawaban dari Tuannya tersebut. Melihat ia belum menerima jawaban, ia bertanya, Anda ingin memberikan jawaban dari pertanyaan saya sekarang Paduka??
    Imam Ali berkata: Kau ingin tahu kenapa jawaban salamku berbeda untukmu dan untuk Salman?
    Lihatlah Salman, sedari keluar dari masjid, ia menjejakkan kakinya dimana kakiku kujejakkan .
    Ia mengikuti (Sya’ah) langkah dimana aku melangkah, sahut Imam Ali.
    Dan demikianlah pengikut (Syiah)sejati.
    Semoga kita dapat menjadi pengikut yang mencintai para Imam As. Ameeen.😀

  2. amuli said,

    Januari 14, 2008 pada 7:06 am

    I wish we can do it


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: