Amalan Muharam dari 1-10 (9-19 Januari)

Bulan ini adalah bulan kesedihan Ahlulbait as dan pecinta mereka. Imam Ali Ridha as berkata, “Ketika bulan Muharam tiba, tidak seorang pun melihat ayahku tertawa. Hari-hari dilalui dengan sedih sampai hari kesepuluh. Ketika hari kesepuluh tiba, yaitu hari musibah, kesedihan dan hari tangis beliau semakin memuncak. Beliau bersabda, “Hari ini adalah hari dibunuhnya Husain as.”

Malam pertama
Pada malam ini dianjurkan melakukan ibadah-ibadah sebagai berikut:
1. Salat seratus rakaat, setiap rakaat membaca Fatihah dan al-Ikhlas.
2. Salat dua rakaat, rakaat pertama membaca Fatihah dan Surat al-An’am dan rakaat kedua membaca Fatihah dan Yasin.
3. Salat dua rakaat, setiap rakaat membaca Fatihah dan Qulhuwallahu Ahad sebelas kali.
Hari pertama
Awal Muharam adalah awal tahun. Ada dua amalan di dalamnya:
4. Berpuasa. Dalam riwayat Rayyan bin Syabib, Imam Ali Ridha as berkata, “Sesiapa berpuasa pada hari ini dan berdoa kepada Allah, maka dia akan mendapati doanya seperti diterimanya doa Nabi Zakariya as.”
5. Dinukil dari Imam Ali Ridha as bahwasa Rasulullah saw pada hari pertama bulan Muharam melakukan salat dua rakaat dan membaca doa berikut ini tiga kali setelah salat:

Ya Allah, Tuhan Yang Mahakadim, inilah tahun baru, aku memohon suaka-Mu dari kejahatan setan, kekuatan untuk menahan hawa nafsu yang menyeretku kepada kejelekan, sibuk dengan aktivitas yang mendekatkan diriku kepada-Mu. Wahai Zat Yang Maha Pemurah dan Pemilik kemuliaan. Wahai Sandaran orang yang tidak memiliki sandaran. Wahai Simpanan orang yang tidak memiliki simpanan, wahai Pelindung orang yang tidak memiliki perlindungan. Wahai Penolong orang yang tidak memiliki penolong, wahai Pegangan orang yang tidak memiliki pegangan. Wahai Permata orang yang tidak memiliki permata. Wahai Zat yang baik ujiannya. Wahai Zat yang besar harapannya. Wahai Zat Pemulia orang-orang lemah. Wahai Penyelamat orang yang tenggelam. Wahai Penyelamat orang-orang yang celaka. Wahai Pemberi karunia. Wahai Zat Yang Mahaindah, Pemurah dan Baik. Engkau adalah Zat yang memunculkan gelapnya malam, gemerlapnya siang, cahaya bulan, sinar matahari, suara air dan suara pohon yang bersujud kepadamu. Ya Allah tiada sekutu bagimu!

Ya Allah jagalah kami dari prasangka mereka, ampunilah kami dari apa-apa yang mereka tidak ketahui dan jangan siksa kami karena ucapan mereka. Cukuplah bagiku Allah yang tiada tuhan selain-Nya, kepada-Nya kami bertawakal, Dialah Tuhan Arsy Yang Agung. Kami beriman kepada semua yang datang dari Tuhan kami. Tidak ingat kepada-Nya, kecuali orang-orang yang berakal. Ya Allah, jangan sesatkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk. Anugerahkanlah rahmat-Mu kepada kami, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.

Hari ketiga
Inilah hari dibebaskannya Nabi Yusuf as dari penjara. Sesiapa yang berpuasa pada hari ini, Allah Swt akan mempermudah urusannya dan menghilangkan kesedihannya. Dalam hadis Nabi disebutkan bahwa doa-doanya dikabulkan.
Hari kesembilan
Inilah yang dikenal dengan ‘Hari Tâsû’a’. Imam Ja’far Shadiq as berkata, “Hari Tâsû’a adalah hari dimana Imam Husain as dan shahabat-shabat beliau dikepung di Karbala. Pasukan Syam berkumpul untuk memerangi beliau. Anak Marjanah dan Umar bin Saad bersuka ria bersama pasukan Syam yang kuat untuk menghadapai Imam Husain as dan shahabatnya. Mereka yakin bahwa tidak akan ada penolong Imam Husain as dan penduduk Irak tidak akan membantunya. Oh… Ayahku yang lemah dan terasing.”

