Mari ‘Memusuhi’ Kantong Plastik

Cara pusat-pusat perbelanjaan memanjakan konsumennya dengan menyediakan kantong plastik untuk membawa barang belanjaan mulai mengundang keresahan. Kantong plastik telah menjadi sampah yang berbahaya dan sulit dikelola. Diperlukan waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk membuang sampah bekas kantong plastik itu benar-benar terurai. Berbagai upaya menekan penggunaan kantong plastik pun digelar di beberapa negara.

Di Singapura, misalnya, sejak April 2007 berlangsung kampanye ‘Bring Your Own Bag’ (Bawa Kantong Anda Sendiri) digelar oleh The National Environtment Agency (NEA). Menurut Chief Executive Officer NEA, Lee Yuen Hee, seperti ditulis dalam dalam Channel NewsAsia, kampanye tersebut dilangsungkan untuk menurunkan penggunaan kantong plastik. Kampanye ini juga bisa menjadi bagian dari upaya menghambat terjadinya pemanasan global.

Selain dilancarkan kepada pusat-pusat perbelanjaan, perbankan, dan sektor usaha lain, kampanye ini juga dilangsungkan di sekolah-sekolah. Dari murid-murid sekolah inilah diharapkan para pelayan di pusat-pusat perbelanjaan bisa disadarkan untuk memanjakan para pembelinya dengan menyediakan kantong plastik. Para pengelola pusat perbelanjaan pun didorong untuk menggunakan kantong yang terbuat dari bahan-bahan daur ulang. Mereka yang tetap menggunakan kantong plastik didorong untuk memberikan ganti rugi senilai 10 sen dolar Singapura.

Lebih maju dari upaya itu, sejak Juni 2007, Kenya dan Uganda sudah secara resmi melarang penggunaan kantong plastik. Sebelumnya dua negara di Afrika, yakni Rwanda dan Tanzania, juga telah melakukan hal yang sama.

Pada Agustus 2005, Negara Bagian Maharashtra di wilayah Barat India juga melakukan hal yang sama. Menteri Kepala Vilasrao Deshmukh menjelaskan bahwa sampah plastik yang secara signifikan mengganggu drainase di seluruh wilayah negara bagian itu. Dia berharap, larangan penggunaan kantong plastik bisa membantu memperbaiki situasi.

Kantong plastik telah menjadi musuh serius bagi kelestarian lingkungan. Jika sampah bekas kantong plastik itu dibiarkan di tanah, dia akan menjadi polutan yang signifikan. Kalau dibakar, sampah-sampah itu pun akan secara signifikan menambah kadar gas rumah kaca di atmosfer. (Sumber: Republika, Senin, 17 Desember 2007 dengan mencuplik seperlunya)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: