<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>FAJAR TIMUR</title>
	<atom:link href="http://fajartimur.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fajartimur.wordpress.com</link>
	<description>agar pengetahuan tidak membusuk</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Jan 2012 08:50:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='fajartimur.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>FAJAR TIMUR</title>
		<link>http://fajartimur.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://fajartimur.wordpress.com/osd.xml" title="FAJAR TIMUR" />
	<atom:link rel='hub' href='http://fajartimur.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Tentang Merasa Aman dari Siksa Allah</title>
		<link>http://fajartimur.wordpress.com/2011/11/27/tentang-merasa-aman-dari-siksa-allah/</link>
		<comments>http://fajartimur.wordpress.com/2011/11/27/tentang-merasa-aman-dari-siksa-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Nov 2011 14:52:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amuli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kutipan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fajartimur.wordpress.com/?p=905</guid>
		<description><![CDATA[(Tulisan ini kami nukil dari buku Dosa-Dosa Besar karya Dasteghib, terbitan Cahaya, mengingat relevansinya dengan fenomena dunia sekarang. Bahkan selalu relevan. Semoga berkah Imam Husain as kita peroleh dengan merenungi tulisan ini) Tidak Memperhatikan Kemarahan dan Siksa Allah SALAH satu dari dosa-dosa besar adalah pengabaian total terhadap azab Tuhan. Orang tersebut tidak takut pada siksa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajartimur.wordpress.com&amp;blog=2119385&amp;post=905&amp;subd=fajartimur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(Tulisan ini kami nukil dari buku <em>Dosa-Dosa Besar </em>karya Dasteghib, terbitan Cahaya, mengingat relevansinya dengan fenomena dunia sekarang. Bahkan selalu relevan. Semoga berkah Imam Husain as kita peroleh dengan merenungi tulisan ini)  </p>
<p><strong>Tidak Memperhatikan Kemarahan dan Siksa Allah</strong><br />
SALAH satu dari dosa-dosa besar adalah pengabaian total terhadap azab Tuhan. Orang tersebut tidak takut pada siksa gaib dan mencemooh gagasan hukuman atas tindakannya. Ia hidup dengan penuh gembiraa di dunia kenyamanan-kenyamanan material dan tidak menyadari bahwa ia dibelenggu bawah oleh dosa-dosanya. Ini merupakan dosa besar. Para imam suci, Imam Jafar Shadiq, Imam Musa Kazhim, dan Imam Ridha, telah mengelompokkan ketidaktakutan pada siksa Allah termasuk dosa-dosa besar. Al-Quran menyatakan, Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? (QS al-A’raf: 97)<br />
Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain? (QS al-A’raf: 98)<br />
Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi. (QS al-A’raf : 99)<br />
Tiga ayat ini secara jelas melarang ketidaktakutan pada azab Allah. Ayat terakhir menyebutkan bahwa mereka yang tidak takut pada azab Allah adalah orang-orang yang merugi di akhirat. Azab Allah adalah balasan pada mereka di Hari Kiamat, seperti halnya nasib bagi orang-orang kafir dan para pendosa yang  tidak bertaubat.<br />
Adalah jelas dari al-Quran bahwa bersikukuh untuk tidak mengindahkan rencana Allah merupakan dosa besar. Karena itu kecerobohan pada azab dan peringatan Allah setara dengan pengabaian pada perintah dan larangan-Nya dan kekurangajaran yang hina akan kekuasaan-Nya. Bagaimana mungkin suatu wujud rendah dan remeh, sekarang berani menentang Tuhan dua dunia. Pengabaian dan ketakpedulian ini adalah dosa besar yang tidak pantas menerima ampunan, kecuali si pendosa bertaubat dan meminta ampunan.<br />
Tampaklah jelas dari diskusi di atas bahwa apakah sebuah dosa dapat dimaafkan ataukah tidak lebih tergantung pada sikap si pelaku dosa, bukannya dosa itu sendiri. Apabila dalam relung batinnya yang paling dalam, pendosa tersebut takut pada Allah, maka ia patut mendapatkan pengampunan. Tetapi jika ia secara sombong tidak gentar pada azab Allah, ia tidak layak mendapatkan kemurahan hati dan ampunan Allah.<br />
Rencana Allah (makar) artinya suatu hukuman mendadak yang menimpa si pelaku dosa, seperti disebutkan dalam kitabullah, Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)? (QS al-Qiyamah: 37)<br />
<strong>Imla&#8217;- Penangguhan </strong><br />
Termasuk rencana Allah adalah ’imla&#8217; (penangguhan [siksa]). Dari masa Allah menciptakan manusia, telah menjadi Sunah Allah bahwa orang yang tak bersyukur dan pendosa tidak akan dihukum atas dosa-dosa mereka dengan seketika. Melainkan mereka diberi penangguhan yang lama. Karena semua orang cenderung berbuat dosa kecuali orang-orang maksum. Apabila setiap orang disiksa atas kesalahan-kesalahan mereka dengan seketika, tak satu orang pun akan bertahan di muka bumi. Allah telah menyatakan di dalam al-Quran, Jika Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya di muka bumi sesuatu pun dari makhluk yang melata, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan&#8230;.&#8221; (QS an-Nahl: 61)<br />
Di samping itu, imla menjadi bukti adanya rahmat Allah bagi orang yang bertakwa. Imla memberi mereka waktu dan kesempatan untuk merenungi dan mengevaluasi (muhasabah) perilaku mereka, menyadari kekeliruan mereka, bertaubat, dan meneguhkan tekad untuk tidak mengulangi dosa-dosa mereka. Kasih sayang Allah, dengan begitu, membantu mereka untuk meraih kebaikan di dunia ini dan di akhirat. Pada sisi lain, kasih Tuhan ini ditunjukkan kepada para pendosa yang tidak bertaubat yang hanya membuat mereka tidak mengindahkan fakta bahwa pada akhirnya mereka akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan-perbuatan mereka. Mereka terus berbuat satu dosa sesudah dosa yang lain dan ketika pelanggaran mereka mencapai suatu batas, suatu azab tiba-tiba menimpa mereka.<br />
Dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat teguh. (QS al-A’raf: 183)<br />
Orang-orang kafir dan para pendosa yang mencapai kesuksesan hidup dan kenyamanan boleh dengan bangga merasakan bahwa kemampuan mereka sudah membawa mereka keberhasilan tetapi pada kenyataannya semua yang mereka dapatkan merupakan sejenis azab Allah dan sebentuk balasan yang dikenal sebagai “makar atau tipu daya Allah.”<br />
<strong>Penangguhan bagi Pelaku Kesalahan</strong><br />
Al-Quran mengatakan, Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan. (QS Ali Imran, 3:178)<br />
Imam Ridha berkata, ”Demi Allah, mereka tidak dihukum dengan apa pun yang lebih memedihkan dibanding imla (penangguhan).” (Safinat al-Bihar)<br />
Imam Sajjad telah menyebutkan dalam doa Makarim al-Akhlaq: ”(Ya Allah) panjangkanlah usiaku sepanjang hidupku berisi ketaatan kepada-Mu, adapun jika umurku menjadi gembalaan setan, maka ambillah aku sebelum Engkau murka atau sebelum marah-Mu menguasaiku.”<br />
<strong>Istidraj </strong><br />
Istidraj pun termasuk dalam siasat Allah. Kadang-kadang penangguhan yang diberikan oleh Allah juga meliputi suatu karunia berkat baru. Allah melimpahkan anugerah-anugerah-Nya pada orang yang telah berdosa agar ia bisa merasa malu atas dirinya dan membuat perubahan. Alih-alih demikian, orang itu sering mengembangkan kepercayaan dan lebih banyak berbuat dosa secara terang-terangan. Orang malang  seperti itu disebutkan dalam ayat al-Quran berikut, Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.&#8221; (QS al-Araf: 182)<br />
Dalam Safinat al-Bihar disebutkan, “Ketika Allah menginginkan kebaikan bagi seseorang dan ia melakukan suatu dosa, Allah memasukkannya ke dalam berbagai kesulitan sehingga ia bisa menyadari bahwa penyebab kesulitannya itu adalah dosanya sendiri. Ia kemudian bisa bertaubat karenanya (dengan segera). Ketika Allah ingin menghukum seseorang yang berbuat dosa, Dia memberinya bentuk karunia baru sehingga ia mungkin terpukau oleh karunia tersebut dan mengabaikan taubat. Inilah apa Allah maksudkan dalam ayat itu (yang dikutip di atas).”<br />
<strong>Istidraj Bearti Lalai untuk Bertaubat </strong><br />
Ketika Imam Jafar Shadiq as ditanya pengertian istidraj, beliau menjawab, “Ketika seseorang berbuat dosa, ia diberi tempo dan karunia baru, maka ketika ia lalai untuk bertaubat, pelan-pelan ia diarahkan ke arah kebinasaan; yang tentang itu ia ia tidak perhatian. Inilah yang dikenal sebagai istidraj dan siasat Allah.” (Wasail asy-Syi’ah)<br />
Diriwayatkan dari Amirul Mukminin Ali as bahwa ia berkata, “Sesungguhnya mereka yang diberi peningkatan di dalam kekayaan dan harta milik oleh Allah, hendaknya tidak memikirkan apa pun kecuali istidraj. Mereka seyogianya tidak gentar akan siasat Allah karena ketenangan mendahului badai.” (Bihar al-Anwar)<br />
Ketidakkhawatiran pada Siasat Allah<br />
Allah memiliki dua macam sifat: Jamaliyah (keindahan) dan Jalaliyah (Keagungan). Contoh sifat Jamaliyah adalah sifat Rahman (Pengasih), Rahim (Penyayang), Karim (Dermawan), Halim (Penyantun), Syakur (Berterima kasih), Ghafur (Pemaaf).<br />
Sementara sifat Jalaliyah adalah seperti al-Jabbar (Perkasa), al-Qahhar (Memaksa), al-Muntaqim (Pendendam), al-Mudzallil (Yang Menghinakan), al-Mutakabbir (Mahasombong) dan asy-Syadid al-Iqab (Mahakeras siksa-Nya). Oleh karena itu, Allah memberitahukan sifat-sifat-Nya dan kemudian mengingatkan siksa-Nya.<br />
Di tempat lain Allah berfirman, Yang Mengampuni dosa dan Menerima tobat lagi keras hukuman-Nya; Yang mempunyai karunia. (QS al-Mukmin: 3)<br />
Demikianlah, Allah adalah Zat yang paling pengasih dari semua pengasih dalam hal ampunan juga yang Paling keras dalam menyiksa.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fajartimur.wordpress.com/905/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fajartimur.wordpress.com/905/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fajartimur.wordpress.com/905/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fajartimur.wordpress.com/905/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fajartimur.wordpress.com/905/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fajartimur.wordpress.com/905/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fajartimur.wordpress.com/905/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fajartimur.wordpress.com/905/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fajartimur.wordpress.com/905/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fajartimur.wordpress.com/905/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fajartimur.wordpress.com/905/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fajartimur.wordpress.com/905/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fajartimur.wordpress.com/905/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fajartimur.wordpress.com/905/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajartimur.wordpress.com&amp;blog=2119385&amp;post=905&amp;subd=fajartimur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fajartimur.wordpress.com/2011/11/27/tentang-merasa-aman-dari-siksa-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e35866cfb0f5f350dabed93c47220697?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amuli</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Filsafat Sendiri</title>
		<link>http://fajartimur.wordpress.com/2011/10/20/filsafat-sendiri/</link>
		<comments>http://fajartimur.wordpress.com/2011/10/20/filsafat-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Oct 2011 09:00:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amuli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filsafat Modern]]></category>
		<category><![CDATA[Quick Read]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fajartimur.wordpress.com/?p=900</guid>
		<description><![CDATA[MAHASISWA kita ini melancong keluar negeri. Bukan untuk main-main tentunya. Tetapi untuk melakukan studi banding atas pelajaran-pelajaran yang diterimanya di kampus. Mahasiswa kita ini, entah karena apa, sangat tertarik untuk mempelajari pemikiran para filsuf Barat. Beberapa alasan bisa bisa kita cari. Barangkali karena dia memang terpesona dengan pemikiran Barat, atau karena dia merasa inferior dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajartimur.wordpress.com&amp;blog=2119385&amp;post=900&amp;subd=fajartimur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MAHASISWA kita ini melancong keluar negeri. Bukan untuk main-main tentunya. Tetapi untuk melakukan studi banding atas pelajaran-pelajaran yang diterimanya di kampus. Mahasiswa kita ini, entah karena apa, sangat tertarik untuk mempelajari pemikiran para filsuf Barat. Beberapa alasan bisa bisa kita cari. Barangkali karena dia memang terpesona dengan pemikiran Barat, atau karena dia merasa inferior dengan keilmuan bangsanya sendiri. Semoga bukan karena keduanya.<br />
Pertama kali tiba, ia menikmati daerah asing dan berjalan-jalan layaknya seorang turis. Foto kanan-kiri, berdecak kagum setiap kali melihat pemandangan yang selama ini hanya bisa ia nikmati lewat TV. Dengan agak malu, kita harus akui, kelakukan mahasiswa kita ini memang cukup ndeso,<br />
Di sebuah universitas, ia menemui seorang Profesor filsafat. Ia kemukakan tentang ketertarikannya mempelajari pemikiran filsafat Barat.<br />
&#8220;Bagus sekali,&#8221; jawab Profesor itu. &#8220;Tapi kenapa Anda tidak mempelajari filsafat Indonesia? Bukankah itu lebih menarik dan sesuai dengan konteks kehidupan kalian sendiri?&#8221;<br />
&#8220;Itu dia masalahnya, Prof, &#8221; mahasiswa kita menjawab. &#8220;Bangsa kami semula tidak punya masalah genting. Tapi dari Baratlah bangsa kami mendapat banyak masalah: modernisasi, liberalisasi, sekularisasi, kolonialisasi. Maka saya harus mempelajari filsafat Barat untuk mengatasi masalah-masalah brengsek dari bangsa Anda itu, Prof.&#8221;</p>
<p>(<em>Si Buta dari Gua Plato</em>, hal.153-154)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fajartimur.wordpress.com/900/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fajartimur.wordpress.com/900/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fajartimur.wordpress.com/900/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fajartimur.wordpress.com/900/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fajartimur.wordpress.com/900/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fajartimur.wordpress.com/900/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fajartimur.wordpress.com/900/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fajartimur.wordpress.com/900/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fajartimur.wordpress.com/900/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fajartimur.wordpress.com/900/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fajartimur.wordpress.com/900/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fajartimur.wordpress.com/900/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fajartimur.wordpress.com/900/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fajartimur.wordpress.com/900/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajartimur.wordpress.com&amp;blog=2119385&amp;post=900&amp;subd=fajartimur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fajartimur.wordpress.com/2011/10/20/filsafat-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e35866cfb0f5f350dabed93c47220697?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amuli</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Harga Kecintaan pada Ahlulbait as</title>
		<link>http://fajartimur.wordpress.com/2011/09/29/harga-kecintaan-pada-ahlulbait-as/</link>
		<comments>http://fajartimur.wordpress.com/2011/09/29/harga-kecintaan-pada-ahlulbait-as/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Sep 2011 02:26:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amuli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadis Hari Ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kutipan]]></category>
		<category><![CDATA[Ma&#039;shumin]]></category>
		<category><![CDATA[Quick Read]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fajartimur.wordpress.com/?p=898</guid>
		<description><![CDATA[Seseorang datang mengeluh pada Imam Ali as. Ia mengadu karena kemiskinannya. Imam menjawab: &#8220;Tidak, kamu orang kaya.&#8221; Ia bertanya: &#8220;Bagaimana mungkin Ya Imam, sedang aku tidak punya apa-apa&#8221;. Imam(as) berkata: &#8220;Kecintaanmu kepada kami Ahlul Bait(as). Maukah kau tukar cintamu dengan seratus dirham?&#8221; Ia menjawab: &#8220;Tidak ya Imam.&#8221;. &#8220;Seribu Dirham?&#8221;. &#8220;Tidak ya Imam&#8230;&#8221;. &#8220;Sepuluh ribu dirham&#8230;?&#8221;. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajartimur.wordpress.com&amp;blog=2119385&amp;post=898&amp;subd=fajartimur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seseorang datang mengeluh pada Imam Ali as.</p>
<p>Ia mengadu karena kemiskinannya. Imam menjawab: &#8220;Tidak, kamu orang kaya.&#8221;<br />
Ia bertanya: &#8220;Bagaimana mungkin Ya Imam, sedang aku tidak punya apa-apa&#8221;.</p>
<p>Imam(as) berkata: &#8220;Kecintaanmu kepada kami Ahlul Bait(as). Maukah kau tukar cintamu dengan seratus dirham?&#8221;<br />
Ia menjawab: &#8220;Tidak ya Imam.&#8221;. &#8220;Seribu Dirham?&#8221;.<br />
&#8220;Tidak ya Imam&#8230;&#8221;.<br />
&#8220;Sepuluh ribu dirham&#8230;?&#8221;.<br />
&#8220;Tidak akan pernah Ya Imam&#8230;&#8221;.</p>
<p>Imam tersenyum dan berkata: &#8220;Lalu, bagaimana mungkin kau berkata kau tidak punya apa-apa ??&#8221;.</p>
<p>-Ya Allah Ya Rasul Allah,takkan kami tukar kecintaan ini dengan apa pun hingga akhir hayat kami.<br />
(dari berbagai sumber)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fajartimur.wordpress.com/898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fajartimur.wordpress.com/898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fajartimur.wordpress.com/898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fajartimur.wordpress.com/898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fajartimur.wordpress.com/898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fajartimur.wordpress.com/898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fajartimur.wordpress.com/898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fajartimur.wordpress.com/898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fajartimur.wordpress.com/898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fajartimur.wordpress.com/898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fajartimur.wordpress.com/898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fajartimur.wordpress.com/898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fajartimur.wordpress.com/898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fajartimur.wordpress.com/898/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajartimur.wordpress.com&amp;blog=2119385&amp;post=898&amp;subd=fajartimur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fajartimur.wordpress.com/2011/09/29/harga-kecintaan-pada-ahlulbait-as/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e35866cfb0f5f350dabed93c47220697?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amuli</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Karl Marx ke Madura</title>
		<link>http://fajartimur.wordpress.com/2011/09/13/karl-marx-ke-madura/</link>
		<comments>http://fajartimur.wordpress.com/2011/09/13/karl-marx-ke-madura/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Sep 2011 04:00:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amuli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Filsafat Modern]]></category>
		<category><![CDATA[Ngakak Dikit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fajartimur.wordpress.com/?p=894</guid>
		<description><![CDATA[Karl Marx mengunjungi Madura. Ia tertarik dengan kehidupan rakyat di sana. Bagaimana kondisi perekonomian Madura, kesejahteraan masyarakat kecil yang unik di dalamnya. Marx sebenarnya penasaran ingin melihat kaum proletar di sana setelah dibangunnya (jembatan) Suramadu. Malam pertama di Madura, Marx ingin menikmati sate spesial ala Madura. Pesanan segera datang. Melihat besarnya sate tersebut, Marx terkagum-kagum. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajartimur.wordpress.com&amp;blog=2119385&amp;post=894&amp;subd=fajartimur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Karl Marx mengunjungi Madura. Ia tertarik dengan kehidupan rakyat di sana. Bagaimana kondisi perekonomian Madura, kesejahteraan masyarakat kecil yang unik di dalamnya. Marx sebenarnya penasaran ingin melihat kaum proletar di sana setelah dibangunnya (jembatan) Suramadu.<br />
Malam pertama di Madura, Marx ingin menikmati sate spesial ala Madura. Pesanan segera datang. Melihat besarnya sate tersebut, Marx terkagum-kagum. Setelah selesai makan, ia bertanya kepada pelayan,&#8221;Sate itu dari daging apa tadi? Rasanya kok enak sekali.&#8221;<br />
Pelayan menjawab bahwa itu adalah daging sapi yang mati saat bertanding karapan sapi. Mendengar itu, Marx merasa mual perutnya. Tapi karena enak, ia pikir tidak apa-apa.<br />
Esok malamnya, Karl Marx mampir untuk menikmati sate lagi. Tapi kali ini satenya tidak sebesar yang kemarin. Rasanya tidak kalah enak. Namun Marx penasaran mengapa satenya jadi lebih kecil.<br />
&#8220;Mas, kenapa sate yang sekarang lebih kecil dari yang kemarin malam?&#8221; tanya Marx.<br />
&#8220;Oh,&#8221; jawab pelayan, &#8220;Soalnya dalam karapan hari ini, yang mati adalah penunggangnya.&#8221;<br />
(Rif&#8217;an Anwar, <em>Si Buta dari Gua Plato</em>,(Kanisius: Yogyakarta, 2011),hal.155. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fajartimur.wordpress.com/894/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fajartimur.wordpress.com/894/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fajartimur.wordpress.com/894/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fajartimur.wordpress.com/894/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fajartimur.wordpress.com/894/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fajartimur.wordpress.com/894/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fajartimur.wordpress.com/894/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fajartimur.wordpress.com/894/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fajartimur.wordpress.com/894/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fajartimur.wordpress.com/894/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fajartimur.wordpress.com/894/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fajartimur.wordpress.com/894/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fajartimur.wordpress.com/894/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fajartimur.wordpress.com/894/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajartimur.wordpress.com&amp;blog=2119385&amp;post=894&amp;subd=fajartimur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fajartimur.wordpress.com/2011/09/13/karl-marx-ke-madura/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e35866cfb0f5f350dabed93c47220697?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amuli</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sifat Pemaaf, Keutamaan yang Terlalaikan</title>
		<link>http://fajartimur.wordpress.com/2011/08/23/sifat-pemaaf-keutamaan-yang-terlalaikan/</link>
		<comments>http://fajartimur.wordpress.com/2011/08/23/sifat-pemaaf-keutamaan-yang-terlalaikan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Aug 2011 03:12:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amuli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kutipan]]></category>
		<category><![CDATA[Quick Read]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fajartimur.wordpress.com/?p=888</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Memaafkan orang lain adalah salah satu keutamaan akhlak yang sangat ditekankan oleh Al-Quran dan ajaran Ahlul Bait as. Al-Quran sangat menekankan supaya mukminin mendominasikan sikap memaafkan dan semangat berkorban untuk orang lain dalam kehidupan dan hubungan sosial mereka supaya kelak pada hari kiamat bisa memperoleh ampunan Allah Yang Maha Tinggi,&#8221; ungkapnya. &#8220;Barang siapa menginginkan supaya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajartimur.wordpress.com&amp;blog=2119385&amp;post=888&amp;subd=fajartimur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://fajartimur.files.wordpress.com/2011/08/11984_359.jpg"><img src="http://fajartimur.files.wordpress.com/2011/08/11984_359.jpg?w=477" alt="" title="11984_359"   class="alignnone size-full wp-image-891" /></a></p>
<p>&#8220;Memaafkan orang lain adalah salah satu keutamaan akhlak yang sangat ditekankan oleh Al-Quran dan ajaran Ahlul Bait as. Al-Quran sangat menekankan supaya mukminin mendominasikan sikap memaafkan dan semangat berkorban untuk orang lain dalam kehidupan dan hubungan sosial mereka supaya kelak pada hari kiamat bisa memperoleh ampunan Allah Yang Maha Tinggi,&#8221; ungkapnya.<span id="more-888"></span></p>
<p>&#8220;Barang siapa menginginkan supaya Allah mengampuni dosa-dosanya pada hari kiamat kelak, maka hendaknya ia memaafkan dosa dan kesalahan orang lain di dunia dan jangan memendam kedengkian,&#8221; tegasnya melanjutkan.</p>
<p>Di bagian lain uraiannya, Ayatullah Mazhahiri mengupas masalah syafaat dan syarat-syaratnya. Menurutnya, syafaat Ahlul Bait as pada hari kiamat memerlukan persiapan-persiapan. Yang berhak menerima syafaat adalah mereka yang telah mampu menghiasi diri mereka dengan karakteristik Ahlul Bait as di dunia ini dan semampu mungkin telah menyerupakan diri dengan mereka.</p>
<p>Salah satu kriteria dan keutamaan akhlak yang terjelma secara khusus dalam diri Ahlul Bait as adalah sifat memaafkan orang lain. Metode yang selalu digunakan oleh Rasulullah saw dan para maksumin as dalam menghadapi kesalahan dan bahkan hinaan orang lain adalah perlakuan yang sangat mulia. Mereka memaafkannya dan malah berbuat kebajikan kepadanya. Hal ini menyebabkannya merasa malu atas perbuatan yang telah ia lakukan.</p>
<p>Dalam ayat Al-Quran dijelaskan bahwa balasan bagi sebuah perbuatan buruk adalah perbuatan buruk yang serupa dengannya. Lahiriah ayat ini memperbolehkan kita untuk membalas sebuah perbuatan buruk dengan perbuatan buruk yang serupa. Tapi, makna akhlaki ayat ini menegaskan, jika seseorang membalas kesalahan orang lain dengan kesalahan yang serupa, maka ia telah berbuat sebuah kesalahan juga.</p>
<p>Pada kelanjutan uraiannya, Ayatullah Mazahiri menguraikan tiga tingkatan yang dimiliki oleh rasa memaafkan dalam pandangan Al-Quran.</p>
<p>Pada tingkat pertama, seseorang memperhitungkan keburukan dan kesalahan yang telah dilakukan oleh orang lain. Tapi, ia rela memaafkannya demi keridaan Allah.<br />
Pada tingkat kedua, seseorang tidak pernah memperhitungkan keburukan dan kesalahan yang telah dilakukan oleh orang lain. Dalam terminologi Qurani, sifat memaafkan seperti ini disebut &#8220;shafh&#8221;.</p>
<p>Tapi, pada tingkatan ketiga, bukannya seseorang tidak memperhitungkan kesalahan orang lain, tapi malah ia berbuat kebajikan kepadanya. Dalam terminologi Qurani, sifat memaafkan ini disebut &#8220;ghufran&#8221;.</p>
<p>Sikap &#8220;ghufran&#8221; dalam menghadapi kesalahan orang lain adalah sebuah tindakan yang sangat sulit. Akan tetapi, Al-Quran senantiasa mengajak seluruh mukminin dan para pengikut Syiah sejati, di samping memaafkan dan &#8220;shafh&#8221;, juga harus berbuat kebajikan kepada mereka yang telah berbuat kesalahan.</p>
<p>Dalam pandangan Ayatullah Mazhahiri, seluruh problematika rumah tangga yang kadang-kadang berkecamuk di tengah masyarakat muncul lantaran kriteria memaafkan yang sudah semakin melemah. &#8220;Jika semangat memaafkan ini dominan di tengah masyarakat, niscaya seluruh problematika rumah tangga dan sosial dapat terselesaikan dengan sangat mudah,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&#8220;Sekarang ini, banyak para tawanan yang sedang mendekam di dalam rumah tahanan hanya lantaran tidak mampu membayar mahar, tidak mampu membayar diyat lantaran kriminal tak sengaja, atau karena utang melilit yang tak sanggup dibayar. Jika angka para tawanan membludak, maka kondisi masyarakat kita sangat mengkhawatirkan,&#8221; ungkapnya mengkhawatirkan.</p>
<p>Ayatullah Mazhahiri menegaskan, jika semangat memaafkan mendominasi masyarakat, alangkah banyaknya para tawanan ini yang terbebaskan. Seandainya rasa saling toleransi mendominasi masyarakat kita dan seluruh anggota masyarakat kita rela membantu fakir miskin dengan semangat kedermawanan, niscaya tak seorang pun akan jatuh ke dalam penjara hanya lantaran utang. &#8220;Dengan demikian, penjara hanya akan dihuni oleh kuman-kuman masyarakat yang memang harus menerima balasan mereka di dalam penjara,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Ayatullah Uzhman Husain Mazhahiri juga sangat mengkhawatirkan peningkatan jumlah perceraian yang hari demi hari semakin menghantui masyarakat kita. &#8220;Perceraian yang sekarang ini sedang marak di tengah masyarakat muncul dari kenihilan semangat memaafkan di dalam rumah tangga. Jika suami dan istri saling memaafkan kesalahan masing-masing, atau tidak memperhitungkan kesalahan yang pernah dilakukan oleh masing-masing, dan lebih dari itu malah berbuat kebajikan terhadap sesama, niscaya mereka akan memiliki kehidupan yang tenteram dan tenang. Dalam kondisi seperti ini, permasalahan mereka tidak akan pernah sampai pada jenjang perceraian,&#8221; ungkapnya menyesalkan.</p>
<p>Di akhir uraiannya, Ayatullah Mazhahiri berpesan supaya kita memanfaatkan keutamaan malam-malam Lailatul Qadr ini dengan sebaik mungkin. &#8220;Pada bulan Ramadhan dan khususnya malam-malam Lailatul Qadr ini, Allah akan mengampuni hamba-hamba-Nya dalam jumlah yang sangat banyak. Tapi perlu kita ingat bersama, ampunan Allah tidak akan sampai kepada para pendengki yang enggan memaafkan orang lain,&#8221; pesannya.<br />
(http://www.shabestan.net/id/pages/?cid=5788)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fajartimur.wordpress.com/888/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fajartimur.wordpress.com/888/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fajartimur.wordpress.com/888/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fajartimur.wordpress.com/888/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fajartimur.wordpress.com/888/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fajartimur.wordpress.com/888/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fajartimur.wordpress.com/888/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fajartimur.wordpress.com/888/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fajartimur.wordpress.com/888/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fajartimur.wordpress.com/888/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fajartimur.wordpress.com/888/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fajartimur.wordpress.com/888/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fajartimur.wordpress.com/888/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fajartimur.wordpress.com/888/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajartimur.wordpress.com&amp;blog=2119385&amp;post=888&amp;subd=fajartimur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fajartimur.wordpress.com/2011/08/23/sifat-pemaaf-keutamaan-yang-terlalaikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e35866cfb0f5f350dabed93c47220697?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amuli</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fajartimur.files.wordpress.com/2011/08/11984_359.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">11984_359</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Why an International Day of Al-Quds?</title>
		<link>http://fajartimur.wordpress.com/2011/08/22/why-an-international-day-of-al-quds/</link>
		<comments>http://fajartimur.wordpress.com/2011/08/22/why-an-international-day-of-al-quds/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Aug 2011 11:16:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amuli</dc:creator>
				<category><![CDATA[politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fajartimur.wordpress.com/?p=885</guid>
		<description><![CDATA[Jerrmein Abu Shahba As many of us are aware, the last Friday of the holy month of Ramadan has been classified as Al-Quds Day by the leader of the Islamic Revolution of Iran, the great Ayatollah Imam Khomeini. This &#8220;international day&#8221; of observance was introduced to raise our voices to liberate Al-Aqsa Mosque and also [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajartimur.wordpress.com&amp;blog=2119385&amp;post=885&amp;subd=fajartimur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jerrmein Abu Shahba</p>
<p>As many of us are aware, the last Friday of the holy month of Ramadan has been classified as Al-Quds Day by the leader of the Islamic Revolution of Iran, the great Ayatollah Imam Khomeini. This &#8220;international day&#8221; of observance was introduced to raise our voices to liberate Al-Aqsa Mosque and also to express solidarity with our oppressed Palestinian brothers and sisters who have been facing great trials not only now but for the past 60 years by the Zionist-Apartheid system of Israel. Despite the knowledge of this clear case of oppression, unfortunately there are a significant number of Muslims who pose some concerns and display a lack of passion for the Quds crisis.<br />
Of all cases of oppression, why did Imam Khomeini dedicate the last Friday of Ramadan for Al-Quds?<span id="more-885"></span></p>
<p>Perhaps the answer lies in the fact that the usurped land of Al-Quds is not just any land; it is a holy land that holds great religious significance. In fact, the war which Israel is fighting against the Palestinian people is really a war against Islam and in opposition to the Muslims, and the means to do so is by desecrating one of the most sacred Islamic holy lands such as Al-Quds. Furthermore, the oppressors (Zionists) of Al-Quds are one of our most lethal enemies today, so there is greater urgency in fighting them over other oppressors. Perhaps one of the reasons why Imam Khomeini saw it necessary to highlight this particular case is because the land of Quds and Masjid Al-Aqsa will be one of the key items on the agenda of Imam Mahdi (may Allah hasten his reappearance) and Prophet Jesus (peace be upon him) at the time of reappearance. We cannot compare Al-Quds (which means &#8216;holy&#8217;, derived from the word &#8216;Muqaddas&#8217;) with any usurped land. The reason is because the land of Al-Quds is a symbol which represents Allah, and thus becomes holy and constitutes Sha&#8217;aer Allah (signs of Allah); hence desecrating it is a direct offense to Allah.</p>
<p>As the holy month of Ramadan revives the spirit of unity and brotherhood among Muslims, it was certainly not a coincidence that Imam Khomeini chose a Friday during this month to dedicate for this most noble purpose of joining our hands together as a unified nation, no matter what school of thought we belong to or what nation we come from. When the Muslim world has tasted an example of what the poor and needy suffer by fasting from food and water throughout this holy month, we naturally become more sympathized and united for the cause of the oppressed. Hence, the peak of spiritual recognition in this aspect becomes more apparent towards the latter part of Ramadan, which makes the timing all the appropriate to dedicate as Al-Quds Day. We all share the same concern for Al-Quds and Baitul Maqdis, and therefore, our collective protest on this specified day, particularly as the world is well aware of the Muslims observance of the holy month of fasting, creates a greater effect and speaks a louder voice for the cause of standing up against oppression.<br />
Why do we not have the same passion equally distributed to other cases of human rights violation, such as in Tibet, Darfur, etc?</p>
<p>One may continue in this endless and futile chain of asking &#8220;why not this?&#8221; and &#8220;why not that?&#8221; However this type of fruitless questioning will not bring a solution to the existing problems, and there is no value in starting a sequence of comparisons whenever passion is expressed about an issue or a noble cause. After all, one can argue why so much passion about the tragedy of Karbala in which only around 72 people were killed, while thousands of lives were taken in the Holocaust! The comparison here is inappropriate as there are other factors that come into play when assessing a case of oppression.</p>
<p>Granted this world is filled with oppression from the North to the South Pole, and that will be the case until the Imam of Our Time (may Allah hasten his reappearance) fills the earth with justice and equality. There is no disagreement that it is the duty of every human to stand up against any and all oppression we witness, and as the saying goes, &#8220;He who witnesses oppression and is silent is like he who condones it and takes part in it.&#8221; It would be great if there are demonstrations for every case of injustice that takes place in this world till the end of time, and we should exert all efforts to initiate, organize, and participate in such noble efforts. However, it may be beyond our capacity and resources to tackle every case of oppression to the same degree. We should at least exert our efforts in the most efficient way possible and prioritize with the most critical issues at hand, under the guidance of our respected religious leaders, which by default represents all other cases as well.<br />
Why boycott companies that support the Zionist state?</p>
<p>One of the important ways of raising our voice on Al-Quds Day is to announce our boycott of all companies which support the apartheid economy of the Zionist state as a part of the larger Boycott, Divestment, and Sanctions (BDS) movement. By implementing consumer boycott of those Western companies which sponsor the Apartheid state, these companies are being educated about how their close relationship with the Zionist apartheid state is a financial liability.</p>
<p>Part of this education requires participants of the boycott to contact the companies and inform them why you are boycotting. It is an ethical and moral issue that goes hand in hand with the idea of Bara&#8217;at (dissociation from falsehood). We learn a great example from the young daughter of one of the close companions of Imam Ali named Abul Aswad Al-Du&#8217;ali. When she learned that the honey which she just consumed was given as a gift from the oppressive caliph of her time, she protested by voluntarily vomiting everything she swallowed. It was a feeling of disgust that she felt even though the honey was not forbidden from the jurisprudence perspective. Rather, it was a moral stance by which she voiced her condemnation to Muawiya and thereby stamped her support and devotion to Imam Ali (peace be upon him).<br />
Passive Muslims Avoiding Politics</p>
<p>Unfortunately, there are some factions even among the Shia brethren who have stepped aside when it comes to joining the protests on Al-Quds Day or initiating a rally locally. Some reasons for their silence are the desire to stay away from &#8220;politics&#8221; or any controversial issue that may harm them or their worldly positions. Some fear that their citizenship or jobs be taken away from them. To those who use the pretext of &#8220;politics&#8221;, we say that the issue of illegitimate caliphate assumed by Yazid in the Karbala crisis is also considered to be &#8220;politics&#8221;. Yet we observe that Imam Hussain (peace be upon him) stood up against falsehood and oppression, even if it is political, and even if it cost him his own life as well as the lives of his beloved ones. Surely, if we seek to gain knowledge of the purified lives of our Imams, we will realize that every one of them were involved in the political environments of that time and struggled to stand up for the truth!<br />
Al-Quds Speaks for All Cases of Oppression</p>
<p>It is imperative for us to bear in mind that when we raise our voices on Al-Quds Day, it is to stand up against oppression not just in Palestine but all over the world, including Bahrain, Yemen, Egypt, and Tunisia. It is the day for the weak and oppressed to confront the arrogant powers of Zionism and the Yazids of our time. Likewise, when we lament and mourn over the tragedy of Imam Hussain, which is the greatest of calamities in the history of mankind, we are in essence voicing our condemnation for all other oppressions, and we recognize that Karbala is a representation of &#8220;enjoining the good and forbidding the evil&#8221; which is not limited to the land of Karbala nor to the day of Ashura. When we participate and promote the yearly Al-Quds rally on the last Friday of Ramadan, remember that we are also protesting the usurped land of Fadak which was unjustly seized from Lady Fatima Zahra (peace be upon her)! From there the tragedy started, and the illegitimate Sunnah was followed afterward!</p>
<p>For those of us who are hesitant to participate in Al-Quds rallies or have any affiliation with organizations that stand up for this cause, it is a good time to reassess our faith as the holy month of Ramadan culminates. Surely it is contradicting to claim that we are preparing ourselves for the return of our Imam when we are struggling within ourselves to protest against one of the most obvious cases of oppression in our present time. Yet again, it is a commonly observed phenomenon that Truth is usually supported by few while the majority tends to lean towards Falsehood where ever it is convenient. We hope and pray that we are not among those whom Imam Hussain described, &#8220;Verily, people are the slaves of the world, and religion is just on their tongues. They are attentive to it as long as their material benefits are provided, but when they are tested, the number of true devotees dwindles!&#8221;<br />
Source: http://www.islamicinsights.com/news/opinion/why-an-international-day-of-al-quds.html</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fajartimur.wordpress.com/885/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fajartimur.wordpress.com/885/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fajartimur.wordpress.com/885/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fajartimur.wordpress.com/885/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fajartimur.wordpress.com/885/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fajartimur.wordpress.com/885/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fajartimur.wordpress.com/885/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fajartimur.wordpress.com/885/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fajartimur.wordpress.com/885/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fajartimur.wordpress.com/885/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fajartimur.wordpress.com/885/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fajartimur.wordpress.com/885/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fajartimur.wordpress.com/885/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fajartimur.wordpress.com/885/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajartimur.wordpress.com&amp;blog=2119385&amp;post=885&amp;subd=fajartimur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fajartimur.wordpress.com/2011/08/22/why-an-international-day-of-al-quds/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e35866cfb0f5f350dabed93c47220697?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amuli</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Empat Perkara yang Diwasiatkan Allah kepada Musa as</title>
		<link>http://fajartimur.wordpress.com/2011/08/19/empat-perkara-yang-diwasiatkan-allah-kepada-musa-as/</link>
		<comments>http://fajartimur.wordpress.com/2011/08/19/empat-perkara-yang-diwasiatkan-allah-kepada-musa-as/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Aug 2011 03:44:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amuli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadis Hari Ini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fajartimur.wordpress.com/?p=882</guid>
		<description><![CDATA[Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as berkata, “Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman kepada Nabi Musa as, ‘Wahai Musa, ikutilah nasihat-Ku tentang empat perkara: Pertama, jangan berusaha mencari-cari kesalahan orang lain sepanjang engkau tidak tahu apakah dosa-dosamu sendiri dimaafkan atau tidak. Kedua, jangan mencemaskan rezekimu sepanjang engkau tahu bahwa perbendaharaan-Ku tidak habis. Ketiga, jangan menaruh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajartimur.wordpress.com&amp;blog=2119385&amp;post=882&amp;subd=fajartimur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as berkata, “Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman kepada Nabi Musa as, ‘Wahai Musa, ikutilah nasihat-Ku tentang empat perkara:<br />
Pertama, jangan berusaha mencari-cari kesalahan orang lain sepanjang engkau tidak tahu apakah dosa-dosamu sendiri dimaafkan atau tidak.<br />
Kedua, jangan mencemaskan rezekimu sepanjang engkau tahu bahwa perbendaharaan-Ku tidak habis.<br />
Ketiga, jangan menaruh harapan kepada bantuan orang lain sepanjang engkau tahu bahwa Kerajaan-Ku abadi.<br />
Keempat, jangan merasa aman dari rencana-rencana setan sepanjang setan ada.’”<br />
(Syekh Shaduq, <em>al-Khishal</em>, hal.357)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fajartimur.wordpress.com/882/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fajartimur.wordpress.com/882/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fajartimur.wordpress.com/882/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fajartimur.wordpress.com/882/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fajartimur.wordpress.com/882/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fajartimur.wordpress.com/882/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fajartimur.wordpress.com/882/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fajartimur.wordpress.com/882/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fajartimur.wordpress.com/882/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fajartimur.wordpress.com/882/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fajartimur.wordpress.com/882/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fajartimur.wordpress.com/882/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fajartimur.wordpress.com/882/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fajartimur.wordpress.com/882/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajartimur.wordpress.com&amp;blog=2119385&amp;post=882&amp;subd=fajartimur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fajartimur.wordpress.com/2011/08/19/empat-perkara-yang-diwasiatkan-allah-kepada-musa-as/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e35866cfb0f5f350dabed93c47220697?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amuli</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kamus Asmaul Husna is Very Good!</title>
		<link>http://fajartimur.wordpress.com/2011/08/13/kamus-asmaul-husna-is-very-good/</link>
		<comments>http://fajartimur.wordpress.com/2011/08/13/kamus-asmaul-husna-is-very-good/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Aug 2011 14:00:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amuli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fajartimur.wordpress.com/?p=876</guid>
		<description><![CDATA[Judul : Kamus Asmaul Husna: Metode Penyembuhan Secara Tuhan Penulis : Syekh Maqdisi dan Allamah Kaf&#8217;ami Penerbit : Trimba Harga : Rp 45.000,- Satu lagi karya tentang nama-nama Tuhan telah terbit, Kamus Asmaul Husna: Metode Penyembuhan Secara Tuhan. Dikompilasi dari dua karya penulis klasik, Syekh Maqdisi dan Allamah Kaf&#8217;ami, buku ini dimulai dari pembahasan riwayat-riwayat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajartimur.wordpress.com&amp;blog=2119385&amp;post=876&amp;subd=fajartimur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://fajartimur.files.wordpress.com/2011/08/kamus-asmaul-husna-2b.jpg"><img src="http://fajartimur.files.wordpress.com/2011/08/kamus-asmaul-husna-2b.jpg?w=477&#038;h=715" alt="" title="Kamus Asmaul Husna 2b" width="477" height="715" class="alignnone size-full wp-image-880" /></a></p>
<p>Judul : Kamus Asmaul Husna: Metode Penyembuhan Secara Tuhan<br />
Penulis : Syekh Maqdisi dan Allamah Kaf&#8217;ami<br />
Penerbit : Trimba<br />
Harga : Rp 45.000,-</p>