Malam kesepuluh

Inilah malam duka terbesar dalam sejarah umat Islam yang dikenal dengan Asyura. Banyak amalan dan ibadah yang dianjurkan pada malam ini. Salah satunya adalah melakukan salat seratus rakaat, setiap rakaat membaca Fatihah dan tiga kali surah al-Ikhlash dan setelah selesai membaca doa ini sebanyak tujuh puluh kali:

Mahasuci Allah, segala sesuatu bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Mahabesar, tidak ada kekuatan kecuali dari Allah Yang Mahatinggi.

Juga dianjurkan membaca al-‘Aliyyu al-Azhîm, membaca istighfar. Amalan lain yang dianjutkan adalah
1. Salat empat rakaat di akhir malam, setiap rakaat setelah Fatihah membaca 10 kali ayat Kursi, al-Ikhlash, al-Falaq dan an-Nas.
2. Seusai salam dianjurkan membaca surah al-Ikhlash 100 kali
3. Salat empat rakaat, setiap rakaat membaca Fatihah dan lima puluh kali al-Ikhlash

Hari kesepuluh

Adalah hari syahidnya Abu Abdillah al-Husain as, hari musibah dan kesedihan para imam suci as beserta pecinta mereka. Selayaknya bagi pecinta mereka meninggalkan urusan dunia pada hari ini, tidak menyimpan harta di rumahnya, bersedih, menangis, melakukan aza’ untuk Imam Husain as seperti aza’ yang mereka lakukan untuk anak dan keluarga mereka yang sangat dicintai. Berziarah kepada Imam Husain as dengan ziarah Asyura yang akan disertakan kelak, Insya Allah. Melaknat para pembunuh beliau. Kemudian mengucapkan ta’ziyah berikut ini:

Semoga Allah membalas kami karena berduka atas musibah Imam Husain as dan menjadikan kami dan kalian penuntut darah beliau bersama wali-Nya, Imam Mahdi dari kelurga Muhammad as.

Selayaknya hari ini membaca sejarah terbunuhnya Imam Husain as dan memberitahukan kepada orang lain kesedihan beliau. Ketika Nabi Musa as diperintahkan untuk bertemu dengan Nabi Khidir as untuk belajar, pertama kali yang beliau sampaikan kepada Nabi Musa as adalah musibah dan bencana yang menimpa keluarga Muhammad as. Keduanya menangis tersedu-sedu.

Ibnu Abbas berkata, “Aku bertemu dengan Amirul Mukminin Ali bin Abu Thalib as di Dzi Qar, beliau mengeluarkan shahifah yang ditulis dengan tulisan tangannya yang dicatat dari ujaran Rasulullah saw. Beliau membacanya untukku, ternyata tulisan itu adalah sejarah terbunuhnya Imam Husain as (maqtal) yang menceritakan bagaimana beliau dibunuh, siapa pembunuhnya, siapa penolongnya dan siapa yang syahid bersamanya. Beliau menangis terharu. Aku pun menangis.”

Ibnu Abbas berkata, “Seandainya di sini ada tempat untuk menulis sekilas dari sejarah tadi, aku akan menulisnya. Namun, tempat ini tidak mencukupi.”

Sesiapa yang bisa hadir pada hari ini di makam Imam Husain as dan memberi air kepada orang lain, ibarat orang yang memberi minum kepada tentara-tentara beliau dan hadir bersama beliau di Padang Karbala.

Dianjurkan pula membaca seribu kali surah al-Ikhlash hari ini karena mengandung keutamaan yang sangat besar.[]

9 Komentar

  1. waluyosh said,

    Desember 15, 2009 at 10:27 am

    bisa dilihat di kitab atau buku apa yah sejarah tersebut

    • arif said,

      Desember 17, 2009 at 8:55 am

      Anda bisa merujuknya pada buku Mafatih al-Jinan jilid 2 yang diterbitkan oleh Penerbit al-Huda.

  2. G.Supomo said,

    Desember 16, 2009 at 6:55 pm

    terima kasih ats artikel amalan di bulan muharom karena saya ingin mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa mudah-mudahn di bulan lainnya diberikan artikelnya juga

  3. muchsin said,

    Desember 18, 2009 at 11:53 am

    kalau untuk kita pindahan rumah,kira2 gimana karena memang harus pindah pada hari ke 3

  4. Nopi nurul said,

    Desember 18, 2009 at 12:04 pm

    Terimakasih,smga allah mnjdkan tahun ne lebìh baik lg.trma ksh jg bwt artikel’y y..

  5. k.nissa said,

    November 25, 2011 at 3:24 pm

    trimksh atas diingatkannya dgn doa ini mudah2 an keihlasan ini mendpt limpahan berkaah dari ALLOH smta.amien

  6. yushita karolina said,

    November 26, 2011 at 1:03 am

    adkah amalan sederhana yang bsa dlakukan jka sekiranya tdk dapat melaksanakan amalan dlm artikel ini??

    • amuli said,

      November 27, 2011 at 12:41 am

      Kalau memang tidak dapat melaksanakan amalan-amalan ini, cobalah Anda berziarah kepada Imam Husain as
      setiap bakda salat fardu dengan bacaan seperti ini:
      Assalamu ‘alaika ya Aba Abdillah (Salam atasmu wahai Abu Abdillah [gelar Imam Husain])
      Assalamu ‘alaika yabna Rasulillah (Salam atasmu wahai putra Rasulullah saw)
      Assalamu ‘alaika yabna Amiril Mukminin (Salam atasmu wahai putra Amirul Mukminin [ALi])
      Assalamu ‘alaika yabna Fathimatuzzahra (Salam atasmu wahai putra Fathimah)
      Assalamu ‘alaika ya Aba Fadhl Abbas (Salam atasmu wahai Ayah Fadhl Abbas)
      Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh (Salam sejahtera atas kalian, juga rahmat dan berkah Allah)

      Catatan:
      Abu Fadhl Abbas adalah saudara Imam Husain dari istri Imam ALi yang lain. Dalam perang Karbala, Abbas ditugaskan untuk mengambil air oleh Imam as. Begitu mendapatkan air dan mau meminumnya, Abbas tiba-tiba menghentikan tindakannya. Dia teringat kepada Imam zamannya, Imam Husain. Akhirnya, air itu dia bawa ke Imam Husain as dan keluarganya tetapi musuh-musuh Islam menghentikan perjalannya. Tubuhnya diterjang panah, kedua tangannya disabet pedang hingga putusnya. Dia berusaha menggigit kantung air dengan mulutnya, tetapi serangan musuhnya menghentikan khidmat terakhir beliau ke Imam Husain. Kantung air itu robek hingga air itu tumpah ke mana-mana. Imam memburunya. Pertanyaan yang keluar dari Abbas bukanlah “Duhai kakakku, apakah kau rida dengan khidmatku?” melainkan “Duhai Imamku, apakah kaurida dengan khidmatku?”

      Abbas tahu bahwa Imam Husain adalah kakaknya. Tetapi dia lebih mendahulukan maqam Imamah Imam Husain ketimbang hubungan kekerabatannya. Imam Husain adalah imam zaman bagi Abbas. Dan dia tahu bahwa barangsiapa yang tidak mengenal imam zamannya, maka matinya mati jahiliah.”

      Pertanyaan Abbas dijawab oleh Imam Husain dengan senyuman.Bagi Abbas, keridaan Imam Husain membahagiakan dirinya karena dengan begitu Imam pun mengenal dirinya sebagai makmum hakikinya. Bukan sebagai adiknya (semata).

      Duhai Abbas, demi pertanyaanmu yang mengusik jiwa
      demi pertanyaanmu yang memancing air mata
      terima kasih atasmu yang telah mengajari kami arti penting
      imam dan imamah
      kau telah mengajari kami betapa keridaan seorang imam maksum adalah
      kunci diterimanya amal

      duhai Abbas, demi air mata yang bercucuran karena pengorbananmu
      syafaati kami di akhirat nanti
      ridai kami untuk memakmumi teladanmu


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: