Tentang Amal, Puncak Ibadat, dan Masalah Membantu Orang

1. Nabi saw: Man ‘amila ‘ala ghairi ‘ilmin, kaana ma yufsid aktsar mimma yushlih. Siapa yang beramal tanpa ilmu, ia akan lebih banyak merusak daripada memperbaiki. (Wahjul Fashahah) (21-5-2008; 09:30:48)
2. Pada zaman Bani Israil, jika seseorang sudah mencapai puncak ibadat, ia menjadi orang yang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan orang lain (Mizanul Hikmah, 2: 538) (16-5-2008; 09:30:08)
3. Imam Jafar: Janganlah kamu membantu orang dengan bantuan yang mudaratnya (risikonya) bagimu lebih besar dari manfaatnya (keuntungannya) baginya. (Wasail, 11:544)

0 Tanggapan ke “Tentang Amal, Puncak Ibadat, dan Masalah Membantu Orang”



  1. Belum Ada Tanggapan

Tinggalkan Balasan




a

Komentar Terakhir

Pencinta Husein di Kapolresta Minta Haul Sayidina…
mohammad faiz b. mam… di Tentang Banyak Ilmu dalam Sedi…
hamba allah di Kapolresta Minta Haul Sayidina…
Nopi nurul di Amalan Muharam dari 1-10 (9-19…
muchsin di Amalan Muharam dari 1-10 (9-19…

Blog Stats

  • 33,326 hits

 

Mei 2008
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031