Tentang Perhatian pada Hawa Nafsu, Makna Takwa, dan Memaafkan Ketergelinciran Orang

1. Nabi saw: Barangsiapa yang perhatian utamanya hanya memuaskan hawa nafsu, ia tidak akan pernah merasakan kelezatan iman. (Tanbihul khawathir, 357) (28/10/2009; 12:04:49)
2. Nabi saw: Seluruh makna takwa disimpulkan dalam ayat “Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu berbuat adil dan berbuat baik.” (an-Nahl: 90) (Mizan al-Hikam; 10:659) (23/10/2009; 09:33:10)
3. Nabi saw: Maafkanlah ketergelinciran orang-orang yang salah, nanti Allah akan melindungimu (dengan maaf itu) dari takdir yang buruk. (Tanbih al-Khawathir 360) (9/10/2009; 09:33:02)

0 Tanggapan ke “Tentang Perhatian pada Hawa Nafsu, Makna Takwa, dan Memaafkan Ketergelinciran Orang”



  1. No Comments Yet

Tinggalkan Balasan




a

Blog Stats

  • 29,851 hits

 

November 2009
S S R K J S M
« Okt    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30