<p>Satu lagi karya tentang nama-nama Tuhan telah terbit, <em>Kamus Asmaul Husna: Metode Penyembuhan Secara Tuhan</em>. Dikompilasi dari dua karya penulis klasik, Syekh Maqdisi dan Allamah Kaf&#8217;ami, buku ini dimulai dari pembahasan riwayat-riwayat mengenai 99 asmaul husna Allah. Sementara Syekh Maqdisi mengambil dari jalur Ahlusunnah, Allamah Kaf&#8217;ami merujuknya dari keluarga Nabi, Ahlulbait as.<br />
Pada bagian selanjutnya, Allamah Kaf&#8217;ami membahas secara mendalam setiap nama Tuhan yang tidak dikupas oleh Syekh Maqdisi. Pada bagian ini, pembaca akan menemukan masing-masing nama indah Tuhan memiliki pengertian yang sangat mendalam.Penyertaan catatan kaki yang ekstensif pada bagian ini memperkuat pernyataan tersebut.<br />
Bagian terakhir dari buku ini dilengkapi oleh Kaf&#8217;ami dengan serangkaian daftar doa-doa dengan menggunakan nama-nama Allah mulai dari huruf alif hingga ya.<br />
Agar kandungan setiap doa yang diawali dengan nama-nama Allah itu berhasil atau dikabul, pihak editor telah melampirinya dengan syarat-syarat dan adab-adab berdoa, tabel-tabel zikir dengan nama Tuhan untuk menyembuhkan atau mengatasi kesulitan-kesulitan kaum muslim.<br />
Pokoke, buku KAMUS ASMAUL HUSNA is very good!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fajartimur.wordpress.com/876/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fajartimur.wordpress.com/876/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fajartimur.wordpress.com/876/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fajartimur.wordpress.com/876/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fajartimur.wordpress.com/876/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fajartimur.wordpress.com/876/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fajartimur.wordpress.com/876/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fajartimur.wordpress.com/876/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fajartimur.wordpress.com/876/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fajartimur.wordpress.com/876/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fajartimur.wordpress.com/876/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fajartimur.wordpress.com/876/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fajartimur.wordpress.com/876/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fajartimur.wordpress.com/876/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajartimur.wordpress.com&amp;blog=2119385&amp;post=876&amp;subd=fajartimur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fajartimur.wordpress.com/2011/08/13/kamus-asmaul-husna-is-very-good/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e35866cfb0f5f350dabed93c47220697?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amuli</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fajartimur.files.wordpress.com/2011/08/kamus-asmaul-husna-2b.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Kamus Asmaul Husna 2b</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pepsi Kode Zionisme</title>
		<link>http://fajartimur.wordpress.com/2011/06/20/pepsi-kode-zionisme/</link>
		<comments>http://fajartimur.wordpress.com/2011/06/20/pepsi-kode-zionisme/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jun 2011 06:52:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amuli</dc:creator>
				<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[Quick Read]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fajartimur.wordpress.com/?p=871</guid>
		<description><![CDATA[Institut Riset Media Timur Tengah (MEMRI) telah merilis pernyataan berbahasa Inggris yang diberikan oleh seorang pemuka Islam di Mesir pada bulan Februari 2009 lalu, dimana dia menjabarkan bahwa PEPSI sebenarnya adalah kepanjangan dari “Pay Every Penny to Save Israel” atau “Sumbangkan setiap penny untuk menyelamatkan Israel.” Para pemuka Muslim dengan tegas menyatakan mereka takkan pernah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajartimur.wordpress.com&amp;blog=2119385&amp;post=871&amp;subd=fajartimur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Institut Riset Media Timur Tengah (MEMRI) telah merilis pernyataan berbahasa Inggris yang diberikan oleh seorang pemuka Islam di Mesir pada bulan Februari 2009 lalu, dimana dia menjabarkan bahwa PEPSI sebenarnya adalah kepanjangan dari “Pay Every Penny to Save Israel” atau “Sumbangkan setiap penny untuk menyelamatkan Israel.”<br />
Para pemuka Muslim dengan tegas menyatakan mereka takkan pernah menarik pernyataan yang mengemukakan bahwa Pepsi Cola esensinya adalah nama kode bagi komplotan Zionis.</p>
<p>Sebelumnya, seorang anggota parlemen organisasi Hamas di Gaza juga mengeluarkan pernyataan sama tentang hal tersebut pada April 2008 silam. Berbicara dalam stasiun TV Al-Aqsha, anggota perlemen Salem Salamah menyatakan, “Ada berbagai perusahaan yang didirikan oleh para kolonialis dan pendudukan – berbagai perusahaan besar dengan banyak cabang di seluruh penjuru dunia, seperti Pepsi, Pepsi Cola. Ini adalah perusahaan terkemuka. Pepsi adalah kepanjangan dari Pay Every Penny to Save Israel.”<span id="more-871"></span></p>
<p>Terkait dengan hal itu, pada Februari 2009 lalu, seorang pemuka Mesir Hazem Abu Ismail mengeluarkan pernyataan yang sama. Berbicara di depan Al Nas TV – sebuah kanal religius Muslim- Abu Ismail menyerukan sebuah boikot dari kaum Muslim terhadap Pepsi karena kepanjangannya tersebut.</p>
<p>Secara spesifik, Hazem Abu Ismail menyatakan, bahwa berdasarkan transkrip yang sama yang diberikan oleh MEMRI, Institut Riset Media Timur Tengah yang berbasis di Washington tentang arti dari nama Pepsi tersebut.</p>
<p>Huruf P pertama berarti “Pay” (Berikan), E untuk “Every” (Setiap). Huruf ketiga untuk “Penny”. Penny adalah koin kecil yang anda terima dan anda tak tahu apa yang akan anda lakukan dengannya. Berikan itu untuk S “Save” (Menyelamatkan), I – “Israel”.</p>
<p>Dengan kata lain, berikan setiap koin kecil yang anda terima untuk menyelamatkan Israel. Mereka tak ingin uang anda – mereka hanya ingin koin pecahan kecil, penny anda. Bila saya tidak salah, dalam ekonomi Amerika, penny adalah seperseribu dolar. Nilainya kecil sekali, kata Hazem.</p>
<p>Mereka mengatakan, “Sumbangkan pecahan kecil yang tidak anda butuhkan, tetapi berikanlah dengan alasan yang benar. Bila anda mengumpulkan pecahan kecil ini, anda bisa membeli minuman ini.” Mereka mengambil masing-masing kata awalan dan membentuk kata “Pepsi”. Bila anda membayar (untuk membeli Pepsi), anda akan menyelamatkan Israel.</p>
<p>“Saya tidak hanya bicara tentang Pepsi, tetapi tentang Coca Cola dan kesemuanya. Saya tak akan menyebutkan suatu produk. Anda bisa lihat sendiri. Anda Muslim. Anda bisa sampaikan kepada saya. Saya tidak tahu. Anak kecil saya bahkan lebih tahu tentang boikot ini daripada saya. Saat kami pergi belanja, dia katakan pada saya, “Beli ini, jangan yang itu.” Dia mengetahuinya. Dia sudah menjadi ahli dalam hal ini”.</p>
<p>Selama bertahun-tahun, The Coca Cola Company dan produk-produknya banyak menuai kritik oleh berbagai kalangan atas bermacam-macam alasan termasuk efek negatif produk-produk tersebut terhadap kesehatan, lingkungan, penggunaan pestisida dalam jumlah yang besar dalam produk-produknya, praktek eksploitasi buruh dan masih banyak alasan lagi.</p>
<p>Tidak sedikit pula dari alasan-alasan tersebut yang membawa perusahaan tersebut menghadapi tuntutan hukum dan menciptakan kontroversi yang terdapat pada logo produk Coca Cola.</p>
<p>Dalam logo Coca Cola jika dibaca terbalik akan menjadi sebuah tulisan Arab yang bisa dibaca jelas sebagai “Laa Muhammad Laa Mekkah”, yang berarti tidak ada, Muhammad tidak ada ada mekah.</p>
<p>Maulana Kalbe Jawwad, seorang kepala keagamaan Syiah, mengatakan, “Hal ini merupakan penghinaan terhadap Tuhan. Kami akan meminta Muslim di negara ini dan seluruh dunia untuk memboikot produk tersebut sampai perusahaan tersebut menarik kata-kata yang menyinggung tersebut.</p>
<p>Hingga kini aksi pemboikotan terhadap produk-produk zionis ataupun perusahaan yang memberi sumbangan pada Israel masih terus berlanjut. Bagi para aktivis, meskipun belum bisa membantu saudaranya dalam berjuang, tapi dengan mengalihkan beberapa jumlah uang untuk mengurangi pemasukan ‘sumbangan Israel’ dinilai sebagai aksi nyata yang bisa membantu ‘mengurangi pendanaan zionis’ untuk menjajah Palestina.</p>
<p>Sudahkah kita merenungkan? [sumber:arrahmah]<br />
Sumber: http://www.shabestan.net/id/pages/?cid=5546</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fajartimur.wordpress.com/871/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fajartimur.wordpress.com/871/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fajartimur.wordpress.com/871/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fajartimur.wordpress.com/871/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fajartimur.wordpress.com/871/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fajartimur.wordpress.com/871/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fajartimur.wordpress.com/871/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fajartimur.wordpress.com/871/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fajartimur.wordpress.com/871/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fajartimur.wordpress.com/871/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fajartimur.wordpress.com/871/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fajartimur.wordpress.com/871/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fajartimur.wordpress.com/871/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fajartimur.wordpress.com/871/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajartimur.wordpress.com&amp;blog=2119385&amp;post=871&amp;subd=fajartimur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fajartimur.wordpress.com/2011/06/20/pepsi-kode-zionisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e35866cfb0f5f350dabed93c47220697?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amuli</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ayatullah Mazhahiri: Ketenangan Abadi Hanya dengan Mengingat Allah</title>
		<link>http://fajartimur.wordpress.com/2011/06/20/ayatullah-mazhahiri-ketenangan-abadi-hanya-dengan-mengingat-allah/</link>
		<comments>http://fajartimur.wordpress.com/2011/06/20/ayatullah-mazhahiri-ketenangan-abadi-hanya-dengan-mengingat-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jun 2011 03:20:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amuli</dc:creator>
				<category><![CDATA[irfan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fajartimur.wordpress.com/?p=862</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Kawula muda masa kini, lantaran telah menjauhkan diri dari Allah, telah direnggut oleh muslihat cinta palsu. Ini adalah sebuah penyakit yang tidak dapat diobati. Mereka siap mengorbankan agama, harga diri, dan seluruh harta milik mereka hanya demi merenggut sebuah cinta palsu. Mengapa? Karena mereka tidak memiliki Allah. Tapi, apabila seorang pemuda merasa memiliki Allah dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajartimur.wordpress.com&amp;blog=2119385&amp;post=862&amp;subd=fajartimur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://fajartimur.files.wordpress.com/2011/06/mazhahiri1.jpg"><img src="http://fajartimur.files.wordpress.com/2011/06/mazhahiri1.jpg?w=477" alt="" title="mazhahiri"   class="alignnone size-full wp-image-867" /></a><br />
&#8220;Kawula muda masa kini, lantaran telah menjauhkan diri dari Allah, telah direnggut oleh muslihat cinta palsu. Ini adalah sebuah penyakit yang tidak dapat diobati. Mereka siap mengorbankan agama, harga diri, dan seluruh harta milik mereka hanya demi merenggut sebuah cinta palsu. Mengapa? Karena mereka tidak memiliki Allah. Tapi, apabila seorang pemuda merasa memiliki Allah dan Dia bersemayam dalam relung hatinya, niscaya ia pasti dapat menguasai diri,&#8221; begitu pesan Ayatullah Mazhahiri dalam sebuah frase kuliah akhlak ini.<br />
Pada kesempatan ini, kita akan mengikuti seluruh wejangan akhlak yang telah disampaikan oleh marja&#8217; agung dunia Mazhab Syiah ini.</p>
<p><em>Bismillahirrahanirrahim</em><br />
&#8220;Ya Allah! Lapangkanlah dadaku. Mudahkanlah urusanku. Uraikanlah kekeluan lidahku supaya mereka dapat memahami ucapanku.&#8221;</p>
<p><strong>Ketenangan Abadi dengan Mengingat Allah</strong></p>
<p>Bulan Rajab adalah bulan Allah. Bulan Sya&#8217;ban adalah bulan Rasulullah saw. Dan bulan Ramadhan adalah bulan untuk umat Rasulullah saw.</p>
<p>Dalam tiga bulan ini kita harus berusaha sekuat tenaga guna mewujudkan hubungan naluri yang mesra dengan Allah Tuhan kita.<span id="more-862"></span></p>
<p>Jika seorang hamba tidak memiliki hubungan naluri yang mesra dengan Tuhannya, niscaya ia akan terjerumus di dunia ini dan juga di akhirat kelak. Ia tidak akan menemukan jalan keselamatan apapun. Hubungan naluri yang terlaksana dengan jalan mengakrabkan diri dengan Al-Quran, doa, dan tawasul dapat menyelamatkan manusia dari kesedihan, kelemahan saraf, dan seluruh problematika kehidupan sehari-hari.<!--more--></p>
<p>Begitu pula, hal ini akan mengantarkan manusia kepada suatu posisi dimana ketika ia membaca Al-Quran niscaya ia akan memahami bahwa Allah sedang berbicara dengan dirinya. Ketika ia beristighfar dan berdoa di tengah malam, ia memahami bahwa ia sedang berbicara dengan Allah.</p>
<p>Al-Quran adalah kalam yang turun dan doa adalah kalam yang naik. Kedua jenis dialog ini adalah dialog dengan Allah.</p>
<p>Shalat adalah satu jenis dialog dengan Allah. Ketika membaca surah Al-Fatihah dan surah yang lain, Allah sedang berbicara dengan kita. Dan ketika membaca zikir-zikir yang lain, kita sedang berbicara dengan Allah.</p>
<p>Dialog seperti ini bagi ahli makrifat adalah curahan cinta kasih (mu&#8217;asyaqah). Kenikmatan tertinggi bagi mereka di tengah malam adalah bercinta kasih dan berdialog dengan Allah melalui shalat malam dan membaca Al-Quran. &#8220;Dua rakaat di pertengahan malam lebih saya cintai dibandingkan dengan dunia dan segala isinya.&#8221; Begitu tegas sebuah hadis. (Wasa&#8217;il Al-Syi&#8217;ah, jld. 8, hlm. 156)</p>
<p>Para wali Allah rela menendang dunia dan seluruh isinya hanya supaya mereka dapat mengerjakan dua rakaat shalat malam. Dalam pandangan mereka, dunia ini tidak memiliki nilai. Dunia hanyalah sebuah perantara untuk menaiki tangga kesempurnaan. Oleh karena itu, mereka tidak sedikit pun menaruh hati terhadap dunia dan segala sesuatu yang berbau duniawi. Kalbu mereka hanya tertancap kepada Allah.</p>
<p><strong>Jiwa Tenteram Lantaran Hubungan Naluri Ilahi</strong></p>
<p>Para wali Allah membaca Al-Quran, mengerjakan shalat, beristighfar, dan berdoa. Dalam setiap kondisi ini, ia menikmati kenikmatan tertinggi dari curahan cinta kasih ini. Hubungan naluri dengan Allah dapat mewujudkan jiwa yang tenang dalam diri setiap orang. &#8220;Ingatlah! Para wali Allah tidak pernah takut dan tidak pula bersedih hati.&#8221; (QS. Yunus : 62)</p>
<p>Mereka yang memiliki hubungan naluri dengan Allah tidak akan pernah sedih, gundah, dan gulana. Mereka tidak sedih dengan masa lalu dan juga tidak merasa gundah dalam menghadapi masa depan, karena mereka merasa memiliki Allah. Hanya mereka yang tidak memiliki Allah selalu dirundung kesedihan.</p>
<p>Dunia ini dipenuhi oleh kesedihan, kegundahan, kekhawatiran, dan perbedaan-perbedaan yang yang mengancam setiap anggota keluarga dan masyarakat. Sayangnya, kekhawatiran dan kegundahan ini telah menjerumuskan sebagian orang ke dalam jurang dosa. Mereka yang bodol dan lengah, guna menghilangkan segala bentuk kekhawatiran dan menggapai ketenangan sementara, membiasakan diri dengan minuman-minuman keras dan memabokkan. Tapi sebagian yang lain hanya menanggung kehidupan yang penuh dengan kegundahan ini hingga ajal menjemput mereka.</p>
<p><strong>Ketenangan Kalbu di Bawah Naungan Ilahi</strong></p>
<p>Umat manusia telah kehilangan jalan. Mereka telah ditimpa oleh kekhawatiran yang menumpuk-tumpuk. Mereka tidak pernah menemukan tempat berlindung yang aman di dunia ini. Mereka tidak memahami bahwa satu-satunya tempat perlindungan bagi manusia hanyalah Allah. Mengingat-Nya dapat menenangkan dan menenteramkan setiap hati yang gundah dan gulana. &#8220;Ingatlah! Hanya dengan mengingat Allah hati bisa tenteram.&#8221; (QS. Al-Ra&#8217;d : 26)</p>
<p>Ketenangan mutlak dan ketenteraman yang abadi hanya dapat diperoleh dengan membentuk hubungan dengan Allah. Mengingat Allah kadang-kadang dapat dilakukan dengan membaca Al-Quran sembari disertai dengan fokus perhatian bahwa Allah sedang berbicara dengan dirinya. Dalam menjawab ucapan-Nya ini, ia berdoa dan bermunajat dengan-Nya. Perbincangan dan dialog ini dapat menghilangkan segala bentuk kesedihan dan kegundahan, serta mendatangkan ketenteraman.</p>
<p>Ketenteraman abadi semacam ini muncul dari sebuah jiwa yang tenang. Yakni, ketika Allah menguasai relung kalbu kita dan segala sesuatu selain-Nya telah hengkang dari kalbu kita, niscaya kalbu kita menjadi tempat Allah &#8220;bersemayam&#8221;. &#8220;Kalbu seorang mukmin adalah &#8216;arsy Zat Yang Maha Pengasih.&#8221; (Bihar Al-Anwar, jld. 55, hlm. 39)</p>
<p>Dalam sebuah hadis qudsi pernah ditegaskan, &#8220;Langit dan bumi-Ku tidak dapat menampung-Ku. Tapi kalbu hamba-Ku yang beriman dapat menampung-Ku.&#8221; (Ibid.)<br />
Ketika kalbu kita telah menjadi &#8216;arsy Ilahi, maka Allah akan menguasai seluruh hati kita. Dalam kondisi seperti ini, dialog dengan Allah yang bersemayam dalam hati kita sangat menyenangkan. Untuk itu, kita serta merta selalu mencari kesempatan untuk bercinta kasih dengan Allah.</p>
<p><strong>Kelezatan Munajat dengan Allah</strong></p>
<p>Ketika kita mencintai seseorang, maka kita selalu ingin berbicara dengannya dan mendengarkan suaranya. Sebagai contoh, ketika orang tua yang sangat mencintai anak kecil mereka berbicara dengannya, alangkah bahagianya sang anak ini. Mereka yang telah mencicipi kecintaan kepada Allah dan Allah menempati hati mereka, niscaya mereka akan selalu bahagia ketika berbicara dengan-Nya.</p>
<p>Ketika bermunajat dan berdoa kepada Allah saw, Ahlul Bait Rasulullah saw selalu tak sadarkan diri dan perhatian mereka hanya terfokus kepada-Nya sehingga mereka tidak memperhatikan kondisi sekitar.</p>
<p>Amirul Mukminin Ali as mengerjakan shalat dan selalu tak sadarkan diri. Dalam doa Kumail, ia melontarkan seluruh kekurangan dan kerendahan hati di haribaan Sang Ilahi Rabbi. Ia telah terlebur dalam alam kemanunggalan dan telah melupakan seluruh alam kemajemukan.</p>
<p>Imam Sajjad as melantunkan doa Abu Hamzah Tsumali dan menikmati seluruh kenikmatan duniawi dan ukhrawi di dalamnya.</p>
<p>Ketika Allah telah menguasai kalbu seseorang, niscaya ia akan mencintai-Nya dengan sepenuh hati. Kenikmatan teragung bagi seorang pecinta adalah ketika ia dapat berdialog bebas dengan kekasihnya. Kelezatan yang lebih tinggi dari itu adalah ketika sang kekasih memberikan perhatian terhadap seluruh ucapan yang diucapkan sang kekasih. Dan kelezatan yang lebih tinggi lagi dari itu semua adalah ketika sang kekasih berbicara dengannya.</p>
<p>Jika kita mencintai Allah seperti kita mencintai anak kita, niscaya kita akan merasa bahagia apabila kita berbicara dengan-Nya dan ketika Dia berbicara dengan kita. Jika kecintaan seperti sudah tercipta, maka tidak mungkin kita meninggalkan shalat malam dan tidur lelap di waktu sahar.</p>
<p>Musibah terbesar bagi kita adalah ketika kita sudah merasa bosan dengan munajat kepada Allah. Nabi Musa as berangkat untuk bermunajat kepada Allah. Salah seorang hamba pendosa berpesan kepadanya, &#8220;Sampaikan pesanku ini kepada Allah; berapa banyak dosa yang harus kulakukan dan Engkau tidak menyiksaku?&#8221; Nabi Musa as pergi dan bermunajat kepada Allah. Ketika hendak pulang, datang panggilan dari sisi Allah, &#8220;Mengapa engkau tidak menyampaikan pesan hamba-Ku itu?&#8221; &#8220;Ya Tuhanku! Engkau lebih mengetahui apa yang telah diucapkan oleh pendosa itu,&#8221; jawab Musa pendek.</p>
<p>Allah menjawab, &#8220;Katakanlah kepada hamba itu bahwa Aku telah menurunkan bala yang terbesar kepadanya. Tapi ia tidak menyadarinya. Bala dan petakamu adalah kamu tidak pernah dapat merasakan kelezatan bermunajat kepada-Ku dan kamu tidak menyadari petaka ini.&#8221;</p>
<p><strong>Shalat Hakiki dan Pertolongan Ilahi</strong></p>
<p>Betapa banyak masyarakat kita bercengkerama dari awal hingga akhir malam tanpa ada guna. Mereka menonton film-film di televisi dan menghabiskan waktu dengan sia-sia. Malah mereka juga tidak tergerak hati untuk mengerjakan shalat di awal waktu, apalagi mengerjakan shalat malam. Mereka tidak sadar bahwa shalat adalah sebuah hubungan naluri dengan Allah. Mereka hanya mengerjakan shalat dengan terpaksa. Mereka mengerjakan shalat untuk membebaskan diri dari kekang taklif dan menyelamatkan diri dari api neraka.</p>
<p>Shalat ahli makrifat tidak untuk tujuan masuk ke dalam surga dan tidak pula untuk menyelamatkan diri dari api neraka. Shalat ini sendiri bagi mereka adalah surga. Mereka sangat menikmatinya.</p>
<p>Jika masyarakat kita memberikan perhatian khusus dan kecintaan kepada shalat selama waktu yang mereka perlukan untuk menonton film atau film serial, niscaya banyak problem kita terselesaikan dengan baik.</p>
<p>Jika shalat kita adalah sebuah shalat hakiki, maka setiap doa yang kita baca setelah mengerjakan shalat pasti terkabulkan. Mengapa banyak doa kita tidak terkabulkan? Alasannya, shalat kita bukanlah shalat yang hakiki dan sejati. Shalat kita hanya untuk membebaskan diri kita dari kekang taklif atau untuk menyelamatkan diri kita dari api neraka. Shalat seperti ini jelas tidak akan mengandung doa yang pasti terkabulkan. Jika kita mengerjakan shalat hakiki dan memperhatikan seluruh adab shalat, niscaya kita tidak akan pernah bimbang dan gundah. Allah akan menuntun tangan kita dan menyelamatkan kita dari setiap jalan buntu.</p>
<p>&#8220;Kami pasti menolong orang-orang yang berimana.&#8221; (QS. Al-Rum : 47) &#8220;Dan begitulah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.&#8221; (QS. Al-Anbiya&#8217; : 88)</p>
<p>Dua ayat di atas sangat pendek, tapi memiliki makna yang sangat luas. Allah sangat mencintai seluruh makhluk-Nya lebih dari kecintaan 70 orang tua terhadap anak mereka. Tapi sayangnya, kecintaan Allah ini hanya bersifat satu arah. Bukti bahwa umat manusia tidak mencintai Allah adalah mereka masih berani berbuat dosa dan mereka tidak mengerjakan shalat dengan sesungguhnya.</p>
<p><strong>Kesempatan Menjadi Manusia Sejati<br />
</strong><br />
Bulan Rajab, Sya&#8217;ban, dan Ramadhan adalah tiga bulan kesempatan untuk membangun diri. Tiga bulan ini berlalu dan kita sudah harus berhasil membangun diri. Bagaimana caranya? Ketika kita sedang mengerjakan shalat, kita harus pahami bahwa Allah sedang berbicara dengan kita. Inilah arti kehadiran kalbu. Kita harus memahami perhatian Allah dalam shalat sehingga kita tidak bisa berpisah dari mengingat-Nya. Kita juga tidak bisa menyelesaikan shalat lantaran kita tahu perhatian Allah kepada kita.</p>
<p>Ketika kita tidak berhasil merenggut kecintaan Allah dan hati kita terkosongkan dari keberadaan-Nya, mau tidak mau orang lain yang akan memenuhi hati kita. Akibatnya, kita akan terbawan arus cinta palsu. Jika kita tidak bisa tidur dan tidak memiliki makanan sebagai ganti dari shalat malam, maka kita akan kebingungan kesana kemari. Akibatnya tidak lain adalah kesengsaraan.</p>
<p>Kawula muda masa kini, lantaran menjauhkan diri dari Allah, telah tertimpa oleh cinta palsu. Jelas, ini adalah sebuah penyakit yang sulit diobati. Mereka bersedia mengorbankan harga diri dan seluruh harta milik demi cinta ini. Mengapa? Karena mereka tidak memiliki Allah.</p>
<p>Jika seorang pemuda senantiasa bersama Allah dan Allah telah menguasai relung kalbunya, niscaya hatinya akan senantiasa hadir. Di separuh shalat, Allah berbicara dengannya dan di separuh yang lain, ia berbicara dengan-Nya. Ia tidak rela menghentikan dialog manis ini. Ia senantiasa mencari celah dan membaca zikir supaya shalatnya tidak pernah berakhir. Ia selalu berusaha memperpanjang ruku’, sujud, dan qunut semampu kekuatannya hanya untuk berdialog dengan Allah.</p>
<p>Alangkah bahagianya mereka yang tidak terjerat oleh kesibukan-kesibukan duniawi lantaran mereka telah menyibukkan diri dengan zikir dan shalat. Seluruh tali yang menjerat kehidupan mereka terurai. Lebih dari itu, mereka tidak pernah berhadapan dengan tali penjerat sehingga harus terurai. Mereka tidak memiliki harta kekayaan dan fasilitas material. Tapi, mereka memiliki sebuah kehidupan yang penuh dengan ketenangan dan ketenteraman, karena Allah telah menguasai kalbu mereka sehingga kehendak mereka adalah kehendak Allah.</p>
<p>Dalam sebuah syair dinyatakan,<br />
“Seseorang menghendaki penyakit, yang lain menginginkan obat.<br />
Seseorang ingin berjumpa, yang lain ingin berpisah.<br />
Dalam penyakit, obat, perjumpaan, dan perpisahan ini, aku hanya menghendaki apa yang Dia kehendaki.”</p>
<p>Jika sudah demikian, Allah akan menganugerahkan maqam terpuji kepadanya. Bagaimana? Ia akan memandang segala sesuatu sebagai haribaan Ilahi dan ia berdialog dengan-Nya di haribaan ini.</p>
<p><strong>Akrab dengan Al-Quran, Doa, dan Tawasul</strong></p>
<p>Saya berharap kalian mengakrabkan diri dengan Al-Quran. Bacalah Al-Quran, khususnya di pertengahan malam. Banyak petaka yang menimpa sebuah rumah lantaran Al-Quran terusir dari rumah ini. Jika Al-Quran sudah dilupakan dalam sebuah rumah, niscaya Allah juga terlalaikan. Ketika Allah telah terlalaikan, maka rumah dan kehidupan ini menjadi gelap gulita tak bercahaya.</p>
<p>Harapan saya yang lain adalah akrablah dengan doa. Lantunkanlah doa selalu. Jangan hanya mencukupkan diri dengan hanya membaca Doa Kumail di malam Jumat dan Doa Nudbah di pagi hari Jumat. Sertakanlah doa selalu dalam setiap langkah kalian, karena Allah sangat dekat dan cepat mengabulkan setiap doa.<br />
“Sesungguhnya Allah menjadi pemisah antara seseorang dan kalbunya.” (QS. Al-Anfal : 24)</p>
<p>“Jika hamba-Ku menanyakan kepadamu tentang diri-Ku, maka katakanlah bahwa sesungguhnya Aku sangat dekat. Aku mengabulkan seruan penyeru apabila ia menyeruku. Maka hendaknya mereka terima (ajakan)-Ku dan beriman kepada-Ku, semoga mereka memperoleh petunjuk.” (QS. Al-Baqarah : 187)</p>
<p>Semua ini dapat kita lakukan dengan mengerjakan shalat dan berdoa, khususnya bertawasul. Hubungan naluri dengan Allah memerlukan tawasul.</p>
<p>“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah perantara untuk menuju kepada-Nya.” (QS. Al-Ma’idah : 35)</p>
<p>Doa adalah ucapan yang naik ke atas. Perantara anugerah (faidh) Ilahi harus mengantarkan ucapan ini ke atas. Perantara anugerah adalah Ahlul Bait as. Pada masa kita sekarang ini, perantara anugerah Ilahi ini adalah Imam Zaman as.</p>
<p>Bertawasul kepada Ahlul Bait as akan lebih mendekatkan hati kita kepada alam malakut. Jika kecintaan kepada Imam Mahdi as tertanam tegar dalam relung kalbu kita, niscaya kita pasti dapat mengenalnya dengan baik. Melalui perantaranya, kita dapat mewujudkan hubungan naluri dengan Allah. Dalam kondisi seperti ini, kita akan menemukan maqam syuhud dan tidak perlu lagi kita mencari jalan untuk berjumpa dengan Imam Zaman as, karena kita senantiasa berada di haribaannya—semoga jiwa kita menjadi tebusannya.<br />
(Sumber: http://www.shabestan.net/id/pages/?cid=5576)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fajartimur.wordpress.com/862/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fajartimur.wordpress.com/862/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fajartimur.wordpress.com/862/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fajartimur.wordpress.com/862/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fajartimur.wordpress.com/862/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fajartimur.wordpress.com/862/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fajartimur.wordpress.com/862/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fajartimur.wordpress.com/862/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fajartimur.wordpress.com/862/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fajartimur.wordpress.com/862/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fajartimur.wordpress.com/862/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fajartimur.wordpress.com/862/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fajartimur.wordpress.com/862/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fajartimur.wordpress.com/862/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajartimur.wordpress.com&amp;blog=2119385&amp;post=862&amp;subd=fajartimur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fajartimur.wordpress.com/2011/06/20/ayatullah-mazhahiri-ketenangan-abadi-hanya-dengan-mengingat-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e35866cfb0f5f350dabed93c47220697?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amuli</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fajartimur.files.wordpress.com/2011/06/mazhahiri1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mazhahiri</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
