1. Nabi saw bersabda, “Bila seseorang meninggal dunia, orang banyak berkata, “Apa yang sudah ia tinggalkan?” Para malaikat berkata: Apa yang sudah ia antarkan?” (Nahj al-Fashahah, 2791) (17-4-’09 ; 09:45:03)
2. Nabi saw : Aghfalunnas man yatta’izh bittaghayyurid dunya… Orang yang paling lalai ialah orang yang tidak mengambil pelajaran dari perubahan dunia sekitarnya (Nahj al-Fashahah, 2115) (13-4-’09 ; 10:22:230
3. Nabi saw: “Asyaddun naasi ‘adzaaban yawmal qiyamah Imaamun jaair. Manusia yang paling berat siksanya pada hari kiamat ialah pemimpin yang zalim (Nahj al-Fahshahah) (10-4-’ 09 ; 10:24:54)
Arsip untuk Mei, 2009
Tentang Orang yang Meninggal, orang yang paling lalai, dan manusia yang paling berat siksanya
Diterbitkan Mei 26, 2009 Uncategorized Tinggalkan a KomentarAntisipasi akan kedaulatan pemerintahan Allah di tangan washi terakhir dari Nabi dan Rasul termulia saw, sebenarnya merupakan jalan penuh harapan akan kehidupan dan ekspektasi tahapan sosial terakhir di muka bumi. Ini bukan saja cita-cita para nabi sebelumnya berikut masing-masing washinya, melainkan juga cita-cita dari para imam maksum as.
Diriwayatkan bahwa Imam Ridha sedang berada dalam sebuah majelis. Saat itu gelar “al-Qaim” diucapkan dan terdengar oleh Imam Ridha, beliau segera berdiri, menghadap kiblat, tangan di atas kepalanya seraya berkata, “Ya Allah, pecepatlah kemunculannya, dan mudahkanlah kebangkitannya.” (Muntakhab al-Atsar, hal.506)
Bagaimana halnya dengan kita? Apakah antisipasi Imam Mahdi telah meliputi setiap momen dari seluruh kehidupan kita? Apakah ia telah menentukan pengertian hakiki dari ‘harapan’ untuk kita? Apakah ia telah menyediakan sebuah arahan bagi kehidupan kita? Apakah ia telah mengubah cara berpikir kita? Apakah ia menjadi alasan bagi tetesan air mata dan hati yang hancur? Apakah ia menjadi alasan bagi keriangan dalam hati kita?
Jika tidak, mungkin itu dipandang masih jauh, padahal sesungguhnya ia sangat dekat! Hanya Allah yang tahu!
… Sesungguhnya mereka melihatnya jauh, padahal kami melihatnya dekat… (Doa al-‘Ahd)
(Sumber: www.kindfather.com, diakses pada 12 Mei 2009)
Istri Mantan Perdana Menteri Mali Anut Ajaran Ahlulbait
Diterbitkan Mei 8, 2009 Quick Read , Softnews , serba serbi Tinggalkan a KomentarMenurut Kantor Berita Ahlul Bait (ABNA), istri mantan PM Mali, Ny Seyedi Bi Koulibali, setelah mempelajari dan meneliti buku-buku Islam dan Syi’ah, terutama buku-buku Profesor Sayid Mujtaba Musavi Lari, telah berpindah ke ajaran Syi’ah.
Saat ini, Ny Bi Koulibali aktif dalam dakwah dan bimbingan kepada masyarakat.
Mali adalah sebuah negara yang hampir sepenuhnya daratan di Afrika Barat. Ia dihitung sebagai salah satu peradaban tertua di Afrika.
Mali memperoleh kemerdekaan pada 1960 dan penduduknya mencapai 13 juta jiwa. 98% di antaranya beragama Islam.
Sebagian besar Muslim mengikuti Mazhab Maliki, tetapi dalam beberapa tahun terakhir kecenderungan kepada Mazhab Syi’ah semakin meningkat dan ribuan di antaranya telah memilih mazhab Syi’ah.
(Sumber: http://www.abna.ir/data.asp?lang=3&id=157382)
Komentar Terakhir