Delapan Positif dan Delapan Negatif

Oleh: The Sie Bien & Lie Ming Sen

Banyak hal yang bisa kita perbuat untuk mengoptimalkan kehadiran kita di dunia ini sehingga alam dan lingkungan pun akan bersikap positif kepada kita. Berikut adalah delapan hal yang patut dilakukan dan dibina sepanjang masa:

1. Banyak mendengarkan Tao ().
Dari seluruh pelajaran-pelajaran Tao () yang sudah diterangkan secara tidak tertulis, berapa banyak yang kita tangkap? Bukan saja hanya mendengar tetapi kita diharuskan menghayati maknanya, sehingga kita dapat maju selangkah. Dan dengan sering mendengarkan Tao () maka akan lebih cepat maju kita melangkah.

2. Banyak membaca buku.
Banyak sekali buku yang dapat kita baca, namun yang terpenting adalah mengetahui isi dan makna dari buku tersebut. Dengan sering membaca buku maka dengan sendirinya banyak memiliki pengalaman-pengalaman. Tanamkan banyak membaca.

3. Banyak berdiskusi.
Dengan semakin banyak kita memperoleh pengetahuan-pengetahuan baik yang kita dapat dari membaca maupun mendengar, maka kita juga dianjurkan sering mengadakan diskusi. Dengan demikian kita mempunyai pandangan-pandangan yang lebih jauh terhadap apa yang telah kita peroleh. Dalam berdiskusi kita dituntut untuk selalu bersikap obyektif, dalam arti kita harus dapat menjelaskan pendapat kita, dan dengan berdiskusi akan sering menimbulkan ide-ide atau hal-hal baru.

4. Banyak berlatih.
Berlatih adalah suatu hal yang baik. Hal ini harus kita pertahankan dan jangan tidak berlatih karena alasan tidak ada waktu atau lelah karena seharian bekerja. Padahal kalau kita rajin berlatih akan dapat menghilangkan lelah dan dapat menambah semangat baru.

5. Banyak menyerap.
Disini diumpamakan sebuah hutan yang dapat menyerap banyak air, begitu pula diri kita sebanyak yang kita lihat atau dengar maka kita harus dapat menyerap pandangan-pandangan itu, dengan demikian dapat menambah wawasan pengetahuan, dan kepandaian.

6. Banyak bertanya.
Dalam kehidupan di dunia ini banyak hal yang tidak semuanya kita ketahui. Yang kita ketahui itu terbatas. Banyak bertanya akan mengakibatkan kita mengetahui lebih banyak. Gunakan kesempatan pada saat berdiskusi atau berkumpul untuk mengeluarkan pertanyaan.

7. Menghargai keunggulan orang lain.
Manusia itu tidak dapat menguasai semua bidang. Ada yang bisa dilakukan, ada juga yang tidak bisa dilakukan. Begitu pula dalam hal keunggulan seseorang memiliki perbedaan. Disini kita harus mengerti dan harus bisa menghargai keunggulan yang dimiliki orang lain, bukan melihat orang lain lebih unggul maka kita iri dan benci.

8. Banyak mawas diri.
Dengan mawas diri membuat orang tidak menjadi sombong. Orang menjadi rendah hati, lebih waspada dalam bertindak sehingga tidak sering melakukan kesalahan.

Dalam penggemblengan diri ini, kita mencoba memperbaiki keadaan sekarang agar lebih baik dari sebelumnya, dan ini perlu dilakukan terus menerus.

Di sisi lain, ada delapan hal yang perlu dikurangi apabila anda menginginkan hasil yang lebih baik dalam Tao () anda, yaitu:

1. Kurangi iri hati.
Iri hati merupakan beban untuk diri sendiri dan biasanya akan menjadi tindakan yang merusak. Sifat ini perlu dihilangkan.

2. Kurangi kritik.
Banyak orang yang tidak suka dikritik, apalagi kritikan dilontarkan dimuka umum secara menyerang. Menahan diri dan mencari jalan keluar yang lebih bijaksana adalah cara untuk menggantikan kritik kepada orang lain.

3. Kurangi menonjolkan diri.
Menonjolkan diri akan menuju kesombongan. Seolah-olah “hanya ada aku, tidak ada kamu”.

4. Kurangi dendam.
Dendam juga merupakan beban diri sendiri. Apalagi diterapkan pada hal-hal kecil. Diri kita akan dikucilkan dari pergaulan, tidak memiliki teman, dan akan merusak diri sendiri.

5. Kurangi perhitungan.
Kalau kita dalam bertindak selalu menghitung untung rugi sampai hal-hal yang kecil, maka bagaimana kita dapat belajar Tao? Belajar Tao () memerlukan lapang dada, menyederhanakan sikap dan tindakan dalam kehidupan tetapi tetap mempunyai prinsip.

6. Kurangi usil.
Usil atau iseng sering kali menjadi malapetaka, menyebabkan persahabatan retak dan kehidupan menjadi tidak harmonis.

7. Kurangi kemenangan diri.
Pada umumnya orang masih terbelenggu dengan harta dan nama. Bila dirinya selalu ingin menang, ini berarti mencari nama dan seolah-olah dia itu yang paling hebat, maka sebenarnya dia masih dalam tahap awal belajar Tao (), yaitu “Ada aku, tidak ada kamu”.

8. Kurangi menganggap diri paling benar.
Biasanya kalau menganggap dirinya paling benar, berarti dirinya paling pandai, dan orang lain salah dan bodoh. Orang yang merasa dirinya paling benar atau paling pandai sebenarnya adalah orang yang paling bodoh, atau dengan kata lain disanalah letak kebodohannya dengan menonjolkan dirinya paling benar. Orang tersebut masih dalam tahap “Ada aku, tidak ada kamu”.

Dengan mengurangi sikap buruk anda sedikit demi sedikit, maka akan mengubah sikap dari “Ada aku, tidak ada kamu”, menjadi “Ada aku, baru ada kamu”, dan selanjutnya menjadi “Ada kamu, baru ada aku”. (Sumber: http://www.maulanusantara.wordpress.com dengan menukil dari http://indonesia.siutao.com/)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: